masterplan purbalingga

Download masterplan Purbalingga

Post on 27-Jul-2015

666 views

Category:

Education

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1. PERENCANAAN MASTERPLANDRAINASE KOTA PURBALINGGA 2. LETAK STASIUN HUJAN 3. MELENGKAPI DATA CURAH HUJAN YANGHILANGTahapan untuk melengkapi data hujan: Jika selisih curah hujan antara stasiun pembanding dengan stasiunyang kehilangan data kurang dari 10 %, maka harga perkiraan datayang kurang lengkap digunakan cara-cara aritmatika, dengan rumus: Jika selisih curah hujan antara stasiun pembanding dengan stasiunyang kehilangan data lebih dari 10 %, maka harga perkiraan datayang kurang lengkap digunakan Metode Perbandingan Normal(Ratio Normal Method), dengan rumus : 4. UJI KONSISTENSI CURAH HUJANketerangan :Hz = Curah Hujan yang diperkirakanH0 = Curah Hujan hasil pengamatanTan = slope setelah perubahanTan 0 = slope sebelum perubahan=faktor koreksi 5. KURVA MASSA GANDA 6. DATA CURAH HUJAN TERKOREKSI STASIUN PURBALINGGA No TAHUNStasiun FaktorRI * FKPurbalingga (RI) Koreksi (FK) (mm/24 jam)1 1985112 1112,02 1986103 1102,83 198794194,34 1988122 1121,55 198984184,06 1990130 1130,07 1991170 1170,08 1992123 1122,59 1993187 1187,0 10 1994114 1114,0 11 1995108 1108,0 12 1996241 1241,0 13 199794194,3 14 19981000,7 70,2 15 199989 0,7 62,0 16 20001270,7 89,0 17 2001118 1117,6 18 2002100 1100,0 19 200399199,0 20 2004112 1112,0 21 200598198,0 22 2006119 1119,0 23 2007831 83,3 24 2008128 1128,0 25 2009841 84 7. UJI HOMOGENITAS Kumpulan data curah hujan yang telah konsisten perlu dicekhomogenitasnya. Keadaan tidak homogen ini dapat disebabkan karenaadanya gangguan-gangguan atmosfer oleh pencemaran atau adannyahujan buatan yang bersifat insidentil Uji Homogenitas dilakukan dengan memplot harga (N, Tr) pada Grafik TesHomogenitas. Suatu data curah hujan dikatakan Homogen apabila titik(N, Tr) berada di dalam batas homogenitas data tersebut. N merupakan banyaknya data curah hujan sedangkan Tr dicari denganrumus sebagai berikut :keterangan :R10 = curah hujan PUHR = curah hujan tahunan rata-rata dalam suatu kumpulan dataTr = PUH untuk curah hujan tahunan rata-rata 8. RUMUS YANG DIGUNAKAN DALAM UJIHOMOGENITAS 9. MENGHITUNG HOMOGENITAS UNTUKCURAH HUJAN 25 TAHUNDari data 25 tahun didapatkan :R rata-rata = 113,73Standar deviasi (SR) = 37,32RT = 113,73 + (0,78 YT 0,45) 37,32RT = 96,93 + 29,1 YTT YT RT2 0,366513 112,73175 1,49994118,1431102,250367 121,7259152,673752 123,7473202,970195 125,1627253,198534 126,2528503,901939 129,6112 10. Dengan Persamaan diatas untuk harga T = 10 dihasilkan YT = 2,25 sehingga harga R10 adalah 162,4 mm/hari. Sedangkan untuk RTrata-rata =113,73 mm/ hari dihasilkan YT = 0,57 dan menggunakan persamaan diatas dihasilkan TR = 2,32 , kemudiandihasilkan TR = 2,49Titik (25 ; 2,49) dimasukan pada grafik homogenitas pada dan ternyata berada di luar daerah homogen yang berarti kumpulan data 25 tahun pada stasiun curah hujan Purbalingga tidak homogen. Oleh sebab itu uji homogenitas ini di coba untuk kumpulan data yang lebih pendek. 11. GRAFIK UJI HOMOGENITAS 12. MENGHITUNG HOMOGENITAS UNTUKCURAH HUJAN 15 TAHUNDari data 15 tahun didapatkan :Dari tabel 5.16 didapatkanR rata-rata = 107,02Standar deviasi (SR) = 39,85RT = 107,02 + (0,78 YT 0,45) 39,85RT = 89,08 + 31,08 YTT YT RT2 0,366513 112,73175 1,49994118,1431102,250367 121,7259152,673752 123,7473202,970195 125,1627253,198534 126,2528503,901939 129,6112 13. Dengan Persamaan diatas untuk harga T = 10dihasilkan YT = 2,25 sehingga harga R10 adalah159,01 mm/hari. Sedangkan untuk RTrata-rata=107,02 mm/ hari dihasilkan YT = 0,57 danmenggunakan persamaan diatas juga dihasilkan TR= 2,32 , kemudian dihasilkan TR = 2,5Titik (15 ; 2,5) dimasukan pada grafik homogenitaspada dan ternyata berada di dalam daerahhomogen yang berarti kumpulan data 15 tahunpada stasiun curah hujan Purbalingga ini homogen.Kumpulan data ini yang dipakai dalam perhitunganselanjutnya. 14. GRAFIK UJI HOMOGENITAS 15. DATA HUJAN YANG TELAH KONSISTEN DANHOMOGENKarang Purbalingga BojongsariTrenggiling Kalimanah BPPanican NoTAHUNKemiri (mm/24 jam) (mm/24 jam) (mm/24 jam)(mm/24 jam) (mm/24 jam) (mm/24 jam) 11995108 106 165 92 152 125 21996241 241 241172 241 241 31997 949490 6083 144 41998 70 100 100 7296 105 51999 629267 646770 62000 89 12357 87 123 126 72001118 13082 61 134 134 82002100 139 137187 139 101 92003 99 115 100 7181 100 10 2004112 109 180 86 12990 11 2005 98 10580 79 175 110 12 2006119 119 105 85 126 126 13 2007 838383 986389 14 20081287330 736273 15 2009 8423 196 629152*Hasil siatas merupakan hasil Pengujian untuk semua stasiun dengan 16. METODE THIESSENCara ini diperoleh dengan membuat poligon yang memotong tegak lurus pada tengah-tengah garis penghubung dua stasiun. Dengan demikian tiap stasiun penakar akan terletak pada suatu wilayah poligon tertutup (Loebis, Joesron.1987). Metode ini memberikan proporsi luasan daerah pengaruh pos penakar hujan untuk mengakomodasi ketidakseragaman jarak. Diasumsikan bahwa variasi hujan antara pos satu dengan yang lainya adalah linier dan bahwa sembarang pos dianggap dapat mewakili kawasan terdekat (Suripin, 2004). 17. POLIGON THIESSEN STASIUN HUJANGaris Penghubung antarstasiunGaris Pemotong tegak lurusuntuk membentuk poligon 18. HASIL POLIGON THIESSEN STASIUN HUJAN 19. LUAS AREA TIAP STASIUN BERDASARKANMETODE THIESSENNo Nama StasiunLuas Area ( Ha) 1Purbalingga2852,8 2Bojongsari 1392,7 3Trenggiling1575,8 4 Kalimanah BP1523,8 5 Karang Kemiri 1935,9 6Panican379,6 Luas Total9660,6 20. CURAH HUJAN TIAP STASIUNKalimanah Karang Purbalingga Bojongsari TrenggilingPanicanNo TAHUN BP Kemiri (mm/24 jam) (mm/24 jam) (mm/24 jam) (mm/24 jam) (mm/24 jam) (mm/24 jam)11995 108 106165 92152 12521996 241 241241 172 241 2413199794 9490 60 83 1444199870 100100 72 96 1055199962 9267 64 67 706200089 123 57 87123 12672001 118 130 82 61134 13482002 100 139137 187 139 1019200399 115100 71 81 10010 2004 112 109180 86129 9011 200598 105 80 79175 11012 2006 119 119105 85126 12613 200783 8383 98 63 8914 2008 128 7330 73 62 7315 200984 23 196 62 91 52 21. Persamaan metode Thiessen sebagai berikut:keterangan :P = curah hujan daerah (mm) Pi = curah hujan tiap titik pengamatan (mm)Ai = luas daerah yang mewakili tiap titik (Ha)(Suripin, 2004). 22. CURAH HUJAN THIESSEN Curah Purbaling Bojongsar Trenggilin Kalimanah KarangPanicanHujanga i g BP KemiriNo TAHUNThiessen(P x A)/(P x A) (P x A) (P x A)(P x A)(P x A) (P x A)A11995 308102147626260007 139626 2942574745012421996 687525335641379768 261454 4665529148423031997 26887613091414182291428 160680546628841998 200362139270157580 108952 185846398588651999 17673112812810479197279 129221265996962000 254013171302 90451 131839 238116479369772001 33548918105112905893439 2594115086610982002 285280193585215885 284951 2690903834013392003 282427160161157580 107733 156808379609310 2004 319514151804283644 131047 2497313416412111 2005 279574146234126064 120380 3387834175610912 2006 339483165731165459 128913 2439234783011313 2007 237733115594130791 149332 121962337848214 2008 365158101667 47274 111237 120026 27711 8015 2009 23963532032 30885794476 1761671973990 23. METODE DISTRIBUSI FREKUENSIMetode NormalMetode Log NormalMetode PearsonMetode Log Pearson IIIMetode Gumbel 24. METODE NORMALketerangan :YT= perkiraan nilai yang diharapkan terjadidenganperiode ulang tahunan Yrata-rata = nilai rata-rata varian S= deviasi standar KT= faktor frekuensi merupakan fungsi dari peluang(Suripin,2004) 25. TABEL FAKTOR FREKUENSI (NILAI KT) UNTUKMENGHITUNG DISTRIBUSI NORMAL DAN LOG NORMAL NoPeriode Ulang, T(tahun) PeluangKT 1 1,0010,999-3,05 2 1,0050,995-2,58 3 1,0100,990-2,33 4 1,0500,950-1,64 5 1,1100,900-1,28 6 1,2500,800-0,84 7 1,3300,750-0,67 8 1,4300,700-0,52 9 1,6700,600-0,25 102,0000,500 0 112,5000,4000,25 123,3300,3000,52 134,0000,2500,67 145,0000,2000,84 1510,000 0,1001,28 1620,000 0,0501,64 1750,000 0,0202,05 18 100,000 0,0102,33 19 200,000 0,0052,58 20 500,000 0,0022,88 26. HASIL PERHITUNGAN DISTRIBUSIFREKUENSI DENGAN METODE NORMAL Periode(tahun) KT XT=Xrata+KT x SD 2 0 108 50,84 140101,28 157201,64 171251,74 175502,05 187 27. METODE LOG NORMALketerangan :YT= perkiraan nilai yang diharapkan terjadi dengan periode ulang tahunan Yrata-rata = nilai rata-rata varian S= deviasi standar KT = faktor frekuensi merupakan fungsi daripeluang (dari tabel faktor frekwensi) 28. HASIL PERHITUNGAN DISTRIBUSI FREKUENSIDENGAN METODE LOG NORMAL log XT=logPeriodeXrata + KT(tahun) KT log Xrata-rata KT x SxSXT20 2,0153301870 2,021040,104908815 0,84 2,0153301874 2,12132101,28 2,0153301870,159861052,181500,20482197201,64 2,0153301871 2,221660,21684091251,74 2,0153301877 2,231710,25602746502,05 2,0153301873 2,27187 29. METODE PEARSONKeterangan :K adalah variabel standar untuk X yang besarnyatergantung koefisien kemencengan G. tabelmemperlihatkan harga K untuk berbagai nilaikemencengan G. 30. TABEL NILAI K UNTUK DISTRIBUSI PEARSONDAN LOG PEARSON Interval Kejadian (Recurrence interval), tahun (periode ulang) 1,01011,252 5102550 100 Koefisien Gpresentase peluang terlampaui (Percent chance of being exceeded) 9980 50 201042 1 3-0,667-0,636 -0,396 0,421,182,2783,152 4,051 2,8-0,714-0,666 -0,384 0,461,212,2753,114 3,973 2,6-0,769-0,696 -0,368 0,4991,2382,2673,071 2,889 2,4-0,832-0,725 -0,351 0,5371,2622,2563,0233,8 2,2-0,905-0,752 -0,330,5741,2842,24 2,973,705 2-0,99 -0,777 -0,307 0,6091,3022,2192,192 3,605 1,8-1,087-0,799 -0,282 0,6431,3182,1932,848 3,499 1,6-1,197-0,817 -0,254 0,6751,3292,1632,783,388 1,4-1,318-0,832 -0,225 0,7051,3372,1282,706 3,271 1,2-1,449-0,844 -0,195 0,732 1,342,0872,626 3,149 1-1,588-0,852 -0,164 0,758 1,342,0432,542 3,022 0,81,733 -0,856 -0,132 0,78 1,3361,9932,453 2,891 0,6-1,88 -0,857 -0,0990,8 1,3281,9392,359 2,755 0,4-2,029-0,855 -0,066 0,8161,3171,88 2,261 2,615 0,2-2,178-0,85-0,033 0,83 1,3011,8182,159 2,472 0-2,326-0,842 00,8421,2821,7512,051 2,326-0,2-2,472-0,830,0330,85 1,2581,68 1,945 2,178-0,4-2,615-0,816 0,0660,8551,2311,6061,834 2,029-0,6-2,755 -0,80,0990,8571,21,5281,721,88-0,8-2,891-0,780,1320,8561,1661,4481,606 1,733 -1 -3,022-0,758 0,1640,8521,1281,3661,492 1,588-1,2-2,149-0,7

Recommended

View more >