makalah takakura

Download Makalah Takakura

Post on 06-Dec-2014

347 views

Category:

Documents

61 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Makalah Keranjang Takakura, Biopori & Komposting Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Konsep Dasar IPA Dosen Pengampu : Sri Sulistyorini ,M.Pd

Disusun oleh: 1. Septi Dwijayanti 2. Pingkan Maharani R 3. Miftah Farid 4. Karunia Yeni S (1401410245) (1401410301) (1401410305) (1401411420)

Rombel / kelompok : 09 / 08

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sampah merupakan sisa-sisa aktivitas makhluk hidup yang identik dengan bahan buangan yang tidak memiliki nilai, kotor, kumuh, dan bau. Sampah organik seperti dedaunan yang berasal dari taman, jerami, rerumputan, dan sisa-sisa sayur, buah, yang berasal dari aktivitas rumah tangga (sampah domestik) memang sering menimbulkan berbagai masalah. Baik itu masalah keindahan dan kenyamanan maupun masalah kesehatan manusia, baik dalam lingkup individu, keluarga, maupun masyarakat. Masalah-masalah seperti timbulnya bau tak sedap maupun berbagai penyakit tentu membawa kerugian bagi manusia maupun lingkungan disekitarnya, baik meteri maupun psikis. Melihat fakta tersebut, tentu perlu adanya suatu tindakan guna meminimalkan dampak negatif yang timbul dan berupaya meningkatkan semaksimal mungkin dampak pisitifnya. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan sampah organik domestik adalah mengolah sampah tersebut dengan teknik keranjang takakura, biopori maupun komposting yang sederhana. Dalam melakukan teknik pengomposan, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan agar proses pengomposan berjalan dengan cepat. Hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah proses pencacahan yang sebisa mungkin halus sehingga mudah di dekomposisi, kelembaban dan aerasi yang mendukung kerja mikroorganisme, maupun kadar karbon dan Nitrogen yang ideal. Baik keranjang Takakura maupun Biopori keduanya sama-sama memiliki tujuan yang sama yaitu, sebagai media pembuat kompos alami. Tinggal memilih dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakatnya. Mau memilih keranjang takakura ataupun Biopori, keduanya memiliki manfaat tersendiri. B. Rumusan Masalah 1. Apa itu keranjang Takakura ? 2. Apa keunggulan keranjang Takakura ? 3. Jenis-jenis sampah apa yang dapat diolah keranjang Takakura ? 4. Bagaimana proses pembuatan dan cara kerja keranjang Takakura ? 5. Apa pengertian Biopori ? 6. Apa saja manfaat LRB (Lubang Resapan Biopori) ? 7. Dimanakah lokasi penempatan LRB ? 2

8. Bagaimnakah cara membuat lubang biopori resapan air ? 9. Apa itu komposting ? 10. Apa tujuan dan manfaat pengomposan ? 11. Bagaimana ciri-ciri kompos yang baik ?

C. Tujuan penulisan 1. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian keranjang Takakura. 2. Mahasiswa dapat mengetahui keunggulan keranjang Takakura. 3. Mahasiswa dapat mengetahui proses pembuatan keranjang Takakura. 4. Mahasiswa dapat menjelaskan dan mempraktekkan proses pembuatan keranjang Takakura. 5. Mahasiswa dapat menjelaskan biopori. 6. Mahasiswa dapat mengetahui manfaat, dan cara membuat lubang biopori. 7. Mahasiswa dapat mengetahui manfaat pengomposan dan ciri-ciri kompos yang baik.

3

BAB II PEMBAHASAN Keranjang Takakura 1. Pengertian keranjang Takakura Keranjang Takakura merupakan alat pengomposan skala rumah tangga yang ditemukan Pusdakota bersama Pemerintah Kota Surabaya, Kitakyusu International Techno-cooperative Association, dan Pemerintah Kitakyusu Jepang pada tahun 2005. Keranjang ini dirakit dari bahan-bahan sederhana di sekitar kita yang mampu mempercepat proses pembuatan kompos. Satu keranjang standar dengan starter 8 kg dipakai oleh keluarga dengan jumlah total anggota keluarga sebanyak 7 orang. Sampah rumah tangga yang diolah di keranjang ini maksimal 1,5 kg per hari. Keranjang kompos Takakura adalah hasil penelitian dari seorang ahli Mr. Koji TAKAKURA dari Jepang. Mr. Takakura melakukan penelitian di Surabaya untuk mencari sistem pengolahan sampah organik. Selama kurang lebih setahun Mr. Takakura bekerja mengolah sampah dengan membiakkan bakteri tertentu yang memakan sampah organik tanpa menimbulkan bau dan tidak menimbulkan cairan. Dalam pelaksanaan penelitiannya, Mr. Takakura mengambil sampah rumah tangga, kemudian sampah dipilah dan dibuat beberapa percobaan untuk menemukan bakteri yang sesuai untuk pengomposan. Jenis bakteri yang dikembang-biakkan oleh Takakura inilah yang kemudian dijadikan starter kit bagi keranjang Takakura. Hasil percobaan itu, Mr. Takakura menemukan keranjang yang disebut Takakura Home Method yang dilingkungan masyarakat lebih dikenal dengan nama keranjang sakti Takakura. Selain Sistem Takakura Home Method, Mr. Takakura juga menemukan bentukbentuk lain ada yang berbentuk Takakura Susun Method, atau modifikasi yang berbentuk tas atau kontainer. Penelitian lain yang dilakukan Takakura adalah pengolahan sampah pasar menjadi kompos. Akan tetapi Takakura Home Method adalah sistem pengomposan yang paling dikenal dan disukai masyarakat karena kepraktisannya. Mr. Takakura, melakukan penelitian di Surabaya sebagai bagian dari kerjasama antara Kota Surabaya dan Kota Kitakyushu di Jepang. Kerjasama antar kedua kota difokuskan pada pengelolaan lingkungan hidup. Bentuk kerjasama berupa pemberian bantuan teknis kepada kota Surabaya. Bantuan teknis yang diberikan Pemerintah Jepang adalah dengan menugaskan sejumlah tenaga ahli untuk melakukan penelitian tentang pengolahan 4

sampah yang paling sesuai dengan kondisi Surabaya. Mr. Takakura adalah salah satu ahli yang ditugaskan itu. Kerjasama Kitakyushu-Surabaya untuk mengelola sampah dimulai dari tahun 2001 sampai 2006. Takakura menjadi peneliti kompos selama kerjasama tersebut sekaligus sebagai ahli pemberdayaan masyarakat. Selama itu Takakura dan timnya secara berkala datang ke Surabaya untuk melakukan penelitian dan melaksanakan hasil penelitian itu. Sumbangsih Mr. Takakura terhadap upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat sangatlah besar. Keberhasilan itu malah diapresiasi oleh lembaga internasional IGES (Institut for Global Environment and Strategy). Keberhasilan Mr. Takakura menemukan sistem kompos yang praktis tidak saja memberikan sumbangsih bagi teknologi penguraian sampah organik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pengelolaan sampah berbasis komunitas.

2.

Keunggulan Keranjang Takakura 1. Praktis dan murah untuk mengkompos di dalam ruangan dibanding kebanyakan metode pengkomposan lainnya yang harus dilakukan diluar ruangan. 2. Ukuran keranjang relatif kecil tetapi kinerjanya tinggi : mampu mengkompos dengan cepat dan kecil kemungkinan terjadi bau. Walaupun ruang yang disisakan untuk mengkompos hanya 1/3 wadah, tetapi wadah akan penuh paling cepat 2-3 bulan, untuk masukan 1-2 kg sampah per hari dengan jumlah anggota keluarga 5 7 orang. 3. Alat dan bahannya mudah diperoleh, bahkan dapat dibuat sendiri media dan isinya.

3.

Jenis-jenis sampah yang dapat diolah keranjang Takakura Pada dasarnya keranjang Takakura dapat digunakan untuk mengkompos semua bahan organis (semua bahan yang berasal dari hewan dan tumbuhan). Dimana jumlah rataratanya sekitar 50 % dari sampah rumah tangga. Keranjang Takakura dirancang untuk mengolah sampah sisa-sisa makanan, termasuk berbagai sisa bahan pada saat memasak. Contoh / jenis sampah organik yang dapat dimasukkan : a. Sampah sayur baru & sisa sayur basi (Sisa-sisa sayur sebelum dimasukkan harus dipotong kecil-kecil dan Idealnya sisa sayuran tersebut belum basi. Namun bila sayur telah basi, cuci sayuran tersebut terlebih dahulu, peras, dan buang airnya). b. Sisa nasi & sisa makan pagi, siang ataupun malam c. Sampah buah (anggur, kulit jeruk, apel dll) hindari memasukkan kulit buah yang keras seperti kulit salak. 5

d. Sampah ikan laut atau ikan tawar dan daging dapat diolah tapi jumlahnya jangan sampai terlalu banyak. 4. Proses pembuatan keranjang Takakura a. Alat dan bahan : Keranjang laundry dengan tutupnya 1 buah Kardus bekas sekiranya cukup untuk dimasukkan ke dalam keranjang plastik Gunting 1 buah Isolasi secukupnya untuk merekatkan kardus pada keranjang Kain jaring 1 meter. Cetok / garu 1 buah Jarum jahit dan benang untuk menjahit bantalan sekam Sekam secukupnya masukkan dalam kain yang mudah menyerap air kemudian jahit menyerupai bantal, buat 2 bantal sekam. Kompos siap pakai sebagai starter. Sampah organik seperti sayuran, buah, dan nasi yang sudah ditiriskan dulu agar bebas air lalu dicacah kecil- kecil. b. Proses pembuatan Siapkan 1 buah keranjang plastik yang berlubang-lubang untuk sirkulasi udara (keranjang laundry) yang bertutup. Ukurannya hanya sekitar 50 liter, biasanya digunakan untuk keranjang wadah pakaian kotor sebelum dicuci

Ambil kardus dan potong dengan menggunakan gunting sesuai ukuran keranjang lalu tempelkam potongan kardus tadi di sekeliling bagian dalam keranjang. Tekan-tekan supaya masuk dan pas sehingga keranjang bisa ditutup. Kardus berfungsi sebagai perangkap starter kompos agar tidak tumpah, karena keranjang 6

yang dipakai memiliki lubang yang relatif besar.

Gunting kain jaring untuk membuat dua kantong bantalan sekam sesuai ukuran alas dan bagian atas keranjang dengan cara menjahit bagian tepi jaring. Setelah jaring berbentuk kantong, isi masing-masing kantong jaring dengan sekam secukupnya lalu jahit hingga menyerupai bantal. Jahit dengan gaya bebas semampunya. Bentuk akhir mirip bantal sekam, lebih padat lebih bagus. Buat dua buah.

Setelah bagian dalam keranjang terlapisi kardus, masukkan satu buah bantal sekam pada alas keranjang. Ini gunanya supaya cairan sampah dan kompos tidak merembes. Bantal sekam di bagian bawah keranjang berfungsi sebagai penampung air lindi dari sampah bila ada, sehingga bisa menyerap bau. Bantal sekam juga berfungsi sebagai alat kontrol udara di tempat pengomposan agar bakteri berkembang dengan baik.

Masukkan kompos siap pakai ke dalam keranjang kurang lebih

Recommended

View more >