makalah phylum echinodermata

Download Makalah Phylum Echinodermata

Post on 09-Feb-2016

1.202 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

echinodermata

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar BelakangIndonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki panjang pantai sekitar 81.000 km. Dengan kondisi alam dan iklim yang hampir tidak banyak mengalami perubahan sepanjang tahun, perairan pantai Indonesia sangat memungkinkan bila memiliki banyak jenis biota ekonomis.Echinodermata merupakan hewantriploblastik selomata. Hewan ini tubuhnya berduri terdapat 6750 spesies hidup. Tubuhnya mempunyai bentuk simetri radial yang dibagi menjadi lima bagian. Rangka berupa keping-keping kapur terdapat di dalam kulit dan pada umumnya mempunyai duri. Semua Echinodermata hidup di laut. Gerakan Echinodermata lambat dan gerakannya menggunakan kaki pembuluh (kaki ambulakral).Hewan-hewan ini dibagi ke dalam lima kelompok utama antara lain bintang laut (Astreroidea), landak laut (Echinoidea), bintang ular (Ophiuroidea), lili laut (Crinoidea), bulu babi (Echinoidea) dan teripang (Holothuroidea). Hewan-hewan ini sangat umum dijumpai di daerah pantai terutama di daerah terumbu karang. Di Indonesia dan sekitarnya (kawasan Indo-Pasifik Barat) terdapat bintang laut 87 jenis, landak laut 84 jenis, bintang ular 142 jenis, lili laut 91 jenis, dan teripang sebanyak 141 jenis. Makanannya berupa sisa organisme yang telah mati atau organisme lain yang lebih kecil.Peranan hewan ini cukup besar bagi sumber daya manusia dimana merupakan sumber makanan yang bergizi dan nilai jual dari teripang ini cukup mahal diekspor ke luar negeri. Beberapa jenis Echinodermata mempunyai manfaat untuk makanan, misalnya tripang dan telur bulu babi. Selain itu, banyak hewan ini yang bertindak sebagai pembersih karena memakan bangkai atau sisa-sisa hewan lain yang terdapat di pantai. Akan tetapi, ada jenis-jenis tertentu dari bintang laut yang dapat merusak binatang karang sehingga banyak yang mati karena dimakan.

BAB IIPengertian, dan Ciri Umum Filum Echinodermata

2.1. Pengertian Filum EchinodermataEchinodermata berasal dari bahasa Yunani yaitu echinos berarti landak, derma berarti kulit. Jadi echinodermata berarti hewan yang kulitnya berduri-duri. Hewan ini biasanya hidup di pantai dan di dalam laut sampai kedalaman sekitar 366 m. Sebagian hidup bebas, hanya gerakannya lamban, tidak ada yang parasit.Keistimewaan Echinodermata adalah memiliki tubuh (organ tubuh) lima atau kelipatannya. Di samping itu, hewan ini memiliki saluran air yang sering disebut sistem ambulakral. Sistem ini digunakan untuk bergerak, bernafas, atau untuk membuka mangsanya yang memiliki cangkok. Ciri umum lainnya adalah pada waktu masih larva tubuhnya berbentuk simatrisbilateral dan hidup sebagai plankton kemudian bermetamorfosa menjadi simetris radial ketika dewasa, tidak berkepala, tubuh tersusun dalam sumbu oval aboral. Echinodermata tidak mempunyai sendi ataupun rangka untuk bergerak (walaupun Echinodermata mempunyai rangka luar), melainkan bergerak menggunakan sistem hidrolik saluran air (water vascular system) yang membantunya dalam pergerakan. Sistem saluran air mempunyai banyak tonjolan-tonjolan yang disebut sebagai kaki tabung (tube feet) pada bagian ventral lengan yang membantunya dalam pergerakan dan makan. Tubuh tertutup epidermis tipis yang menyelubungi rangka messodermal (rangka di dalam). Rangka terdiri atas ossicle atau pelat-pelat kapur yang dapat digerakkan atau tidak. (Via Rifkia, S. Far)

Gambar 1. (a) Bintang laut; (b) Bintang ular laut; (c) Bulu babi; (d) Mentimun laut

Permukaan tubuh terbagi menjadi 5 bagian yang simetris terdiri atas daerah ambulakral (tempat menjulurnya kaki tabung dan daerah interambulakral (inter radii) yang tidak ada kaki tabungnya. Sistem ambulakral sebenarnya merupakan sistem saluran air. Sistem saluran air ini terdiri atas:a. Madreporit, merupakan lubang tempat masuknya air dari luar tubuh.b. Saluran batuc. Saluran cincind. Saluran radial, meluas ke seluruh tubuh.e. Saluran lateralf. Ampulag. Kaki tabungSistem ini berfungsi untuk bergerak, bernafas atau membuka mangsa. Pada hewan ini air laut masuk melalui lempeng dorsal yang berlubang-lubang kecil (madreporit) menuju ke pembuluh batu. Kemudian dilanjutkan ke saluran cincin yang mempunyai cabang ke lima tangannya atau disebut saluran radial selanjutnya ke saluran lateral. Pada setiap cabang terdapat deretan kaki tabung dan berpasangan dengan semacam gelembung berotot atau disebut juga ampula. Dari saluran lateral, air masuk ke ampula. Saluran ini berkahir di ampula rongga tubuh (coelem) luas dan dilapisi peritoneum bercilia dalam perkembangannya sebagian tubuh menjadi sistem pembuluh air terdiri avertebrata lainnya. Sistem pembuluh air terdiri atas madreporit, saluran batu, saluran cincin, saluran radial, saluran lateral, ampula dan kaki tabung. Sistem air ini berfungsi untuk menggerakkan kaki tabung dengan cara mengatur masuk dan keluarnya air laut melalui madeporit kontraksi ampula mengatur volume air dalam kaki tabung, berarti mengatur gerak kaki tabung. Kaki tabung berfungsi untuk merayap, berpegang pada substrat, memegang mangsa atau membantu pertukaran gas O2 dan CO2. (dr. Rr. Putri Adimukti)

Gambar 2. Struktur tubuh bintang laut2.2. Sistem Reproduksi Filum EchinodermataEchinodermata mempunyai jenis kelamin terpisah, sehingga ada yang jantan dan betina. Fertilisasi terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam air laut. Telur yang telah dibuahi akan membelah secara cepat menghasilkan blastula, dan selanjutnya berkembang menjadi gastrula. Gastrula ini berkembang menjadi larva. Larva atau disebut juga bipinnaria berbentuk bilateral simetri. Larva ini berenang bebas di dalam air mencari tempat yang cocok hingga menjadi branchidaria, lalu mengalami metamorfosis dan akhirnya menjadi dewasa.

Gambar 3. Perkembangan telur bintang laut setelah terjadi pembuahan.

Sistem reproduksi dari filum echinodermata ini berada sesuai dengan jenisnya. Seperti pada kelas asteroidea melakukan reproduksi dengan cara asexsual (pembelahan) yang disebut fissiparity artinya membelah dengan jalan fission diawali dengan penyekatan pisin pusat menjadi 2 bagian kemudian memisah dan masing-masing potongan melengkapi bagian tubuhnya. Ada juga secara sexual dioecius mempunyai 5 pasang gonad pada tiap tangannya. Telur dan sperma dilepas ke air, pembuahan di luar, 2 hari kemudian menjadi blastula yang berenang bebas dan masih simetri bilateral, gastrula dan larva bipinnaria, enam atau tujuh minggu kemudian larva turun ke substrat dan mengalami metamorfora menjadi bentuk simetri radial seperti yang dewasa. Untuk kelas ophiurridem juga dioecius, pembuahan di luar, larvanya disebut ophiopluteus yang berenang bebas untuk kelas echinoidea sama dengan ophiurridea, hanya nama larva yang dihasilkan disebut echinopluteus. Untuk kelas holothuridea dioecius tetapi ada yang hermaprodit porotandri, gonad hanya sebuah berbentuk seperti sekat pembuluh yang bercabang dan menyatu menjadi gonaduct yang berhubungan dengan gonopore di pangkal tentakel. Larvanya disebut auricularia untuk kelas crinoidea dioecius. Gonad terletak pada pangkal beberapa pinnule atau pangkal tangan, pembuahan di luar. Larvanya disebut vitelaria yang tidak makan, berenang bebas untuk beberapa hari selanjutnya turun dan melekat dan menjalani proses metamorfosa menjadi bentuk larva bertangkai yang kecil disebut larva pentacrinoid.

2.3. Sistem PencernaanSistem pencernaan makanan hewan ini sudah sempurna. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang posisinya berada di bawah permukaan tubuh. Kemudian diteruskan melalui faring, ke kerongkongan, ke lambung, lalu ke usus, dan terakhir di anus. Anus ini letaknya ada di permukaan atas tubuh dan pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi. Pada hewan ini lambung memiliki cabang lima yang masing-masing cabang menuju ke lengan. Di masing-masing lengan ini lambungnya bercabang dua, tetapi ujungnya buntu.Kebiasaan makan dari filum echinodermata juga berbeda berdasarkan jenisnya. Untuk kelas asteroidean termasuk karnivora dan memangsa berbagai avertebrata lain, polip colentrata dan ikan, bahakan ada yang makan bangkai. Untuk kelas ophiroidea merupakan suspention feeder beberapa sebagai filter feeder atau deposit feeder dan seavenger. Untuk jenis echionoidea mempunyai gigi 5 buah, tajam kuat digunakan untuk mengunyah (Lentera Aristoteles). Makanannya adalah ganggang, hewan sessile, bangkai dan detritus.

2.4. Sistem RespirasiEchinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae (Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria. Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ada pula beberapa jenis Echinodermata yang bernafas dengan menggunakan kaki tabung. Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh amoebacyte (sel-sel amoeboid) ke dermal branchiae untuk selanjutnya dilepas ke luar tubuh.

2.5. Sistem Peredaran DarahSistem peredaran darah Echinodermata umumnya tereduksi, sukar diamati. Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh darah yang mengelilingi mulut dan dihubungkan dengan lima buah pembuluh radial ke setiap bagian lengan.

2.6. Sistem SarafSistem saraf terdiri dari cincin saraf dan tali saraf pada bagian lengan-lengannya.

Gambar 4. Struktur umum bagian tubuh bintang laut. (dr. Rr. Putri Adimukti)

BAB. IIIKlasifikasi Echinodrmata. Penyebaran, Isolasi Bahan Aktif, Cara Pengolahan dan Kegunaan Zat AktifFilum Echinodermata dilasifikasikan dalam 5 kelas, yaitu:1. Kelas Asteroidea (Sea Star)2. Kelas Ophiuroidea (Brittle Star)3. Kelas Echinoidean (Sea Urchin)4. Kelas Crinoidea (Sea Lilies)5. Kelas Holothuroidea (Sea Cucumber)3.1. Kelas Asteroidea (Sea Star)Biasanya disebut bintang laut, karena bentuk tubuhnya seperti bintang (penta merous), tangannya 5 buah, diameter antara 10-20 cm. Tangan bagian bawah disebut oral sedangkan bagian atas disebut obural. Dari mulut sampai ujung tangan terdapat lekukan memanjang. Pada tiap lekukan terdapat duri-duri yang dapat dige