makalah pembiayaan agb

Download makalah pembiayaan AGB

Post on 30-Oct-2015

318 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah penyimpanga

TRANSCRIPT

MATA KULIAH PEMBIAYAAN AGRIBISNIS I

Efektifitas Pembiayaan Pertanian Dengan PUAP

Oleh :

1. Adrian Bobby Purba

(H34124036)2. Eko Alfredo Damanik

(H34124023)3. Ratnanta Indriani C.

(H34124028)4. Yunita Fadhilah

(H34124049)5. Yuvita Alfanurani

(H34124015)

Dosen

: Feryanto W.K SP, M.SiHari / Tanggal: Kamis, 28 Maret 2013

Praktikum: VII

Ruang

: Kimia

Departemen AgribisnisFakultas Ekonomi dan Manajemen

Institut Pertanian Bogor

2013LEMBAR PENGESAHANEfektifitas Pembiayaan Pertanian Dengan PUAPNama Ketua Kelompok: Adrian Boby Purba

(H34124023)Anggota

: 1. Eko Alfredo Damanik

(H34124036) 2. Ratnanta Indriani C.

(H34124028) 3. Yunita Fadhilah

(H34124049) 4. Yuvita Alfanurani

(H34124015)Dosen Praktikum

: Feryanto W.K SP, M.SiTugas akhir ini merupakan bagian dari syarat Mk. Pembiayaan Agribisnis

Bogor, 28 Maret 2013

Mengetahui,

Dosen Praktikum

Ketua Kelompok

( Feryanto W.K SP, M.Si )

(Adrian Boby Purba)Mengetahui,

Koordinator Matakuliah Pembiayaan Agribisnis

Departemen Agribisnis

Fakultas Ekonomi dan Manajemen

Institut Pertanian Bogor

(Dr. Ir. Dwi Rachmina, M.Si)

RINGKASANProgram Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) adalah program yang diinisiasi oleh Kementrian Pertanian. Menteri Pertanian membentuk Tim Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan melalui Keputusan Menteri Pertanian (KEPMENTAN) Nomor 545/Kpts/OT.160/9/2007. Program PUAP adalah bentuk fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani anggota, baik petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani.Program PUAP dilaksanakan oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan) serta didampingi oleh tenaga Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani (PMT). Keberadaan gapoktan sebagai ujung tombak pelaksanaan PUAP di lapanganan diharapkan dapat mempengaruhi masyarakat petani untuk ikut berpartisipasi dalam program PUAP. Untuk itu sangat diperlukan kelembagaan gapoktan yang aktif dan kehadiran pemimpin yang mampu memotivasi masyarakat untuk berperan serta aktif dalam program PUAP.Pelaksanaan PUAP yang sesuai dengan sistematika yang ada. Sehingga, penyampaian banuan modal sampai ke tangan yang tepat yaitu Gapoktan yang membutuhkan. Maka akan tercapai keberhasilan Gapoktan itu sendiri. Adapun pelaksanaanya untuk mencegah penyelewengan dana, maka diperlukan penyaluran dana yang transparan. Ini biasanya memiliki koridoryang penting yaitu Gapoktan didampingi oleh Tenaga Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani. PUAP dilaksanakan secara terintegrasi dengan kegiatan Departemen Pertanian maupun kementrian atau lembaga lain dibawah payung program PNPM mandiri.Cara mendapatkan PUAP yaitu kelompok tani harus terlebih dahulu membuat RUA (Rencana Usaha Anggota) kemudian RUA ini dikembangkan dalam bentuk RUK (RencanaUsaha Kelompok). Dari RUK inilah ditetapkan RUB (Rencana Usaha Bersama) yang menjadi acuan dalam pemberian dan pengelolan PUAP tersebut. Transparansi penyampaian dana melalui rekening langsung ke Gapoktan. Dengan terkelolanya koridor ini dengan baik, maka kelembagaan petani akan mampu mengelola dan meningkatkan usaha pertanian sampai usaha pertaniannya berkembang.

Ketiga jurnal yang kami bahas dalam makalah ini menunjukkan, bahwa rata-rata hasil keluaran PUAP efisiensi untuk mengembangkan usaha pertanian yang ada didaerah. Hal ini ditunjukkan dengan indicator output dan outcome yang tepat pada sasaran. Tetapi pada jurnal ketiga PUAP belum efisien, dikarenakan terkendala oleh letak geografis yang kurang mendukung, sehingga penyaluran dana PUAP belum optimal.KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis haturkan ke hadirat Allah SWT karena rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Penulisan Tugas Akhir Matakuliah Pembiayaan Agribisnis ini. Tema yang dipilih adalah Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), dengan judul Efektivitas Pembiayaan Pertanian dengan PUAP. Penulis menyadari bahwa Penulisan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan karena bantuan berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Feryanto W.K SP, M.Si selaku dosen praktikum atas saran, arahan dan motivasinya dalam penyusunan tugas, serta saran dan koreksiannya. Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan Ibu Dr. Ir. Dwi Rachmina, M.Si selaku Koordinator Matakuliah Pembiayaan Agribisnis yang telah memberikan ilmu selama kegiatan perkuliahan. Semoga Penulisan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

Bogor, Maret 2013Penulis DAFTAR ISIiiLEMBAR PENGESAHAN

iiRINGKASAN

iiiKATA PENGANTAR

ivDAFTAR ISI

vDAFTAR TABEL

viDAFTAR LAMPIRAN

7I.PENDAHULUAN

71.1Latar Belakang

21.2Perumusan Masalah

21.3Tujuan

3II.KERANGKA TEORI

32.1Program PUAP

42.2Indikator Keberhasilan PUAP

52.3Pengertian Pembiayaan

6III.METODE PENULISAN

63.1Pengumpulan Data

63.2Metode Analisis

7IV.PEMBAHASAN

14DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR TABEL

7Tabel 1. Pendapatan Petani Sebelum dan Sesudah Menerima Danaa PUAP

8Tabel 2. Data Kecamatan di Kabupaten ManokwariPenerima Dana Gapoktan

10Tabel 3. Kondisi Awal Gapoktan, PPL Pendamping, PMT, RUB Gapoktan PUAP 2008

11Tabel 4. Nilai Penyaluran, Jumlah Nilai Usaha Akhir Gapoktan PUAP 2008

DAFTAR LAMPIRAN12Lampiran 1. PUAP Di Jawa Tengah Menuju ke Keberhasilan..

14Lampiran 2. Gapoktan Serang Sukses Makmur Diminati Banyak Perbankan

I. PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangKemiskinan di perdesaan akan terus manjadi masalah pokok nasional sehingga penanggulangan kemiskinan tetap menjadi program prioritas untuk tercapainya kesejahteraan sosial bagi masyarakat. Oleh karena itu pembangunan ekonomi nasional berbasis pertanian dan perdesaan secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada pengurangan penduduk miskin. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2009 jumlah penduduk miskin tercatat 32,53 juta jiwa (14,15%). Dari jumlah tersebut sekitar 20,65 juta jiwa berada di perdesaan dengan mata pencaharian utama di sektor pertanian. Pada umumnya petani di perdesaan berada pada skala usaha mikro yang memiliki luas lahan salah lebih kecil dari 0,3 hektar. Pada bulan Maret 2010, BPS mencatat jumlah penduduk miskin turun menjadi 31,02 juta jiwa (13,33%). Pemerintah telah berhasil menurunkan angka kemiskinan sebanyak 1,57 juta jiwa (0,82%). Meskipun demikian, kemiskinan akan tetap menjadi sorotan bagi pemerintah, oleh karena itu Kementerian Pertanian mulai tahun 2008 telah melaksanakan program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dibawah koordinasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri) dan berada dalam kelompok program pemberdayaan masyarakat.PUAP merupakan program kementerian pertanian bagi petani di perdesaan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, dan kesejahteraandengan memberikan fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani yang salah satu tujuannya yaitu memberikan kepastian akses pembiayaan kepada petani anggota Gapoktan. Gabungan Kelompok Tani penerima dana PUAP sebagai kelembagaan tani pelaksana PUAP tentunya menjadi salah satu penentu sekaligus indikator bagi keberhasilan program PUAP itu sendiri.Pelaksanaan PUAP diharapkan dapat menjadi jalan tumbuh dan berkembangnya Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) yang dimiliki dan dikelola oleh Gapoktan di pedesaan.Tersalurkannya dana BLM PUAP kepada petani, buruh tani dan rumah tangga tani miskin anggota Gapoktan sebagai modal untuk melakukan usaha produktif pertanian, merupakan slah satu ciri keberhasilan pelaksanaan PUAP. Keberhasilan tersebut akan berdampak pada peningkatan produktivitas, berkembangnya usaha mikro yang dimiliki oleh para petani kecil, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat kecil, yang menjadi target utama dari pengadaan program PUAP tersebut.1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan hal-hal yang telah disampaikan di atas, rumusan masalah yang diangkat kali ini adalah :

a. Seberapa jauh pemerintah dapat melihat permasalahan mendasar yang dihadapi petani (kurangnya akses kepada sumber permodalan, pasar dan teknologi, serta organisasi tani yang masih lemah).b. Seberapa jauh peranan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) yang dilaksanakan oleh Departemen Pertanian dalam menanggulangi kemiskinan masyarakat kecil.c. Seberapa besar dampak dari program PUAP jika dilihat dari beberapa indikator keberhasilan dalam melihat keefektifan program tersebut terhadap pengembangan usaha dibidang agribisnis dan penigkatan pendapatan para masyarakat kecil.1.3 Tujuan

Berdasarkan dari rincian permasalahan diatas, maka tujuan penulisan makalah ini adalah :a. Memberikan gambaran umum mengenai permasalahan atau hambatan-hambatan yang dihadapi masyarakat petani miskin.b. Melihat peranan pemerintah melalui PUAP dalam menanggulangi permasalahan masyarakat petani miskin.

c. Melihat efisiensi atau dampak yang menunjukkan adanya keberhasilan penyaluran dana PUAP berdasarkan indikator-indikator tertentu.II. KERANGKA TEORI1.4 Program PUAP

Permasalahan mendasar yang dihadapi petani adalah kurangnya akses kepada sumber permodalan, pasar dan teknologi, serta organisasi tani yang masih lemah. Untuk itu, program penanggulangan kemiskinan merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka. Salah satu program yang bertujuan kepada pengentasan kemiskinan di Perdesaan adalah Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP). Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan salah satu program yang bertujuan mengurangi kemiskinan.

Program Pengembangan Usaha Agribisnis Per