makalah akpi - pancing tonda

Download Makalah AKPI - Pancing Tonda

Post on 02-Feb-2016

103 views

Category:

Documents

17 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pancing Tonda #FPIKUNPAD2014

TRANSCRIPT

Diajukan Sebagai Tugas Mata Kuliah Alat Dan Kapal Penangkapan Ikan

Dosen : Prof. Dr. Ir. H. Dulmiad Iriana

PANCING TONDA

DISUSUN OLEH :

1. Alya Mirza ( 230110140016 )2. Fakhrizal Dwi R( 230110140140 )3. M. Ihsan Fadhyllah( 230110140157 )4. Dedeh Priyatna S( 230110140169 )5. Dwi Ari( 230110140183 )6. Nita Ulfah K( 230110140196 )

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTANUNIVERSITAS PADJADJARANJATINANGOR2015

KATA PENGANTARAlhamdulillahirabbilalamin. Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Alat dan Kapal Penangkapan Ikan ini dengan judul Pancing Tonda.Makalah ini dikerjakan guna untuk memenuhi tugas mata kuliah Alat dan Kapal Penangkapan Ikan, UNPAD. Terwujudnya makalah ini tentunya tidak lepas dari dorongan dan bantuan berbagai pihak yang telah mendorong dan membimbing penulis, baik tenaga, ide-ide, maupun pemikiran. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Ir. H. Dulmiad Iriana selaku Dosen Mata Kuliah Alat dan Kapal Penangkapan Ikan yang telah memberikan tugas mengenai makalah ini sehingga pengetahuan kami dalam penulisan Makalah ini semakin bertambah. 2. Teman-teman tim penulis yang telah memberikan semangat dan dukungan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. 3. Pihak-pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, yang turut membantu penyusunan makalah ini. Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian makalah ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak demi perbaikan-perbaikan ke depan. Semoga isi makalah ini bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan dan juga dapat dijadikan sebagai salah satu sumber referensi bagi peneliti selanjutnya yang berminat meneliti hal yang sama.

Jatinangor, 13 Oktober 2015Tim Penulis,DAFTAR ISI

DAFTAR ISIiiBAB I1PENDAHULUAN11.1 Latar Belakang11.2 Rumusan Masalah21.3 Tujuan Masalah2BAB II3PEMBAHASAN32.1 Definisi dan Klasifikasi Pancing Tonda32.2 Konstruksi Pancing Tonda32.3 Gambar Pancing Tonda42.4 Bahan Masing-masing Perangkat62.5 Jumlah Nelayan dan Pekerjaannya72.6 Ukuran, Dimensi dan Gambar Kapal82.7 Alat Bantu Pancing Tonda122.8 Umpan Pancing Tonda172.9 Metode Pengoperasian Pancing Tonda172.10 Daerah Pengoperasian192.11 Hasil Tangkapan19BAB III23PENUTUP233.1 Kesimpulan233.2 Saran23DAFTAR PUSTAKA24

i

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangIndonesia sebagai negara kepulauan memiliki sekitar 17.508 pulau, panjang garis pantai kurang lebih 81.000 km memiliki luas wilayah laut 5,8 juta km2 dengan dugaan potensi perikanan sebesar 6,1 juta ton per tahun. Tingkat pemanfaatan potensi ini diduga telah mencapai sekitar 60 % (Nikijuluw, 2002). Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan, tujuan pembangunan perikanan tangkap yaitu : (1) meningkatkan kesejahteraan nelayan; dan (2) menjaga kelestarian sumberdaya ikan dan lingkungannya. Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, DKP (2004) mencantumkan sasaran pembangunan sub-sektor perikanan tangkap yang ingin dicapai pada akhir 2009 sebagai berikut : (1) tercapainya produksi perikanan tangkap sebesar 5,472 juta ton; (2) meningkatnya pendapatan nelayan rata-rata menjadi Rp 1,5 juta/bulan; (3) meningkatnya nilai eksport hasil perikanan menjadi US$ 5,5 milyar; (4) meningkatnya konsumsi dalam negeri menjadi 30 kg/kapita/tahun dan (5) penyerapan tenaga kerja perikanan tangkap (termasuk nelayan) sekitar 4 juta orang. Usaha pengembangan penangkapan ikan menghadapi beberapa kendala yang unik dan tidak ditemui pada produksi sektor pertanian lainnya, seperti : (1) sumberdaya berada dalam air dan bergerak; (2) produknya mudah sekali rusak; (3) mempunyai zona kritis; (4) milik umum dan (5) adanya pengaruh-pengaruh kondisi alami dalam eksploitasinya seperti adanya musim, arus, dan gelombang. Dengan demikian dalam pengembangan usaha penangkapan ikan sangat diperlukan adanya pertimbangan-pertimbangan biologi, teknik, ekonomi dan sosial. Salah satu jenis sumberdaya ikan laut, yang mempunyai nilai ekonomis penting dan mempunyai prospek yang baik adalah ikan cakalang. Potensi ikan pelagis besar di wilayah pengelolaan perikanan (WPP 4) yaitu di Selat Makassar dan Laut Flores sebesar 193,60 (103 ton/tahun) dan produksinya sebesar 85,10 (103 ton/tahun), dengan tingkat pemanfaatan sebesar 43,96 %. (DKP RI, 2004). Teknologi penangkapan yang umum digunakan di Indonesia untuk memanfaatkan 2 potensi sumberdaya ikan cakalang adalah purse seine dan pancing ( pole and line,pancing tonda, pancing ulur dan long line), (Monintja, 1999)

1.2 Rumusan MasalahAdapun rumusan masalah dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :1. Bagaimana definisi dan klasifikasi Pancing Tonda ?2. Bagaimana konstruksi Pancing Tonda ?3. Apa saja bahan masing-masing perangkat ?4. Berapa jumlah nelayan dan bagaimana pembagian pekerjaannya ?5. Bagaimana ukuran, dimensi dan gambar kapal ?6. Apa saja alat bantu Pancing Tonda ?7. Apa jenis umpan yang dipakai untuk Pancing Tonda ?8. Bagaimana metode pengoperasian Pancing Tonda ?9. Dimana daerah pengoperasian Pancing Tonda ?10. Apa saja hasil tangkapan Pancing Tonda ?1.3 Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :1. Definisi dan klasifikasi Pancing Tonda.2. Konstruksi Pancing Tonda.3. Bahan masing-masing perangkat.4. Jumlah nelayan dan pekerjaannya.5. Ukuran, dimensi dan gambar kapal.6. Alat bantu Pancing Tonda.7. Umpan yang dipakai untuk Pancing Tonda.8. Metode pengoperasian Pancing Tonda.9. Daerah pengoperasian Pancing Tonda.10. Hasil tangkapan Pancing Tonda.

BAB IIPEMBAHASAN

2.1 Definisi dan Klasifikasi Pancing Tonda

Gambar 1. Ilustrasi Kapal dengan Pancing TondaPancing tonda dikenal dengan nama kap Tunda,pancing Irid,pancing pengencer,pancing pemalesan,pancing klewer dan masih banyak nama-nama daerah lainnya. Alat penangkap ikan pancing tonda termasuk aktif, terdiri dari tali, mata pancing, swivel dan umpan buatan yang juga berfungsi sebagai pemberat yang di tarik di atas kapal. Pancing tonda diklasifikasikan kedalam alat tangkap pancing (Subani dan Barus 1989).

2.2 Konstruksi Pancing Tonda

Gambar 2. Konstruksi Pancing TondaAlat tangkap ini terdiri atas line atau tali panjang, mata pancing, penggulung tali, dan pemberat (biasanya sekalian umpan buatan). Tali pancing terbuat dari bahan polyamide (PA) monofilament No 60, panjang 40 meter per unit. Mata pancing ukuran no 7 atau no 8 terbuat dari bahan besi sebanyak tiga buah yang diikat menjadi satu dengan memakai tipe simpul double sheet band. Penggulung tali terbuat dari bahan plastik atau kayu. Pemasangan bagian-bagian pancing dimulai dengan mengikat tiga buah pancing yang berukuran sama menjadi satu, kemudian masukkan tali pancing pada umpan buatan dari benang sutera. Setelah itu pancing diikatkan ke mata pancing sehingga satu unit pancing tonda siap dioperasikan (Handriana 2007). Parameter utama alat tangkap ini adalah jumlah dan ukuran mata pancing yang di operasikan dalam kegiatan penangkapan.

2.3 Gambar Pancing TondaPancing tonda terdiri dari 2 komponen utama, yaitu tali (line), mata pancing (hook), kili-kili (swivel), tali kawat (stainles steel), dan umpan. Tali pancing biasanya terbuat dari bahan benang katun, nylon, atau polyethylen. Mata pancing dibuat dari kawat baja, kuningan atau bahan lain yang anti karat. Jumlah mata pancing yang terdapat pada setiap perangkat pancing bisa tunggal atau ganda, tergantung jenis pancingnya. Ukuran mata pancing yang digunakan tergantung jenis pancingnya. (Subani dan Barus, 1989)Mata pancing yang digunakan bernomor 4, 5, dan 6. Ukuran pancing nomor 4 tinggi 6,5 cm dengan lebar 2,8 cm. Mata pancing nomor 5 tinggi 5,6 cm dengan lebar 2,5 cm. Sedangkan untuk mata pancing nomor 6 tinggi 5,2 cm dengan lebar 2,2 cm. (Nugroho, 2002). Parameter utama dari pancing tonda adalah ukuran mata pancingnya.

Gambar 3. Komponen Pancing Tonda

Gambar 4. Pancing Tonda

Tabel 1. Beberapa Sifat Pancing Tonda yang Digunakan Nelayan Di Beberapa Negara Indo-Pasifik

2.4 Bahan Masing-masing Perangkat

Gambar 5. Komponen Pancing TondaMenurut (Alam Ikan 3), pancing tonda terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu:a. Tali pancing yang terbuat dari polyamide monofilament no.60 dengan panjang 50 100 meter.

Gambar 6. Polyamide Monofilament no. 60b. Mata pancing bisa tunggal atau ganda tetapi ada juga yang menggunakan mata pancing 3 buah yang diikat menjadi satu memakai simpul double sheet band yang berfungsi untuk menjerat ikan.c. Penggulung tali dari bahan plastik dan kayu waru.

Gambar 7. Bagian-bagian Penggulung Talid. Kili kili (swivel) yang dipakai agar tali tidak terbelit. Parameter pancing Tonda adalah banyaknya mata pancing yang digunakan.

Gambar 8. Swivel2.5 Jumlah Nelayan dan Pekerjaannya

Gambar 9. Nelayan yang Mengoperasikan Pancing TondaJumlah nelayan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pancing tonda sebanyak 4-6 orang. Terdiri dari 1 orang nahkoda merangkap sebagai fishing master, 1 orang juru mesin dan 2-4 orang ABK yang masing-masing mengioperasikan satu atau lebih pancing pada saat operasi penangkapan berlangsung.

2.6 Ukuran, Dimensi dan Gambar KapalPancing tonda umumnya di operasikan dengan kapal pancing tonda berukuran sekitar 3-10 GT. Ukuran perahu di banda aceh panjangnya 15-20 m dengan mesin diesel dalam berkekuatan 33 HP yang menggunakan 15 pancing. Secara rinci spesifikasi perahu pancing tonda adalah sebagai berikut :1. Jenis perahu inboard engine (mesin dalam). 2. Dimensi : panjang (LOA) 10,75-12 meter (m), lebar (B) 2,85-3,50 meter (m), tinggi (D) 1-1,5 meter (m). 3. Bahan : kayu jati (Tektona grandis) dan kayu ulin (Eusi

Recommended

View more >