laporan akhir program p2m penerapan ??tangan orang dewasa. boneka jari merupakan media ......

Download LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN  ??tangan orang dewasa. Boneka jari merupakan media ... digunakan untuk mengembangkan kemampuan menyimak anak. ... bercerita menggunakan boneka

Post on 06-Feb-2018

214 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • LAPORAN AKHIR

    PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKS

    PELATIHAN PEMBUATAN BONEKA JARI DAN

    PENDAMPINGAN PENGGUNAANNYA BAGI

    GURU-GURU TK KECAMATAN SERIRIT

    Oleh:

    Luh Diah Surya Adnyani (Ketua)

    NIP : 198309232008122001

    Ni Putu Astiti Pratiwi (Anggota)

    NIP : 198808252015042002

    I Wayan Swandana (Anggota)

    NIP : 198411182015041002

    Putu Adi Krisna Juniarta (Anggota)

    NIP : 1987061222015041006

    Dibiayai dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Universitas Pendidikan Ganesha

    SPK No......................Tanggal.......................

    JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

    FAKULTAS BAHASA DAN SENI

    UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

    2017

  • 2

  • DAFTAR ISI

    Halaman Muka

    Pengesahan

    Daftar Isi .................................................................................................................... i

    BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 1

    1.1 Analisis Situasi ..................................................................................................... 1

    1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah ................................................................... 6

    1.3 Tujuan Kegiatan ................................................................................................... 6

    1.4 Manfaat Kegiatan ................................................................................................. 7

    BAB II METODE PELAKSANAAN ..................................................................... 8

    BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................................13

    BAB IV PENUTUP ................................................................................................17

    4.1 Simpulan ............................................................................................................. 17

    4.2 Saran ....................................................................................................................17

    DAFTAR PUSTAKA

    LAMPIRAN

    Absensi

    Foto-Foto Kegiatan

    Peta lokasi

  • DAFTAR TABEL

    Tabel 3.1 Hasil Observasi saat Pelatihan ...............................................................13

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1. Bagan Alur Kerangka Pemecahan Masalah P2M.................................... 8

    Gambar 2. Metode Kegiatan P2M...............................................................................10

    Gambar 3. Prosedur dan Alat Evaluasi........................................................................11

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Analisis Situasi

    Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.

    58, 2009, Taman Kanak-Kanak adalah tempat yang tepat untuk membantu anak-

    anak yang berada dalam usia emas. Dalam usia ini, mereka berada dalam masa

    pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani sesuai bakat, minat, dan sifat

    masing-masing. Usia emas atau dikenal dengan nama golden age merupakan usia

    dimana anak-anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik fisik maupun

    mental yang sangat pesat. Mereka mampu mempelajari banyak hal, meliputi aspek

    kognitif, bahasa, sosial, emosi, fisik, dan motorik dengan cepat.

    Usia emas tumbuh kembang anak merupakan usia yang sangat krusial

    karena sekitar 80 persen otak anak berkembang pada masa ini, segala informasi

    dapat diserap oleh anak tanpa melihat baik buruknya (Rahman, 2002). Untuk itu

    anak sangat perlu memperoleh pendampingan, dan bimbingan agar informasi

    dapat tercerna dengan baik. Lingkungan anak seperti keluarga, sekolah, dan

    masyarakat harus memberikan dukungan positif terhadap penyerapan informasi

    yang bermanfaat. Disinilah peran sekolah taman kanak-kanak diharapkan mampu

    memberi kontribusi untuk mengoptimalkan perkembangan anak mencerna

    informasi dengan meliputi beberapa aspek penting. Aspek-aspek tersebut adalah

    aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional,

    dan seni yang tercermin dalam keseimbangan kompetensi sikap pengetahuan, dan

    keterampilan (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 146 Tahun

    2014).

    Karena Taman Kanak-kanak memiliki peranan yang sangat penting, maka

    sudah seharusnya Taman Kanak-kanak dirancang dan dikelola dengan baik.

    Sebuah taman kanak-kanak diharapkan memiliki guru yang berilmu, terampil, dan

    berwawasan luas, serta memiliki fasilitas-fasilitas penunjang yang mampu

    merangsang guru untuk lebih kreatif. Guru-guru TK harus mampu memberikan

    pelayanan yang baik, menarik, dan kreatif agar dapat membantu anak-anak TK

  • 2

    dalam mengembangkan aspek-aspek penting yang berkembang pada usia emas

    tumbuh kembang anak.

    Kegiatan di sekolah yang dilaksanakan di TK haruslah menyenangkan

    agar anak-anak tidak merasa tertekan. Masitoh (2005) mengungkapkan bahwa

    terdapat beberapa strategi pembelajaran yang dapat diterapkan di TK, seperti

    strategi pembelajaran yang berpusat pada anak, yaitu membiarkan anak

    merencanakan dan melakukan sesuatu, sementara guru menyediakan fasilitas,

    strategi pembelajaran melalui bermain, bercerita, bernyanyi, dan strategi

    pembelajaran terpadu.

    Untuk dapat melakukan proses pembelajaran yang menarik menggunakan

    strategi-strategi tersebut, guru-guru TK diharapkan mampu menyiapkan media

    yang sesuai dengan perkembangan anak. Media adalah alat bantu yang dapat

    membuat anak memahami konsep yang diajarkan (Mumtahanah, 2014). Salah satu

    media yang dapat digunakan untuk pembelajaran di TK adalah boneka jari.

    Boneka jari atau dalam bahasa Inggris disebut finger puppet, dapat berupa kertas

    maupun kain yang dibentuk sesuai karakter yang diinginkan. Boneka tersebut

    berukuran mini sehingga dapat dimasukkan ke jari tangan dan kemudian

    dimainkan.

    Strategi pembelajaran yang diungkapkan Masitoh (2005) dapat diajarkan

    dengan bantuan media boneka jari. Pada strategi yang berpusat pada anak, guru

    mempersiapkan gambar kecil-kecil dan kertas, guru membiarkan anak

    menggunting dan menempel dan jadilah boneka jari yang kemudian dimainkan

    oleh anak. Boneka jari juga bisa sebagai media untuk bernyanyi, seperti lagu

    dengan tema keluarga. Selain itu sangat besar kemungkinan penggunaan boneka

    jari untuk bercerita. Berbagai cerita dapat disampaikan dengan bantuan media

    boneka jari. Anak-anak juga dapat bermain menggunakan boneka jari, yaitu

    bermain peran menggunakan karakter boneka jari yang diselipkan di jarinya.

    Mencermati bahwa media boneka jari sangat bermanfaat sebagai alat

    bantu untuk berbagai strategi pembelajaran untuk anak TK, maka sangat penting

    bagi guru TK untuk memiliki boneka jari.

  • 3

    Berdasarkan data yang diperoleh dari UPP Kecamatan Seririt, terdapat 29

    sekolah taman kanak-kanak di kecamatan tersebut. Dari 29 TK, lima diantaranya

    berstatus negeri, sementara 24 lainnya berstatus swasta. Berdasarkan wawancara

    dengan kepala sekolah dan guru-guru di beberapa TK, dapat disimpulkan bahwa

    guru-guru TK tersebut paham bahwa di TK seharusnya anak-anak bermain sambil

    belajar, dan dalam kegiatan bermain itu mereka diperkenalkan materi sederhana

    yang telah ditentukan oleh pemerintah. Guru-guru tersebut mengetahui bahwa

    mereka diharapkan membantu anak-anak didiknya untuk mengembangkan aspek-

    aspek penting anak usia dini, seperti nilai agama dan moral, fisik-motorik,

    kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni, sehingga terdapat keseimbangan

    kompetensi antara sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

    Tantangan dan kesulitan yang dialami guru-guru TK di beberapa sekolah

    adalah bagaimana cara mencapai aspek-aspek tersebut dengan menyenangkan

    sehingga anak-anak suka dan tidak takut pergi ke sekolah. Selama ini guru-guru

    tersebut mengajar dengan bantuan buku TK, dan sudah mengajak anak-anak untuk

    bermain, bernyanyi, dan bercerita. Namun akan lebih menarik jika kegiatan-

    kegiatan tersebut dilakukan dengan media, seperti boneka jari. Berdasarkan

    wawancara, mayoritas TK tidak memiliki boneka jari.

    Boneka jari tidak perlu dibeli dengan harga mahal. Guru-guru TK dapat

    membuat sendiri boneka jari sesuai dengan karakter yang diinginkan dan juga

    sesuai dengan cerita yang ingin disampaikan. Untuk itu sangat perlu diadakan

    pelatihan pembuatan boneka jari dan pendampingan penggunaannya bagi guru-

    guru TK di Kecamatan Seririt. Dengan membuat sendiri boneka jari, guru-guru

    dapat menuangkan kreativitasnya, yaitu dalam membentuk karakter boneka sesuai

    yang diinginkan dan diperlukan, seperti bentuk binatang, manusia, buah, dan

    lainnya. Guru-guru juga dapat membuat variasi boneka dengan berbagai warna

    sehingga media boneka jari akan menjadi lebih menarik.

    Saat boneka jari telah dimiliki, guru-guru bisa memperkenalkan kosakata,

    baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Guru-guru dapat

    menggunakan media tersebut utuk bernyanyi, bermain, dan bercerita. Dapat

  • 4

    dikatakan bahwa satu jenis media dapat dipakai untuk beberapa strategi

    pembelajaran. Hal ini sangat efektif dan efisien.

    Berdasarkan teori, boneka jari merupakan suatu media pembelajaran yang

    digunakan untuk menarik perhatian anak sehingga an