kohort fixx

Download Kohort Fixx

Post on 16-Sep-2015

40 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kohort

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangEpidemiologi adalah bagian dari ilmu kesehatan masyarakat yang mempelajari penyakit atau masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Epidemiologi mempelajari besar (frekuensi), penyebaran (distribusi) dan faktor-faktor yang mempengaruhi (determinan) penyakit /masalah kesehatan. Tujuan dari penerapan epidemiologi adalah untuk menentukan pencegahan dan penanggulangan yang tepat (Isna, 2011).Dalam penerapan ilmu epidemiologi akan sering dilakukan berbagai penelitian. Ada beberapa jenis rancangan penelitian yang biasa diterapkan, salah satunya adalah desain kohort. Kohort adalah jenis desain penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan dengan penyakit dengan membandingkan kelompok yang terpapar dengan kelompok yang tidak terpapar berdasarkan status penyakit (Dyah, 2011). Berdasarkan uraian diatas maka perlu dipelajari tentang rancangan penelitian kohort.

B. Rumusan MasalahApakah rancangan penelitian kohort?

C. Tujuan Penelitian1. Tujuan UmumMengetahui rancangan penelitian kohort.2. Tujuan Khususa. Mengetahui pengertian rancangan penelitian kohort.b. Mengetahui tujuan rancangan penelitian kohort.c. Mengetahui ciri-ciri rancangan penelitian kohort.d. Mengetahui jenis rancangan penelitian kohort.e. Mengetahui skema rancangan penelitian kohort.f. Mengetahui kelemahan rancangan penelitian kohort.g. Mengetahui kelebihan rancangan penelitian kohort.BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Penelitian KohortPenelitian Kohort adalah rancangan penelitian epidemiologi analitik observasional yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit, dengan cara membandingkan kelompok terpapar dan kelompok tidak terpapar berdasarkan status penyakit (Nuraini, 2010). Rancangan penelitian kohort disebut juga sebagai survai prospektif meskipun sesungguhnya kurang tepat. Rancangan penelitian ini merupakan rancangan penelitan epidemiologis noneksperimental yang paling kuat mengkaji hubungan antara faktor resiko dengan dampak atau efek suatu penyakit (Budiharto, 2008). Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan longitudinal ke depan, dengan mengkaji dinamika hubungan antara faktor resiko dengan efek suatu penyakit. Pendekatan yang dilakukan adalah mengidentifikasi faktor resiko, kemudian dinamikanya diikuti atau diamati sehingga timbul suatu efek atau penyakit (Budiharto, 2008).Penelitian prospektif merupakan salah satu penelitian yang bersifat logitudinal dengan mengikuti proses perjalanan penyakit ke depan bedasarkan urutan waktu. Penelitian prospektif ini dimaksudkan untuk menemukan insidensi penyakit pada kelompok yang terpajan oleh faktor resiko maupun pada kelompok yang tidak terpajan, kemudian insidensi penyakit pada kedua kelompok tersebut secara sistematik dibandingkan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan sebab-akibat antara pajanan dan penyakit yang diteliti. Kelompok yang diteliti tersebut dinamakan kohort. Peneliti prospektif kohort ini mengikuti paradigma dari sebab ke akibat (Budiarto, 2002).Dari uraian singkat di atas dapat dijelaskan bahwa secara garis besar proses perjalanan penelitian prospektif sebagai berikut:1. Pada awal penelitian, kelompok terpsjsn msupun kelompok tidsk terpsjsn belum mensmpsksn gejala penyakit yang diteliti.2. Kedua kelompok diikuti ke depan berdasarkan sekuens waktu (prospektif).3. Dilakukan pengamatan untuk mencari insidensi penyakit (efek) pada kedua kelompok.4. Insidensi penyakit pada kedua kelompok dibandingkan menggunakan perhitungan statistik untuk menguji hpotesis tentang hubungan sebab akibat antara pajanan dan insidensi penyakit (efek) (Budiarto, 2002).

Kesimpulan hasil penelitian diketahui dengan membandingkan subyek yang mempunyai efek positif (sakit) antara kelompok subyek dengan faktor resiko positif dan faktor resiko negatif (Kelompok kontrol) (Budiharto, 2008).

B. Karakteristik Penelitian Kohort1. Bersifat observasional2. Pengamatan dilakukan dari sebab ke akibat3. Disebut sebagai studi insidens4. Terdapat kelompok kontrol5. Terdapat hipotesis spesifik6. Dapat bersifat prospektif ataupun retrospektif7. Untuk kohort retrospektif, sumber datanya menggunakan data sekunder (Nuraini, 2010).

C. Langkah-Langkah Penelitian Kohort

1. Mengidentifikasi faktor resiko, dengan menentukan variabel terikat/bergantung, variabel bebas, variabel yang dikendalikan atau variabel kontrol.2. Menetapkan subyek penelitian dengan menetapkan populasi sampel.3. Memilih subyek dengan faktor resiko positif dari subyek efek negatif.4. Memilih subyek yang akan dijadikan kelompok kontrol.5. Mengobservasi perkembangan subyek sampai batas waktu tertentu atau ditentukan, diikuti dengan mengidentifikasi timbul atau timbulnya efek pada kedua kelompok.

D. Kegunaan Rancangan Penelitian KohortSecara garis besar rancangan analisis diperlukan agar orang dapat mengetahui analisis yang akan dilakukan oleh peneliti sehingga mudah dilakukan evaluasi terhadap hasil penelitian.Kegunaan yang diperoleh dengan penelitian kohort sebagai berikut :1. Penelitian kohort dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan normal (ontogenik) yang terjadi dengan berjalannya waktu karena intervensi yang dilakukan oleh alam berupa waktu. Misalnya, mempelajari pertumbuhan dan perkembangan anak selama 5 tahun sejak dilahirkan.2. Penelitian ini dapat pula digunakan untuk mempelajari timbulnya penyakit secara alamiah akibat pemajanan (patogenik) yang dilakukan oleh orang yang bersangkutan secara sengaja, misalkan merokok atau tidak sengaja memakan makanan atau minuman yang tercemari bakteri patogen. Misalnya mempelajari hubungan antara rokok dan penyakit jantung koroner atau mempelajari terjadinya kejadian luar biasa pada keracunan makanan.3. Penelitian kohort dapat digunakan untuk mempelajari perjalanan klinis suatu penyakit (patogresif), misalnya perkembangan penyakit karsinoma payudara.4. Rancangan penelitian ini dapat digunakan untuk mempelajari hubungan sebab-akibat.5. Penelitian kohort dapat digunakan untuk mempelajari insidensi penyakit yang diteliti.6. Penelitian kohort tidak memiliki hambatan masalah etis.7. Besarnya risiko relatif dan risiko atribut dapat dihitung secara langsung.8. Pada penelitian kohort dapat dilakukan perhitungan statistik untuk menguji hipotesis.9. Pada penelitian kohort dapat diketahui lebih dari satuout cometerhadap satu pemaparan, misalnya penelitian tentang hubungan antara rokok dan karsinoma paru-paru ternyata mempunyai hubungan juga dengan penyakit jantung, gastritis, karsinoma kandung kemih, dan lain-lain (Lesmana, 2012).

E. Kelebihan Dan Kekurangan Penelitian KohortKelebihan Penelitian Jenis Kohort1. Adanya kesesuaian dengan logika studi eksperimental dalam membuat inferensi kausal, yaitu penelitian dimulai dengan menentukan faktor penyebab yang diikuti dengan akibat.2. Peneliti dapat menghitung laju insidensi, sesuatu hal yang hampir tidak mungkin dilakukan pada studi kasus kontri, sehingga raju insidensi (idr).3. Sesuai untuk meneliti paparan yang langka.4. Memungkinkan peneliti mempelajari sejumlah efek secara serentak dan sebuah paparan.5. Bias yang terjadi kecil6. Tidak ada subyek yang sengaja dirugikan.7. Dapat mempelajari beberapa akibat dari suatu paparan8. Disain terbaik untuk menentukan insidens dan perjalanan penyakit.9. Menerangkan hubungan faktor risiko & outcome secara temporal dengan baik.10. Pilihan terbaik untuk kasus yang bersifat fatal dan progresifKelemahan Penelitian Kohort1. Membutuhkan waktu yang lebih lama dan biaya yang mahal.2. Pada kohort retrospektif, butuh data sekunder yang lengkap dan handal.3. Tidak efisien dan tidak praktis untuk mempelajari penyakit yang langka. : hilangnya subyek amatan selama masa penelitian.4. Tidak cocok menentukan merumuskan hipotesis tentang faktor etiologi lainnya untuk penyakit amatan.5. Risiko untuk hilangnya subyek selama penelitian, karena migrasi, partisipasi rendah atau meninggal (Ayu, 20010)

Sedangkan menurut Budiharto, 2008 keunggulan dan keterbatasan penelitian kohort sebagai berikut: 1. Dapat membandingkan dua kelompok, yaitu kelompok subyek dengan faktor resiko positif dan subyek dari kelompok kontrol sejak awal penelitian.2. Secara langsung menetapkan besarnya angka resiko dari waktu ke waktu.3. Keseragaman observasi terhadap faktor resiko maupun efek dari waktu ke waktu.

Selain keunggulan, penelitian kohort juga mempunyai keterbatasan, yaitu:1. Memerlukan waktu penelitian yang relatif cukup lama2. Memerlukan sarana dan prasarana serta pengolahan data yang lebih rumit.3. Kemungkinan adanya subyek penelitian yang drop out sehingga mengurangi ketepatan dan kecukupan data untuk dianalisis.4. Menyangkut etika sebab faktor resiko dari subyek yang diamati sampai terjadinya efek, menimbulkan ketidaknyamanan bagi subyek.BAB IIIPEMBAHASAN

A. Pengertian Observasional KohortPenelitian Observasional kohort merupakan penelitian epidemiologis analitis noneksperimental yang didasarkan pada pengamatan sekelompok penduduk tertentu dalam satu jangka waktu tertentu. Kelompok kohort adalah sekelompok penduduk yang memiliki persamaan dalam hal tertentu dan merupakan kelompok yang diamati sampai batas waktu tertentu. Dalam epidemiologi, subjek dalam studi kohort dipilih berdasarkan beberapa karakteristik tertentu yang dianggap sebagai faktor risiko terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan tertentu. Pada dasarnya studi kohort didasarkan pada pertanyaan "apa yang akanterjadi?" sehingga dengan demikian pengamatan ini bersifat prospektif.Kelompok penduduk yang diamati/diteliti (kelompok kohort) merupakan kelompok penduduk dengan dua kategori tertentu yakni yang terpapar dan yang tidak terpapar terhadap faktor yang dicurigai sebagai faktor risiko atau penyebab. Pada awal penelitian,semua anggota kelompok kohort harus bebas/tidak menderita penyakit atau mengalami gangguan kesehatan yang sedang diteliti, artinya semua yang menderita atau yang dicurigai menderita penyakit/out put yang akan diteliti harus di