jurnal upn

Download Jurnal UPN

Post on 31-Dec-2016

219 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 147

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIPENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERNPADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR PUBLIK

    Sri RahayuAlumni UPN Veteran Yogyakarta

    Abstract

    This study aims to determine the effect of audit quality, financial condition, the audit opinionthe previous year, the companys growth, and the size of the companys going-concern auditopinion. The sample in this study were manufacturing companies listed in Indonesia StockExchange from 2005 to 2007. The sampling technique is obtained as many as 63 companies.Testing the hypothesis in this study using logistic regression. The research concluded thatthe hypothesis of the first, third, and fifth accepted the proposed audit quality (X1), the auditopinion the previous year (X3), and company size (X5) has positive and significant effect ongoing-concern audit opinion, while the fourth hypothesis proposed rejected the companysfinancial condition (X2) and the growth of the company (X4) did not affect the going-concernaudit opinion. Variables previous years audit opinion is the most dominant variable effect ongoing-concern audit opinion.

    Keywords: Financial Condition and Going Concern Audit Opinion.

    Alamat Korespondensi: Ngawen Rt 05, Rw. 12 Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta

    1. PENDAHULUANHany et. al. (2003) mendefisikan going concern

    adalah kelangsungan hidup suatu badan usaha.Dengan adanya going concern maka suatu badanusaha dianggap akan mampu mempertahankankegiatan usaha dalam jangka waktu panjang, tidakakan dilikuidasi dalam jangka waktu pendek.Setiawan (2006) menyatakan bahwa going concernsebagai asumsi bahwa perusahaan dapat memper-tahankan hidupnya (going concern) secara langsung

    dapat mempengaruhi laporan keuangan. Laporankeuangan yang disiapkan menggunakan dasar goingconcern kemungkinan akan berbeda secarasubstansial dengan laporan keuangan yangdisiapkan pada asumsi bahwa perusahaan tidakgoing concern.

    Opini audit going concern merupakan opini yangdikeluarkan auditor untuk memastikan apakahperusahaan dapat mempertahankan kelangsunganhidupnya (SPAP, 2001). Auditor bertanggung jawab

    Kajian Akuntansi, Volume 4, Nomor 2, Desember 2009: 147-156 ISSN 1907 - 1442

  • 148 Kajian Akuntansi, Vol. 4, No. 2, Desember 2009: 146-156

    untuk menyediakan informasi yang mempunyaikualitas tinggi yang akan berguna untuk pengambilankeputusan para pemakai laporan keuangan. Kajianatas opini audit going concern dapat dilakukandengan melihat kondisi internal perusahaan, seperti:kualitas audit, kondisi keuangan perusahaan, opiniaudit tahun sebelumnya, pertumbuhan perusahaan,dan ukuran perusahaan.

    Kondisi keuangan perusahaan menggambarkantingkat kesehatan perusahaan. Pada perusahaanyang sakit banyak ditemukan indikator masalahgoing concern (Ramadhany, 2004). Kondisi ini dapatdigambarkan dari rasio keuangan yang dapatmemberikan indikasi apakah perusahaan dalamkondisi baik atau tidak. Perusahaan yang baik akanmempunyai profitabilitas yang besar dan cenderungmemiliki laporan keuangan yang sewajarnyasehingga potensi untuk mendapatkan opini yang baikakan lebih besar dibandingkan dengan jikaprofitabilitasnya rendah (Petronela, 2004).

    Opini audit going concern tahun sebelumnyaakan menjadi faktor pertimbangan penting bagiauditor untuk mengeluarkan kembali opini audit goingconcern pada tahun berikutnya. Apabila auditormenerbitkan opini audit going concern tahunsebelumnya maka akan semakin besar kemung-kinan perusahaan akan menerima kembali opini auditgoing concern pada tahun berjalan.

    Perusahaan yang mempunyai pertumbuhan labayang tinggi cenderung memiliki laporan sewajarnya,sehingga potensi untuk mendapatkan opini yang baik(opini non-going concern) akan lebih besar. Altman(1968) dalam Petronela (2004) mengemukakanbahwa perusahaan dengan negative growthmengindikasikan kecenderungan yang lebih besarkearah kebangkrutan sehingga perusahaan yang labatidak akan mengalami kebangkrutan.

    Mutchler (1985) menyatakan bahwa auditor lebihsering mengeluarkan opini audit going concern padaperusahaan kecil, karena auditor mempercayaibahwa perusahaan besar dapat menyelesaikankesulitan-kesulitan keuangan yang dihadapinya.

    Berdasarkan latar belakang di atas, makarumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

    1. Apakah kualitas audit, kondisi keuanganperusahaan, opini audit tahun sebelumnya,pertumbuhan perusahaan, dan ukuran per-usahaan berpengaruh secara simultan terhadap

    opini audit going concern?.

    2. Apakah kualitas audit, kondisi keuanganperusahaan, opini audit tahun sebelumnya,pertumbuhan perusahaan, dan ukuranperusahaan berpengaruh secara parsial terhadapopini audit going concern?.

    Tujuan Penelitian ini antara lain:1. Untuk mengetahui hubungan antara kualitas

    audit, kondisi keuangan perusahaan, opini audittahun sebelumnya, pertumbuhan perusahaan,dan ukuran perusahaan terhadap opini auditgoing concern.

    2. Untuk mengetahui pengaruh antara kualitasaudit, kondisi keuangan perusahaan, opini audittahun sebelumnya, pertumbuhan perusahaan,dan ukuran perusahaan terhadap opini auditgoing concern.

    Manfaat penelitian ini adalah:1. Bagi Investor: Hasil penelitian ini dapat digunakan

    sebagai masukan atau pertimbangan bagiinvestor untuk mengambil keputusan dalamberinvestasi.

    2. Bagi Perusahaan: Dapat memberi petunjukterhadap kinerja perusahaan untuk menentukankebijakan perusahaan yang lebih baik.

    3. Bagi Peneliti: Penelitian ini dapat menambahpengetahuan peneliti dan dapat mengetahuifaktor-faktor yang mempengaruhi penerimaanopini audit going concern.

    Kerangka Pikir Penelitian:

  • Rahayu: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit 149

    Going ConcernHany et. al. (2003) mendefinisikan going concern

    adalah kelangsungan hidup suatu badan usaha.Dengan adanya going concern maka suatu badanusaha dianggap akan mampu mempertahankankegiatan usaha dalam jangka waktu panjang, tidakakan dilikuidasi dalam jangka waktu pendek.Petronela (2004) menyatakan kajian atas opini goingconcern dapat dilakukan dengan melihat kondisiinternal perusahaan yang tercermin dalam profita-bilitas, likuiditas, atau respon investor terhadapperusahaan. Prediksi tentang kemungkinan bangkrutatau tidaknya suatu perusahaan termasuk salahsatu komponen keputusan tentang going concern.Setiawan (2006) menyatakan bahwa going concernsebagai asumsi bahwa perusahaan dapat memper-tahankan hidupnya secara langsung dapat mem-pengaruhi laporan keuangan. Laporan keuanganyang disiapkan menggunakan dasar going concernkemungkinan akan berbeda secara substansialdengan laporan keuangan yang disiapkan padaasumsi bahwa perusahaan tidak going concern.

    Opini Audit Going ConcernOpini audit going concern merupakan opini yang

    dikeluarkan auditor untuk memastikan apakahperusahaan dapat mempertahankan kelangsunganhidupnya (SPAP, 2001). Arens (1997) menyatakanbeberapa faktor yang menimbulkan ketidakpastianmengenai kelangsungan hidup perusahaan adalah:

    1. Kerugian usaha yang besar secara berulang ataukekurangan modal kerja.

    2. Ketidakmampuan perusahaan untuk membayarkewajibannya pada saat jatuh tempo dalamjangka waktu yang telah ditetapkan.

    3. Kehilangan pelanggan utama, karena terjadinyabencana yang tidak diasuransikan misalnyagempa.

    4. Perkara pengadilan, gugatan hukum ataumasalah serupa yang sudah terjadi yang dapatmembahayakan kemampuan perusahaan untukberoperasi.

    PSA No.30 memberikan pedoman kepada auditortentang dampak kemampuan satuan usaha dalammempertahankan kelangsungan hidupnya terhadapopini auditor sebagai berikut:

    1. Jika auditor yakin bahwa terdapat kesangsianmengenai kemampuan satuan usaha dalammempertahankan kelangsungan hidupnya dalamjangka waktu panjang, ia harus:

    a. Memperoleh informasi mengenai rencanamanajemen yang ditujukan untuk mengu-rangi dampak kondisi dan peristiwa tersebut.

    b. Menetapkan kemungkinan bahwa rencanatersebut secara efektif dilaksanakan.

    2. Jika manajemen memiliki rencana tersebut,langkah selanjutnya yang harus dilakukan olehauditor adalah menyimpulkan (berdasarkanpertimbangan) atas efektivitas tersebut.

    a. Jika auditor berkesimpulan rencana tidakefektif, maka auditor menyatakan tidakmemberikan pendapat (disclaimer).

    b. Jika auditor berkesimpulan tersebut efektifdan klien mengungkapkan keadaan tersebutdalam catatan atas laporan keuangan, makaauditor menyatakan pendapat wajar tanpapengecualian (unqualified opinion).

    c. Jika auditor berkesimpulan rencana tersebutefektif akan tetapi klien tidak mengung-kapkan keadaan tersebut dalam catatanatas laporan keuangan, maka auditormenyatakan pendapat tidak wajar (adverseopinion).

    Kondisi Keuangan PerusahaanMenurut Sartono (1997) analisis keuangan men-

    cakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahandan kekuatan dibidang finansial akan sangatmembantu dalam menilai prestasi manajemen masalalu dan prospeknya di masa datang. Rasio tersebutdapat memberikan indikasi apakah perusahaanmemiliki kas yang cukup memadai untuk memenuhikewajiban finansialnya. Kondisi keuangan perusa-haan menggambarkan tingkat kesehatanperusahaan. Pada perusahaan yang sakit banyakditemukan indikator masalah going concern(Ramadhany, 2004). Kondisi ini dapat digambarkandari rasio keuangan yang dapat memberikan indikasiapakah perusahaan dalam kondisi baik atau tidak.Perusahaan yang baik akan mempunyai profitabilitasyang besar dan cenderung memiliki laporankeuangan yang sewajarnya sehingga potensi untukmendapatkan opini yang baik akan lebih besar

  • 150 Kajian Akuntansi, Vol. 4, No. 2, Desember 2009: 146-156

    dibandingkan dengan jika profitabilitasnya rendah(Petronela, 2004).

    HipotesisKualitas Audit, Kondisi Keuangan Perusahaan,

    Opini Audit Tahun Sebelumnya, PertumbuhanPerusahaan, dan Ukuran Perusahaan secarasimultan dan Pasial berpengaruh signifikan terhadapOpini Audit Going