isi skripsi fix.docx

Download ISI SKRIPSI FIX.docx

Post on 04-Sep-2015

217 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANGSuatu organisasi didirikan karena mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Tujuan organisasi dapat berupa kepuasan pelanggan, pemenuhan permintaan pasar, peningkatan kualitas produk atau jasa, meningkatkan daya saing dan meningkatkan kinerja karyawan dalam organisasi. Dalam usaha mencapai tujuannya, setiap organisasi selalu dihadapkan pada situasi yang rumit dan kompleks seperti kemajuan teknologi yang terjadi secara dasyat, pembatasan kebijakan pemerintah, penyusutan suplai energi dan sumber daya alam lainnya, pertumbuhan dan persaingan nasional dan internasional, tuntutan peningkatan kelestarian lingkungan dan perkembangan kolektif karyawan serta masalah masalah lainnya merupakan tantangan eksternal yang tidak bisa dielakan. Sementara itu tantangan internal seperti melonjaknya biaya biaya personalia dan penurunan produktifitas, tuntutan karyawan atas hak haknya pengembangan karyawan menjadi sumber daya yang lebih handal, terciptanya kerjasama dalam semua anggota organisasi merupakan tantangan yang harus segera mendapat penanganan.Solusi untuk mengatasi permasalahan diatas bukan hanya terletak pada kuatnya permodalan finansial dan kecanggihan teknologi yang dimiliki tetapi yang terpenting adalah ketersediaan sumber daya manusia dalam organisasi yang berkualitas dan handal yang terimplementasi dalam bentuk tenaga kerja pegawai atau karyawan.Hal ini berarti secanggih apapun teknologi yang dimiliki dan sekuat apapun finansial yang tersedia jika tidak didukung dengan kualitas sumber daya manusia yang handal maka organisasi apapun dan dimanapun didunia tidak akan maju dan berkembang. Hanya organisasi yang memiliki karyawan atau pegawai yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang handal sajalah yang akan mampu keluar dari persaingan dan terus mengembangkan usaha.Pernyataan - pernyataan ini sejalan dengan pendapat Schuler dan Jackson (1993:3) yang menyatakan bahwa mengelola SDM untuk menghadapi abad ke-21 merupakan hal yang sangat penting dalam agenda bisnis.CEO yang berhasil adalah mereka yang mampu melihat Sumber Daya Manusia atau karyawan sebagai asset yang yang berharga karena menentukan suksesnya suatu perusahaan dan tumbuh-kembang suatu perusahaan ditengah persaingandalam era globalisasi yang berkompetitif. Oleh sebab itu sumber daya manusia disebut sebagai the most valuable asset bagi organisasi atau sebagai investor/ human capital (Davenport dalam Lako,2004).Sumber daya manusia memiliki keunikan yang bersifat dinamis, keunikan disini maksudnya adalah meskipun fungsi yang dilaksanakan sama namun dalam praktik dan penerapannya tidaklah sama persis. Hal ini terkait dengan karaker manusia itu sendiri dengan faktor motivasi kerja, kompetensi, kepemimpinan dan lain lain. Sumber daya manusia yang menjadi asset organisasi adalah mereka yang memiliki kompetensi tinggi sesuai kebutuhan organisasi, namun kompetensi itu saja tidak cukup untuk dijadikan indikator utama prestasi kerja karyawan. Faktor lain yang berperan signifikan adalah motivasi kerja, dan kemampuan pemimpin dalam memimpin setiap aktivitas kerja mereka demi mencapai kinerja yang optimal.Karyawan sebagai sumber daya manusia dalam organisasi bekerja memiliki motivasi sendiri yaitu kebutuhan yang belum terpenuhi dimana tingkatan lebih tinggi muncul setelah tingkatan yang sebelumnya belum terpenuhi. Tingkatan kebutuhan tersebut : kebutuhan fisiologis, rasa aman, sosial, penghargaan, perwujudan diri (Maslow dan Sedarmayati 2001 :28) dari kebutuhan fisiologis bergerak ketingkat kebutuhan tertinggi yaitu perwujudan diri secara bertahap. Terlepas menerima atau tidak kebutuhan hierarki, mengetahui jenis jenisnya adalah memberikan kontribusi saling memenuhi seperti seorang berusaha kerja mencari pekerjaan yang tidak lain untuk mengimplementasi kemampuaanya untuk memenuhi kebutuhan fisiologis.Sebagaimana diungkapkan Herzberg (1959) motivasi adalah dorongan yang ada dalam diri manusia yang meyebabkan manusia melakukan sesuatu atau berbuat sesuatu. Motivasi karyawan dapat dipengaruhi oleh faktor besarnya tanggungjawab yang diberikan, pengakuan atas prestasi karyawan, gaji yang diterima, kebutuhan akan rasa aman, hubungan akan interpersonal dan kondisi kerja. Apabila kebutuhan akan hal ini terpenuhi maka akan timbul kepuasan dan kelancaran dalam peningkatan motivasi kerja karyawan.Terkait dengan penjelasan diatas maka baik untuk kita mengetahui defenisi motivasi itu sendiri. Menurut Reskar (2007:7): (a) motivasi adalah keinginan (desires,wants), tujuan (aims,goals), kebutuhan (needs), dorongan (drives), motif, sikap dan insentif; (b)motivasi adalah dorongan dalam diri yang berhubungan dengan tingkat,arah dan usaha yang dilakukan seorang dalam bekerja; (c) Motivasi internal adalah dorongan (drives) dan perilaku (attitude). Menurut Siagian (1998:138) motivasi adalah kondisi seseorang yang terdorong untuk mencapai suatu kepuasan atau mencari suatu tujuan. Secara konkrit, motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan anggota organisasi mau dan rela mengarahkan kemampuan guna mencapai tujuan.Pemberian motivasi ini dimaksudkan agar apapun yang menjadi kebutuhan karyawan dapat terpenuhi lalu diharapkan para karyawan dapat bekerja dengan baik dan merasa senang dengan semua tugas yang diembannya. Setelah karyawan merasa senang dengan pekerjaannya maka para karyawan akan saling menghargai hak dan kewajiban sesama karyawan sehingga terciptalah hubungan yang kondusif sehingga karyawan dapat bersungguh sungguh memberikan kemampuan terbaik dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diemban. Supaya motivasi kerja karyawan dilaksanakan dengan baik maka sangat tergantung dengan siapa yang menjadi atasan atau pemimpin dilingkungan kerja tersebut.Pemimpin adalah sosok yang memberikan motivasi kerja kepada karyawan dan semangat kerja kepada yang dipimpin dengan menunjukan sikap, sifat dan gaya yang baik yang mampu mengatur dan mengelola orang lain. Pemimpin harus memberikan motivasi yang baik serta bijaksana agar karyawan yang dipimpin dapat meningkatkan kinerjanya dan juga karyawan diharapkan puas dengan hasil kerjanya. Yukl (2001:98) mengatakan bahwa pemimpin yang efektif sangat ditentukan oleh sikap para bawahan atau karyawannya . Pemimpin dihadapkan dengan berbagai orang yang berbeda latar belakang baik budaya, tingkat pendidikan dan lingkungan yang mewarnai pola pikir dari masing masing individu termotivasi untuk bekerja dalam organisasi yang dipimpinnya. Dengan demikian maka tentu saja motivasi kerja dari masing masing karyawan tentu berbeda sesuai dengan situasi eksternal dan kondisi internal dari masing masing karyawan yang dibawahinya. Perusahaan diharapkan mengembangkan sistem motivasi dan iklim kerja yang yang kondusif bagi karyawannya agar berpartisipasi secara tulus dan iklas dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan. Oleh karena itu sebuah perusahaan perlu memiliki kualifikasi kepemimpinan yang tepat dan mampu memotivasi karyawannya.Dengan demikian pemimpin memainkan peranan yang sangat penting dalam menggerakan sumber daya organisasi dan bertanggung jawab atas kegagalan dan kesuksesan perusahaan.Thoha (1998) menyatakan bahwa pemimpin adalah orang yang paling bertanggungjawab terhadap kegagalan pelaksanaa suatu pekerjaan sehingga dapat dikatakan bahwa menduduki posisi yang sangat penting dalam suatu perusahaan.Kepemimpinan yang efektif membantu organisasi untuk bertahan dalam situasi ketidakpastian dimasa yang akan datang (Katz dan Kahn,1998:102). Seorang pemimpin yang efektif harus tanggap terhadap perubahan, mampu menganalisis kekuatan dan kelemahan sumber daya manusianya sehingga mampu meningkatkan kinerja organisasi dan memberikan solusi yang tepat. Pemimpin yang efektif akan sanggup mempengaruhi para pengikutnya untuk mempunyai optimisme yang besar rasa percaya diri serta komitmen kepada tujuan organisasi dengan strategi dan gaya memimpin yang tepat.Pemimpin tentu saja memiliki gaya kepemimpinan yang mampu disinkronisasikan dengan situasi dan kondisi perusahaan. Salah satu gaya kepemimpinan yang mampu secara langsung memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya adalah gaya kepemimpinan transaksional. Gibson (2003:64) mengartikan kepemimpinan transaksional dimana pemimpin mengenalkan apa yang dinginkan atau disenangi para pengikut dan membantu mereka mencapai tingkat pelaksanaan yang menghasilkan penghargaan yang memuaskan mereka.Pemimpin transaksional membuat sebuah transaksi pertukaran yang ditawarkan sebuah perusahaan kepada karyawan atau antara seorang pemimpin dengan bawahan dalam bentuk pertukaran antara pemimpin dan bawahan atas kinerja optimal yang dicapai oleh bawahan. Pertukaran tersebut diwujudkan dalam bentuk imbalan berupa hadiah, bonus, promosi, penghargaan dan pujian. Kepemimpinan transaksional memenuhi kebutuhan dasar karyawan yaitu kebutuhan fisiologis dan psikologis dari karyawan (Bass,1985).CV.Dinamika Sejahtera Motor Cabang Kupang adalah salah satu agen distributor kendaraan bernotor bermerek Honda yang turut menyalurkan penjualan motor Honda dengan berperan sebagai dealer resmi yang menjual motor merek Honda dengan berbagai jenis produk Honda Beat, supra X, Revo, vario,CB. CV.Dinamika Sejahtera Motor Cabang Kupang memiliki 49 karyawan dengan 29 karyawan pria dan 20 orang karyawan wanita.Table 1.1Penjualan Kendaraan bermotor CV.Dinamika Sejahtera Motor Cabang Kupang 5 (Lima) Tahun TerakhirNoTahunVolume Penjualan( unit ) Nilai Penjualan( RP )

12010189034.965.000.000

22011218940.496.500.000

32012234543.382.500.000

42013241044.585.000.000

52014241544.677.500.000

Sumber :Arsip CV.Dinamika Sejahtera Motor Kupang tahun 2015CV.Dinamika Motor juga menawarkan pembelian dengan sistem kredit maupun cash, memberikan layanan purna jual,layanan servis sepeda motor yang memuaskan bagi konsumen atau pelanggan, menyiapkan suku cadang standar pabrik pada pada bengkel resmi yang ada dalam perusahaan dengan tenaga teknisi atau mekanik yang berpengala