indofood sukses makmur - indofood sukses makmur v tahun 2009 dan sisanya akan ... pengurusan dan...

Download Indofood Sukses Makmur - Indofood Sukses Makmur V Tahun 2009 dan sisanya akan ... PENGURUSAN DAN PENGAWASAN

Post on 26-Apr-2019

228 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PT Trimegah Securities Tbk - www.trimegah.com 1PENAWARAN UMUM

INDONESIA - RISET DEBT

Sektor: Konsumer

Indofood adalah salah satu perusahaan konsumen terbesar di Indonesia dengan 43,2% dari laba usaha secara langsung berkaitan dengan konsumsi pangan Indonesia. Kami memperkirakan perusahaan mencatat pertumbuhan arus kas yang sehat dengan EBITDA CAGR sebesar 15,8% pada tahun 2014-17. Kami juga memperkirakan perusahaan untuk mencatat arus kas bebas sebesar Rp1,8-3,2tr di 2014-19, berarti bahwa kas internal harus lebih dari cukup untuk melunasi obligasi jatuh tempo pada 2019.

Diversifi kasi ke pasar minuman non-alkohol Grup Produk Konsumen Bermerek (CBP) menargetkan pasar minuman

non-alkohol yang mempunyai potensi pertumbuhan besar di Indonesia. Bertumbuh sebesar 11,5% pada tahun 2009-12, Grup CBP menargetkan Divisi Minuman untuk menghasilkan penjualan sebesar Rp5tr pada 2017, naik dari Rp219mr pada tahun 2013. Saat ini kontribusi penjualan Divisi Mi Instan kepada total penualan Grup CBP ada di 67,8%. Angka ini diperkirakan akan turun menjadi 55% setara dengan kenaikan kontribusi dari Divisi Minuman yang diperkirakan akan terus meningkat.

Konsumsi produk tepung terus meningkat Indonesia menghabiskan USD13,6 per kapita untuk konsumsi produk

tepung. Di negara sekitar Indonesia, hanya Vietnam yang konsumi produk tepung lebih rendah dengan USD10,5 dan Singapura tertinggi dengan USD88,3. Dengan penghasilan yang meningkat, konsumsi produk tepung diperkirakan akan meningkat. Grup Bogasari, dengan pangsa pasar 51,0% (Sumber: APTINDO atau Asosiasi Produsen tepung Terigu Indonesia) diperkirakan akan terus memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Positive outlook untuk Grup Agribisnis Penjualan Grup Agribisnis mencetak penurunan di 2013 terutama karena

turunnya harga jual rata-rata untuk produk kelapa sawit dan karet. Hal ini diperkirakan akan berubah di 2014 karena banyak indikator positif seperti: El Nino, cuaca kering di Indonesia dan Malaysia dan kebutuhan kelapa sawit untuk biofuel. Indikator-indikator positif ini diperkirakan akan menaikan harga jual untuk produk kelapa sawit yang akan menaikan penjualan Grup Agribisnis.

Neraca yang kuat dengan metrik yang lebih dari cukup Indofood memiliki 7,2x EBITDA interest coverage, -7,6x arus kas bebas

interest coverage, dan 6.2x arus kas operasi interest coverage pada tahun 2013. Hutang bersih terhadap EBITDA berada pada 0,56x. Penerimaan dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk melunasi utang pokok Obligasi Indofood Sukses Makmur V Tahun 2009 dan sisanya akan digunakan untuk pembayaran utang bank jangka pendek Perusahaan.

Nama Emisi Obligasi Indofood Sukses Makmur VII

Tahun 2014Nilai Emisi Rp2.0 trJatuh Tempo Tahun 2019Peringkat idAA+Agen Pemeringkat Pefi ndo

Pencatatan Bursa Efek IndonesiaTanggal Efektif 6 Juni 2014Masa Penawaran

10-11 Juni 2014

Penjatahan 12 Juni 2014Distribusi Obligasi 13 Juni 2014

Tgl Pencatatan 16 Juni 2014

Penjamin Pelaksana EmisiPT Trimegah Securities Tbk

PT BCA SekuritasPT DBS Vickers Securities Indonesia PT Indo Premier Securities

PT Mandiri Sekuritas

Informasi Obligasi

Tujuan Penggunaan Dana

CAB Holdings 50,07%

Masyarakat 49,91%

Lain-lain 0,02%

Kepemilikan Saham

1) Melunasi Utang Pokok Obligasi Indofood V sebesar Rp. 1,61 tr 2) Membayar sebagian utang bank jangka pendek.

Indofood Sukses MakmurIPO OBLIGASI

Mei 2014

Pengenalan merek yang kuat

Joshua Tjeuw(joshua.tjeuw@trimegah.com)

Sebastian Tobing(sebastian.tobing@trimegah.com)

Halaman ini sengaja dikosongkan

PT Trimegah Securities Tbk - www.trimegah.com 3PENAWARAN UMUM

RINGKASAN 1

KONSUMER INDUSTRI 4

KEUANGAN 8

RISIKO 13

PENGURUSAN DAN PENGAWASAN 15

DATA KEUANGAN 19

DAFTAR ISI

Trimegah securities has been appointed as one of joint lead underwriters in connection with the proposed public off er of up to Rp2 trillion Indofood Bond VII This document is being furnished to you solely for your information and may not be reproduced or redistributed to any other person. In particullar, neither this document nor any copy hereof may be taken or transmitted into the united states or distributed, directly or indirectly, into the united states or to u.S. Person (within the meaning of regulations under The United States Securities Act of 1933). The distribution of this document in other jurisdictions may be restricted by law and persons into whose possession this document comes should inform themselves about, and observe, any such restriction. By accepting this report you agree to be bound by the foregoing limitations.

This document does not constitute an off er or invitation to subscribe for or purchase any securities, and neither this document nor anything contained herein shall form the basis of or be relied upon in connection with any contract or commitment whatsoever.

PT Trimegah Securities Tbk - www.trimegah.com4 PENAWARAN UMUM

Konsumer Industri

Salah satu perusahaan konsumen terbesar di Indonesia dengan model bisnis yang terintegrasiIndofood dimulai pada tahun 1990 dan telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan konsumen terbesar di Indonesia dengan model bisnis yang terdiversifi kasi. Bisnis mi instan adalah yang terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar 72% (Sumber: Euromonitor) dan begitu juga bisnis tepung dengan pangsa pasar 51% (APTINDO). Indofood juga memiliki perkebunan kelapa sawit terbesar dengan luas total 177.099 ha yang sudah matang bersama dengan fasilitas hilir dengan produk akhir yang sebagian besar dijual sebagai minyak goreng. Indofood juga memiliki kehadiran yang kuat di makanan ringan (Chitato chip), penyedap makanan dan dairy. Dalam beberapa tahun terakhir, Indofood telah memperluas lebih lanjut ke dalam perkebunan gula dan minuman non-alkohol (Indofood memiliki kemitraan dengan Asahi).

Indofood memiliki merek populer yang paling diingat oleh konsumen Indonesia seperti Indomie yang adalah merek mi instan yang paling populer, Indomilk sebagai merek kedua yang paling populer, merek tepung Indofood mendominasi posisi puncak di pikiran sebagai produk tepung dan bahkan dalam bisnis minyak goreng yang kompetitif, Bimoli adalah merek yang paling populer. Beberapa merek tersebut telah ditetapkan dalam waktu yang lama, yaitu Indomie yang diperkenalkan pada tahun 1984. Kami pikir kekuatan merek yang kuat Indofood dapat dimanfaatkan untuk produk makanan lainnya, berpotensi lebih rendah dari biaya pemasaran biasa dalam mempromosikan produk-produk baru. Nilai merek ini tidak tercermin dalam aset Indofood. Indofood juga melakukan upaya untuk meningkatkan brand awareness melalui iklan dan promosi, yang biayanya telah stabil di 2-3% dari total pendapatan.

Sumber: Riset TRIM

FIGURE 1. PENDAPATAN DAN LABA OPERASI 2014F DAN 2019F

Pendapatan 2014F

Laba operasi 2014F Laba operasi 2019F

Pendapatan 2019F

Distribusi

DistribusiDistribusi

Distribusi

ICBP41%

Bogasari19%

Indoagri25%

CMFC12%

ICBP38%

Bogasari17%

Indoagri25%

CMFC18%

ICBP43%

Bogasari25%

Indoagri20%

CMFC5%

ICBP42%

Bogasari23%

Indoagri19%

CMFC9%

PT Trimegah Securities Tbk - www.trimegah.com 5PENAWARAN UMUM

Grup Produk Konsumen Bermerek (CBP) inovasi dan produk baruGrup CBP memberikan kontribusi sebesar 43,2% kepada total laba usaha Indofood. Marjin laba usaha Grup CBP sendiri dapat dirincikan menjadi 13,6% mi instan, 8,7% makanan ringan, 7,7% dairy, -22,5% minuman non-alkohol dan 2,8% lain-lain. Grup CBP juga berpotensi mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan industri minuman non-alkohol. Ini bisa dicapai melalui kemitraan dengan Asahi yang dibentuk pada tahun 2013. Kemitraan ini telah memperkenalkan produk green tea yang disebut Ichi Ocha, yang mengklaim teknologi Jepang membuat produk green tea ini lebih baik dari pesaingnya (ada lebih dari 15 produk green tea di pasar).

Mie Instan Dairy Tepung Minyak Goreng

Indomie 75,9% Ultra Milk 36,4% Segitiga Biru (Bogasari) 70,3% Bimoli (Indofood) 46,1%

Mi Sedaap 14,4% Indomilk 18,0% Cakra Kembar (Bogasari) 11,3% Tropical 12,2%

Supermi 2,8% Frisian Flag 15,8% Kompas 5,9% Filma 11,5%

Sarimi 2,2% Milo 9,1% Kunci Biru (Bogasari) 5,7% Sania 9,8%

Bear Brand 5,6% Sunco 5,9%

Milkuat 4,6% Avena 3,6%

Bear Brand 5,6% Sunco 5,9%

Kunci Mas 2,5%

FIGURE 2: MEREK POPULER DI BAWAH INDOFOOD

Source: Riset TRIM, Perusahaan

FIGURE 3. PENGELUARAN MAKANAN DAN MINUMAN NON-ALKOHOL DI INDONESIA

Sumber: Euromonitor

Pengeluaran Pertumbuhan

721820

10031085

1221

13691505

23%

14%

22%

8%

13% 12%

10%

0%

5%

10%

15%

20%

25%

0

200

400

600

800

1000

1200

1400

1600

2006' 2007' 2008' 2009' 2010' 2011' 2012'

PT Trimegah Securities Tbk - www.trimegah.com6 PENAWARAN UMUM

15%

6%

9%8%

7%18%

5%

32%

19%

4%

0%

5%

10%

15%

20%

25%

30%

35%

0%

2%

4%

6%

8%

10%

12%

14%

16%

Jun/

08

Jul/

09

Jul/

10

Jul/

11

Jul/

12

Pasar makanan dan minuman non-alkohol di Indonesia tumbuh sebesar 11,5% CAGR pada 2009-12, lebih lambat dari CAG

Recommended

View more >