hubungan penggunaan bahan bakar shell dan waktu pengapian (ignition timing) terhadap performa mesin...

Download HUBUNGAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR SHELL DAN WAKTU PENGAPIAN (IGNITION TIMING) TERHADAP PERFORMA  MESIN SEPEDA MOTOR SUPRA X 125CC

Post on 08-Dec-2015

19 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : ZAINUL ARIFIN

TRANSCRIPT

JTM, Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015, 1-6JTM. Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015, 1-6Hubungan Penggunaan Bahan Bakar Shell dan Waktu Pengapian (ignition timing)

HUBUNGAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR SHELL DAN WAKTU PENGAPIAN (IGNITION TIMING) TERHADAP PERFORMA MESIN SEPEDA MOTOR SUPRA X 125CCZainul ArifinS1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabayae-mail: zzainulaarifin10@gmail.comA. Grummy WailanduwJurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabayae-mail: grummywailanduw@yahoo.co.idAbstrakBahan bakar yang baik adalah bahan bakar yang apabila dibakar dapat meningkatkan daya, hemat, serta dapat mengurai pencemaran udara (emisi gas buang). Shell V-power merupakan salah satu BBM dengan kualitas baik namun harga tetap terjangkau dan diharapkan mampu mengurangi penggunaan bahan bakar petrol. Penelitian ini dilakukan pada sepeda motor Supra X 125cc dengan bahan bakar shell V-power RON 95 dan waktu pengapian standart (15 sebelum TMA), 20 sebelum TMA, 22,5 sebelum TMA dan 25 sebelum TMA. Penelitian eksperimen (experimental research) ini menggunakan metode pengujian full open throttle valve untuk pengujian performa mesin dengan standar pengujian SAE J1349 dan standar pengujian kadar emisi gas buang berdasarkan SNI 09-7118.3-2005. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan bakar shell dan variasi timing pengapian dapat menyempurnakan proses pembakaran diruang bakar untuk menaikkan torsi, daya dan menghemat bahan bakar serta dapat menurunkan kadar emisi gas buang sepeda motor Supra X 125cc. Hal ini dibuktikan dari ke empat modifikasi waktu pengapian terdapat hasil yang optimal ditinjau dari ke empat parameter yaitu pada penguian torsi, daya dan konsumsi bahan bakar yang sesuai dengan standar pengujian SAE J1349, persentase peningkatan torsi 5,53%, daya 5,67%, dan persentase penurunan konsumsi bahan bakar 6,74% yang terjadi pada pengapian 20o sebelum TMA. Dan pada pengujian kadar emisi gas buang berdasarkan SNI 09-7118.3-2005 persentase punurunan emisi gas buang CO terjadi pada pengapian 25 sebelum TMA, yaitu 16,96% sedangkan pada emisi gas buang HC terendah terjadi pada pengapian 15 sebelum TMA dengan bahan bakar shell V-power.Kata kunci: Shell V-power, waktu pengapian (ignition timing), performa mesin, dan emisi gas buang.AbstractExcellent gasoline is when we burn it, can increase performance, economical also can disentangle air pollution. Shell V Power is one kind of gasoline with good quality but achievable and hopely can decrease the using of petrol gasoline. The research was conducted on a Honda motorcycle Supra X 125cc with Shell V-Power RON 95 and standard ignition timing (15 before TMA), 20 before TMA, 22,5 before TMA and 25 before TMA. The experimental research uses full open throttle valve method in engine performance testing with examination standard of SAE J1349 and examination standard of air pollution according to SNI 09-7118.3-2005. According to the result of this research that the use of Shell gasoline and ignition timing variation that perfecting the shining process in the to increase torque, power, and save fuel and reduce gas emission of Supra X 125cc. The evidence is coming from the four ignition timing modifications there is an optimal result that in the review of four parameters : increasing torque percentage 5,53%, power 5,67%, and decreasing fuel consumption percentage 6,74% in 20 ignition before TMA with examination standard of SAE J1349, examination standard of air pollution according to SNI 09-7118.3-2005 decreasing gas emission CO percentage in 25 before TMA 16,96%, while lowest of gas emission HC in 15 before TMA with Sell V-Power Gasoline.Key words: Shell V-Power, ignition timing, engine performance, and gas emission.

Hubungan Penggunaan Bahan Bakar Shell dan Waktu Pengapian (ignition timing)

JTM. Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015, 1-6

Pengaruh Penggunaan Bioetanol dari Umbi Suweg Sebagai Campuran Premium pada emisi Gas Buang

1

PENDAHULUAN

Bahan bakar yang baik adalah bahan bakar yang apabila dibakar dapat meningkatkan daya, hemat, serta dapat mengurai pencemaran udara (emisi gas buang). Pemerintah telah menambah jenis bahan bakar selain dari produk pertamina yang mempunyai kualitas yang sama. Shell V-power merupakan salah satu BBM dengan kualitas baik namun harga tetap terjangkau dan diharapkan mampu mengurangi penggunaan bahan bakar petrol.Motor bensin merupakan salah satu jenis motor pembakaran dalam (internal combustion engine). Motor bensin sangat banyak digunakan karena mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya yaitu harganya yang relatif murah, mudah dalam hal perawatan, dan mudah dalam memodifikasi mesin (Kurniawan, 2005). Pada motor bensin, tenaga yang dihasilkan merupakan hasil dari proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara. Proses pembakaran adalah proses secara fisik yang terjadi di dalam silinder selama pembakaran terjadi. Proses pembakaran dimulai pada saat busi memercikkan bunga api hingga terjadi proses pembakaran (Suyanto, 1989:252). Syarat untuk terjadinya proses pembakaran adalah adanya api untuk membakar, adanya udara, adanya bahan bakar, dan adanya kompresi.Kendaraan diharapkan selalu dalam performa yang tinggi dan mesin yang optimal. Kendaraan dengan mesin bensin mempunyai beberapa keuntungan, salah satunya adalah mudah dalam memodifikasi mesin. Modifikasi mesin dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan performa kendaraan. Modifikasi dapat dilakukan pada beberapa bagian. Biasanya dilakukan dengan cara meningkatkan perbandingan kompresi, perbaikan sistem bahan bakar, dan perbaikan sistem pengapian (Kurniawan, 2005).Perbaikan pada sistem pengapian ditujukan agar terjadi proses pembakaran sempurna di dalam silinder. Proses pembakaran sempurna akan mempengaruhi daya dan torsi mesin. Selain itu pembakaran sempurna juga akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang. Menurut penelitian Hardika (2008), dengan menambahkan pick-up pulsar dengan sudut pengapian kedua pada sudut 5 derajat setelah TMA sangat optimal digunakan untuk meningkatkan daya, dikarenakan mampu menghasilkan daya sebesar 5,12% dan menurunkan konsumsi bahan bakar sebesar 3,50%.Penelitian sejenis yang dilakukan oleh Setiyono, Subagsono, dan Basori (2013), terdapat perbedaan torsi dan daya dengan bahan bakar LPG pada sepeda motor Yamaha Vega R 110cc pada waktu pengapian standar 10, mundur 7 sebelum TMA dan dimajukan 13 sebelum TMA. Dari beberapa variasi yang dilakukan pengapian 13 sebelum TMA dengan bahan bakar LPG dapat menaikan torsi dan daya sebesar 11,25% jika dibandingkan dengan pengapian standar.Penelitian selanjutnya yang telah dilakukan oleh Rastoto, Subagsono, dan Basori (2013), disimpulkan perubahan waktu pengapian (ignition timing) pada penggunaan bahan bakar LPG (Liquefied Petroleum Gas) berpengaruh pada hasil kadar emisi gas buang CO dan HC. Dengan waktu pengapian (ignition timing) 7sebelum TMA akan menurunkan hasil kadar emisi gas buang CO dan HC masing masing ebesar 21,15% dan 52,32% tetapi akan menurunkan tenaga mesin.Perubahan waktu pengapian merupakan salah satu jalan alternatif untuk memodifikasi mesin yang ditujukan untuk meningkatkan performa kendaraan. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini diambil judul Hubungan Penggunaan Bahan Bakar Shell dan Waktu Pengapian (Ignition Timing) Terhadap Performa Mesin Sepeda motor Supra X 125cc.Rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut: berapa sudut pengapian yang paling optimal saat menggunakan bahan bakar shell V-power dan bagai mana pengaruh terhadap toesi, daya, konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada sepada motor supra X 125cc?Tujuan dari penelitian berikut ini adalah ingin mngetahui posisi waktu pengapian yang optimal saat menggunakan bahan bakar shell V-power serta pengaruh perubahan torsi, daya, konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada sepada motor supra X 125cc.Manfaat yang ingin di capai dalam penelitian ini dapat memberikan informasi posisi waktu pengapian yang optimal yang berpengaruh pada performa mesin .

METODERancangan Penelitian

Gambar 1. Rancangan Penelitian

Instrumen Penelitian

Gambar 2. Instrumen Penelitian

Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Variabel bebas dalam penelitian ini adalah shell V-power dan variasi waktu pengapian. Variasi waktu pengapian yang digumakan yaitu 15o, 20o, 22,5o, 25o sebelum TMA. Variabel Kontrol Variasi putaran mesin Idle 1500rpm dilanjutkan dengan putaran 3500rpm sampai 9000rpm dengan range 500rpm pada mesin 4 langkah. Mesin Honda Supsa X 125cc tahun 2010. Suhu mesin yaitu pada suhu kerja 600-700C Variabel Terikat dalam penelitian ini adalah torsi, daya, onsumsi bahan bakar dan emisi gasbuang CO dn HC yang dihasilkan.

Standar PengujianUntuk mendapatkan data penelitian yang akurat, maka pengujian hendaknya dilakukan berdasarkan standar pengujian yang ada. Metode pengujian performa mesin berdasarkan SAE J1349 yaitu Engine Power Test Code-Spark Ignition and Compression Ignition-Net Power Rating dan pengujian emisi gas buang pada mesin berdasarkan SNI 19-7118.3-2005.

Analisis DataAnalisa data dilakukan dengan metode deskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan atau menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai realita yang diperoleh selama pengujian. Data hasil penelitian yang diperoleh dimasukkan dalam tabel dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Selanjutnya dideskripsikan dengan kalimat sederhana sehingga mudah dipahami untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan yang diteliti.

HASIL DAN PEMBAHASANHasil pengujian performa mesin yang menggunakan bahan bakar shell V-power dan variasi waktu pengapian pada sepeda motor Honda Supra X 125 tahun 2008 adalah sebagai berikut:

Pembahasan Performa MesinPerubahan TorsiPerubahan torsi pada pengapian standar dengan bahan bakar shell kemudian divariasikan dengan pengapian,20o, 2