Gita Lap.masonry

Download Gita Lap.masonry

Post on 19-Jul-2015

349 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>LABORATORIUM KONSTRUKSI BATU</p> <p>PP</p> <p>BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Masonry (Kerja Batu) merupakan pekerjaan yang erat hubungannya dengan pekerjaan Teknik Sipil, terutama pada pekerjaan yang berkaitan dengan batu, baik dalam bentuk pemasangan batu bata, genting, ubin, plesteran, dan pekerjaan lainnya yang menggunakan bahan-bahan tersebut sebagai bahan utama untuk mendirikan bangunan Konstruksi Sipil maupun Konstruksi Gedung. Pekerjaan masonry (kerja batu) meliputi beberapa kegiatan lain, misalnya : pengukuran, persiapan alat, perhitungan bahan, pemasangan dan perapihan terhadap pekerjaan tersebut hingga berdirilah bangunan seperti yang telah direncanakan. Dalam membuat suatu bangunan atau gedung tidak lepas dari pekerjaan pasangan bata ( Kerja Batu ). Pekerjaan pasangan bata telah dikenal sejak lama dan ada catatan yang mengemukakan bahwa jenis konstruksi ini telah dikenal sejak 6000 tahun yang lalu (sejak jaman Babilonia). Masyarakat pada masa itu menggunakan sistem banguntumpuk ( syapelbouw ). Dalam suatu proyek bangunan tentu kita menginginkan bangunan yang kita dirikan ada dalam kondisi yang bagus dan memuaskan. Faktor yang menentukan rasa kepuasan mengenai bangunan itu antara lain yaitu nilai estetika atau keindahan bentuk, kekuatan konstruksi, dan biaya yang relatif murah. Pada jaman dahulu orang membuat rumah hanya dengan menyusun batu atau kayu tanpa acuan dan memperhatikan nilai keindahan serta kekuatan konstruksi. Pada saat sekarang ini tentu saja kondisi itu sudah tidak bisa dilakukan lagi. Peradaban manusia yang sudah kaya akan teknologi modern semakin lama semakin berkembang sehingga menyebabkan manusia berusaha untuk menganalisis dan menggali serta membuat atau memproduksi bahan-bahan yang diperlukan untuk membangun suatu konstruksi yang memuaskan. Konstruksi ini harus tetap memenuhi kriteria estetika, kekuatan konstruksi serta perhitungan yang jelas.</p> <p>1</p> <p>LABORATORIUM KONSTRUKSI BATU</p> <p>PP</p> <p>Bangunan gedung, jembatan, jalan dan bangunan lainnya merupakan salah satu kebutuhan manusia yang penting. Setiap pembangunan pasti akan selalu berhubungan dengan teknik sipil, mulai dari membuat bangunan sederhana sampai membuat bangunan bertingkat tinggi. Baik yang menggunakan mesin maupun yang menggunakan alat-alat manual. Namun, seperti yang kita lihat pada bangunan-bangunan yang didirikan sekarang ini masih banyak menghasilkan bangunan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mungkin saja hal ini dikarenakan oleh teknik pengerjaan yang tidak memenuhi syarat dan aturan-aturan yang ada begitu pula dengan komposisi bahannya. Untuk itu, kami membuat laporan ini adalah agar para mahasiswa dapat mengetahui dan memahami Masonry (Kerja Batu) serta dituntut untuk bisa menerapkan apa yang dipelajarinya kepada para pekerja di lapangan nantinya. Dengan mengetahui cara-cara pengerjaan yang baik dan pengetahuan kualitas bahan, mahasiswa diharapkan menjadi pengawas pekerjaan konstruksi yang handal.</p> <p>1.2</p> <p>Identifikasi Masalah Masalah yang penulis bahas dalam laporan ini adalah membuat beberapa teori tentang Masonry (Kerja Batu). Laporan ini menganalisis mengenai tata cara dan kebutuhan bahan dalam pembuatan konstruksi batu serta masalah apa saja yang terdapat dalam pekerjaan konstruksi batu.</p> <p>1.3</p> <p>Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan tentang pekerjaan konstruksi batu :</p> <p>1.Batu).</p> <p>Dapat mengetahui segala hal mengenai Masonry (Kerja</p> <p>2.3.</p> <p>Mahasiswa diharapkan memiliki pengetahuan tentang tata Dapat menambah pengalaman mengenai hal-hal yang ada</p> <p>cara pelaksanaan dengan teknik yang baik dan benar. hubungannya dengan kerja batu.</p> <p>2</p> <p>LABORATORIUM KONSTRUKSI BATU</p> <p>PP</p> <p>4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.dengan benar.</p> <p>Mengenal dan menyebutkan nama-nama alat yang</p> <p>digunakan pada pekerjaan batu. Menggunakan alat-alat sesuai fungsinya dalam bekerja. Mengenal dan menyebutkan macam-macam bahan yang</p> <p>digunakan dalam pekerjaan batu. Mengetahui cara perawatan dan penyimpanan setiap</p> <p>bahan menurut teknik lapangan yang baik. Dapat menentukan komposisi bahan adukan sesuai dengan</p> <p>takaran atau perbandingan yang telah ditentukan. Menyebutkan fungsifungsi bahan, peralatan, ataupun</p> <p>jenis bangunan yang akan dibuat. Dapat memasang batu bata sesuai dengan ikatan-ikatan</p> <p>yang telah ditentukan, baik sudut meyiku atau tegak dan lain sebagainya</p> <p>11.(ubin lantai).</p> <p>Dapat</p> <p>mengetahui</p> <p>dan</p> <p>mempraktekkan</p> <p>dalam</p> <p>pemasangan batu bata, plesteran, ubin dinding, pemasangan paving block</p> <p>12. 13.14. 1.4 Metoda penulisan</p> <p>Dapat mengetahui teknik perhitungan estimasi biaya</p> <p>dalam suatu proyek kerja. Mengetahui permasalahan keselamatan kerja yang dapat Dan lain sebagainya.</p> <p>mendatangkan bahaya atau kecelakaan serta solusinya di lapangan.</p> <p>Metoda penulisan yang digunakan yaitu penulis mengambil langsung dari instruksi pengajar, job sheet dan buku-buku lain yang penting bagi laporan ini. Teknik pengumpulan data ini yaitu penulis membaca terlebih dahulu pedoman kerja batu dan mendengarkan instruksi pengajar lalu mengidentifikasikan masalahnya mengenai kerja batu.</p> <p>3</p> <p>LABORATORIUM KONSTRUKSI BATU</p> <p>PP</p> <p>1.5</p> <p>Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum ini dilaksanakan selama 2 (dua) minggu, setiap hari senin s.d jumat tanggal 13 Juni 2005 24 Juni 2005. Tempat pelaksanaannya di Laboratorium Konstruksi Batu, Politeknik Negeri Bandung.</p> <p>1.6</p> <p>Sistematika Penulisan Laporan ini akan disajikan kedalam empat (4) bab. Pada bab pertama, berisikan pendahuluan yang didalamnya memuat latar belakang masalah, identifikasi masalah, maksud dan tujuan, sumber dan teknik pengumpulan data, waktu dan tempat pelaksanaan serta sistematika penulisan. Bab dua akan dijelaskan mengenai dasar teori dan uraian materi mengenai batu, pengertian, peralatan dan bahan yang dibutuhkan dalam praktek kerja batu, uraian tentang jenis pekerjaan Masonry, uraian ikatan atau pasangan bata serta perhitungan kebutuhan bahan yang diperlukan. Sedangkan pada bab tiga penulis akan menjabarkan tentang pelaksanaan praktikum atau job. Di dalamnya akan memuat pengertian, keselamatan kerja, pasangan bata Bt dengan belokan, plesteran dinding, pasangan ubin dinding, pasangan bata super dan rooster. Dimana setiap jobnya akan memuat instruksi umum, peralatan dan bahan yang dibutuhkan, langkah kerja dan gambar kerja. Pada bab empat dijabarkan tentang penutup yang memuat kesimpulan serta saran.</p> <p>4</p> <p>LABORATORIUM KONSTRUKSI BATU</p> <p>PP</p> <p>BAB II DASAR TEORI2.1 Pengertian Masonry ( kerja batu ) merupakan pekerjaan yang berhubungan erat dengan pasangan, dimana dalam hal ini pasangan yang dimaksud adalah pasangan batu bata, plesteran, ubin, rooster, paving block, dan lain-lain. Dalam pekerjaan masonry ini dibutuhkan bahan-bahan yang sesuai standar, proses pembuatan bahan tersebut, mutu, pemeriksaan mutu bahan di lapangan dan penyimpanan bahan di lapangan. Pekerjaan masonry ( kerja batu ) meliputi beberapa kegiatan lain, misalnya: penyiapan alat dan bahan, pengukuran, pemasangan dan perapihan terhadap pekerjaan tersebut hingga berdirilah bangunan seperti yang telah direncanakan. Pekerjaan masonry ini erat hubungannya dengan pekerja bangunan, oleh karena itu pengetahuan tentang masonry sangat penting dikuasai oleh orang-orang yang bergelut di bidang bangunan. sebagian besar kegiatan yang dilakukan saat mendirikan sebuah bangunan berhubungan erat dengan masonry, misalnya : Pekerjaan pondasi, Pekerjaan dinding, Pemasangan paving block, Pemasangan rooster.</p> <p>5</p> <p>LABORATORIUM KONSTRUKSI BATU</p> <p>PP</p> <p>2.2</p> <p>Peralatan dan Bahan 2.2.1 Peralatan Peralatan merupakan salah satu pendukung dalam pekerjaan masonry. Peralatan yang lengkap akan menghasilkan suatu pekerjaan yang baik selain pekerja, cara pengerjaan dan bahan. Peralatan yang lengkap mempersingkat waktu pengerjaan sehingga akan memperkecil biaya tukang di lapangan. Pekerja atau tukang yang profesional akan selalu membawa peralatan yang digunakan. Pemakaian peralatan sering salah karena si pemakai kurang mengerti fungsi sebenarnya dari alat yang digunakan. Peralatan yang digunakan dalam praktek kerja batu antara lain : 1. Ayakan Pasir Ayakan pasir ini terbuat dari kawat mesh yang diberi kerangka kayu dan berbentuk persegi panjang. Gunanya untuk menyaring pasir, agregat-agregat kasar, dll. Spesifikasi : : 40 cm 80 cm Panjang : 60 cm 120 cms Lebar Kekasaran : 2,4 mm 4.8 mm</p> <p>6</p> <p>LABORATORIUM KONSTRUKSI BATU</p> <p>PP</p> <p>2.</p> <p>Block Bobbyn dan Line Bobbyn Block bobbyn terbuat dari dua buah potongan kayu yang</p> <p>dibentuk sedemikian rupa dan dihubungkan dengan benang sedangkan line bobbyn terbuat dari dua buah plat besi tipis yang berbentuk segitiga dan dihubungkan juga dengan benang. Kedua alat ini dipergunakan sebagai garis petunjuk / pedoman kedataran dan pelurusan dengan mencantolkan benang pada waktu pemasangan bata agar lurus satu sama lain. Pemakaian alat ini lebih efisien apabila dibandingkan dengan pemakaian paku karena kedudukan alat ini mudah diatur.</p> <p>Line Bobbyn 3. Cangkul</p> <p>Block Bobbyn</p> <p>Alat ini terbuat dari plat besi yang berbentuk segi empat dan diberi tangkai kayu. Kegunaannya untuk mengambil bahan adukan, mengaduk adukan, menggali tanah. Spesifikasi : Mata cangkul : Panjang sisi : 22 cm Lebar Tebal plat Tangkai : Panjang Diameter : 17 cm : 2 mm : 80 cm : 5 cm</p> <p>7</p> <p>LABORATORIUM KONSTRUKSI BATU</p> <p>PP</p> <p>4.</p> <p>Ember Digunakan untuk mengangkut adukan ataupun bahan</p> <p>adukan, untuk mengangkat air, menakari pasir atau semen. Alat ini umumnya terbuat dari plastik tapi ada juga yang terbuat dari plat baja tipis dan mempunyai ukuran yang berbeda-beda.</p> <p>8</p> <p>LABORATORIUM KONSTRUKSI BATU</p> <p>PP</p> <p>5.</p> <p>Gerobak Dorong Alat ini digunakan untuk memudahkan dalam mengangkut</p> <p>batu, bata, pasir dan bahan-bahan bangunan lainnya dalam jumlah yang besar. Sebaiknya gerobak dilengkapi dengan pegas pada bagian kaki roda untuk mengurangi getaran sehingga dapat memperkecil kemungkinan terjadinya segregasi pada waktu membawa adukan (khususnya untuk beton).</p> <p>6.</p> <p>Jidar Alat ini terbuat dari kayu persegi panjang yang diberi</p> <p>pegangan dan sudah diketam terlebih dahulu serta ada yang diberi alumunium dipinggirnya agar tahan lama. Kegunaannya untuk mendatarkan plesteran dinding, menentukan kelurusan / ketegakan pasangan bata, meratakan adukan yang menempel pada dinding sewaktu pekerjaan plesteran. 7. Jointer Jointer terbuat dari besi / baja tulangan yang dibengkokkan sehingga berguna untuk merapikan dan membentuk siar dalam bentuk yang bermacam-macam sesuai dengan yang dikehendaki pada pasangan bata, misalnya bentuk menjorok ke dalam setengah</p> <p>9</p> <p>LABORATORIUM KONSTRUKSI BATU</p> <p>PP</p> <p>bulat, menonjol ke dalam siku maupun rata dengan permukaan, dan sebagainya. 12mm</p> <p>8.</p> <p>Kotak Spesi Alat untuk tempat mengaduk, menyimpan adukan dan</p> <p>meletakkan mortar dalam setiap melaksanakan pekerjaan. Kotak spesi sebaiknya terbuat dari plat besi dengan bentuk trapesium dan pada sisinya diberi tangkai untuk memudahkan mengangkatnya. Spesifikasi : Bagian atas : panjang : 70 cm Lebar Lebar : 45 cm : 30 cm Bagian bawah : panjang : 50 cm Tingginya : 40 cm Tebal plat : 2 mm</p> <p>9.</p> <p>Mesin Pemotong Batu</p> <p>10</p> <p>LABORATORIUM KONSTRUKSI BATU</p> <p>PP</p> <p>Mesin ini berguna untuk memotong batu, bata, tegel, dll. Mesin ini terdiri dari daun gergaji, alat penahan untuk memotong dan menahan bata agar tidak lepas waktu menggergaji.</p> <p>10.</p> <p>Meteran Alat ukur meteran dibuat dari pita baja dengan lebar 1cm dan</p> <p>panjangnya bermacam-macam tapi yang sering dipakai dalam kerja batu 2 - 5m. Rol meter ini diberi ukuran dalam satuan sentimeter dan inci serta digulung masuk dalam sebuah tempat yang terbuat dari plastik dan besi. Kegunaannya untuk pekerjaan pengukuran benda kerja pada pelaksanaan bangunan. Spesifikasi : Panjang : 2 m 5 sm Lebar : 1 cm 2 cm Tebal plat : 0,2 mm</p> <p>11.</p> <p>Palu Pemotong Bata</p> <p>11</p> <p>LABORATORIUM KONSTRUKSI BATU</p> <p>PP</p> <p>Palu pemotong bata berfungsi untuk memotong bata dengan hasil permukaan yang relatif rata, bagian belakang berfungsi sebagai palu pemukul. Terbuat dari baja dengan tangkai kayu,mata palu bagian depan dibuat tajam digunakan untuk membelah bata dan bagian yang belakang dibuat empat persegi dengan permukaan datar berfungsi sebagai palu.Jadi disamping dapat digunakan sebagai pemotong bata juga dapat digunakan sebagai palu. Spesifikasi : Mata palu : Panjang muka Lebar muka Panjang belakang Lebar belakang Tangkai : Panjang Diameter tangkai : 12 cm : 5 cm : 7 cm : 3 cm : 23 cm : 3 cm</p> <p>12.</p> <p>Ruskam Alat ini disebut juga alat lepa. Ruskam ada yang terbuat</p> <p>dari kayu dan ada juga yang terbuat dari besi. Ruskam ini terbagi menjadi dua yaitu : a.Ruskam kayu Ruskam ini terbuat dari papan dengan tangkai kayu, dengan ukuran yang bervariasi. Ruskam kayu berfungsi untuk meratakan permukaan atau segar. plesteran yang sedang dikerjakan dengan catatan plesteran tersebut harus dalam keadaan basah</p> <p>12</p> <p>LABORATORIUM KONSTRUKSI BATU</p> <p>PP</p> <p>Spesifikasi : : 25 45 cm : 15 25 cm : 2 cm</p> <p>Panjang Lebar Tebal plat kayu</p> <p>b.Ruskam besi Ruskam ini terbuat dari besi / plat baja dan ada juga yang berlapis wol pada permukaannya. Berfungsi untuk meratakan dan menghaluskan permukaan plesteran acian atau finishing dengan cara menggosok-gosokannya dengan gerakan memutar pada permukaan plesteran.yang sedang aci. Spesifikasi : : 25 45 cm : 15 25 cm : 1 mm Sekop Terbuat dari plat baja yang diberi tangkai kayu dan matanya sedikit dilengkungkan agar memudahkan dalam mengangkat pasir atau bahan lainnya.Gunanya untuk mengangkat pasir atau bahan sejenisnya. Spesifikasi : Daun sekop : Panjang Lebar Tebal Tangkai : Panjang : 30 cm : 24 cm : 2 mm : 65 cm Panjang Lebar Tebal plat logam 13.</p> <p>Diameter : 4 cm</p> <p>13</p> <p>LABORATORIUM KONSTRUKSI BATU</p> <p>PP</p> <p>14.</p> <p>Sendok Spesi Sendok spesi disebut juga cetok dibuat dari plat baja tipis</p> <p>dengan tangkai dari kayu yang berfungsi untuk mengambil dan memasangkan adukan. Sendok spesi memiliki 2 macam bentuk, yaitu bentuk segitiga (untuk pasang bata) dan bentuk oval (untuk plesteran). Sendok spesi segitiga lebih efektif pemakaiannya karena cukup satu kali pengambilan mortar dalam setiap pemasangan satu buah batu bata tetapi sendok ini lebih berat dari pada sendok oval karena sendoknya yang lebih besar. Sendok spesi oval lebih kecil dan lebih ringan. Keuntungan sendok oval : Mudah didapat. Ringan Dapat dipakai untuk mengambil adukan di</p> <p>sembarang tempat. Dijual di pasaran. Kurang pas takarannya untuk mengambil adukan Kurang efisien. Kerugian sendok oval : pada pemasangan bata.</p> <p>14</p> <p>LABORATORIUM KONSTRUKSI BATU</p> <p>PP</p> <p>-</p> <p>Tidak bisa menahan adukan yg hampir jatuh saat</p> <p>pemasangan bata. Keuntungan sendok segitiga : Lebih efisien waktu pengerjaannya. Dapat untuk menahan adukan pada waktu pekerjaan Dapat memudahkan mengambil adukan yang jatuh. Berat Tidak dijual di pasaran bebas ( dipesan ). Harganya lebih mahal. : 23 cm : 20 cm : 0,1 cm : 13 cm : 3 cm</p> <p>pasangan bata. Kerugian sendok segitiga :</p> <p> Spesifikasi sendok spesi segitiga : Daun sendok : Panjang sisi...</p>