gangguan keseimbagan dan pendengaran

Download Gangguan keseimbagan dan pendengaran

If you can't read please download the document

Post on 01-Jul-2015

454 views

Category:

Documents

14 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

OTITIS EKSTERNA

A. Definisi Istilah umum yang menckup semua proses peradangan yang mengenai kulit liang telinga luar. Yang dimaksud dengan otitis eksterna ialah radang liang telinga akut maupun kronik yang disebabkan infeksi bakteri, jamur, dan virus. Faktor yang mempermudah radang telinga luar ialah perubahan pH di liang telinga yang biasanya normal atau asam. Bila pH menjadi basa proteksi terhadap infeksi menurun. Pada keadaan udara yang hangat dan lembab, kuman dan jamur mudah tumbuh. Predisposisi otitis eksterna yang lain adalah trauma ringan ketika mengorek telinga. B. Gejala Berbagai otitis eksterna mempunyai gejala yang serupa, karena lebih tergantung pada struktur liang daripada etiologinya. Gejala permulaan adalah rasa gatal pada liang telinga, disebabkan dimulainya peradangan. Gejala ini sering tidak dapat dibedakan dengan rasa menggelitik di kedalaman yang berjalan menjalar ke telinga dan berasal dari muara tuba Eustachius yang mengalami peradangan ringan. Sensasi yang menjalar ini sering digunakan sebagai pemandu ketika memasang kateter tuba Eustachius. Biasanya disertai rasa gatal di daerah tenggorok di dasar tonsil. Gerakan otot palatum dapat mempengaruhi rasa menggelitik ini, sedangkan gerakan daun telinga tidak berpengaruh. Sebaliknya terjadi rasa gatal yang disebabkan oleh otitis eksterna. Dengan bertambah beratnya proses ini rasa gatal meningkat menjadi rasa nyeri yang mungkin menjadi cukup hebat. Hal ini disebabkan oleh edem yang menyertainya dan menekan liang telinga yang terkena. Tiap gerakan daun telinga atau tulang rawan liang telinga, seperti untuk mengunyah, menimbulkan rasa nyeri. Eksudasi dan pembengkakan ini dapat menyebabkan gangguan akibat tersumbatnya liang telinga. Mula-mula sekret encer, tetapi segera menjadi purulen dan kental bila bercampur dengan sel-sel nanah dan epitel yang terkelupas. Dalam bentuk kronis sekret hanya sedikit atau tidak ada, dan terbentuk gumpalan dalam liang telinga, yang biasanya berbau amis atau busuk, karena reaksi bakteri saprofit atau jamur dalam liang telinga. Gejala-gejala toksik dengan demam menandakan adanya penyebaran limfatik. Adenopati akan jelas didaerah segitiga servikal anterior bagian atas,

1

daerah parotis atau kelompok tulang belakang telinga akibat penyebaran infeksi ini.

C. Klasifikasi Otitis kesterna dapat dibagi dalam bentuk terlokalisir dan difus serta dalam bentuk akut dan kronis. D. Diganosis 1. Otitis eksterna akut terlokalisir Merupakan infeksi folikel rambut, bermula sebagai folikulitis kemudian biasanya meluas menjadi furunkel. Pada kasus dini dapat terlihat pembengkakan dan kemerahan difus di daerah liang telinga bagian tulang rawan, biasanya posterior atau superior. Pembengkakan ini dapat sampai menyumbat liang telinga. Setelah terjadi lokalisasi akan timbul pustula. Pada keadaan ini terdapat rasa nyeri hebat sehingga pemeriksaan sukar dilakukan. Biasanya tidak terdapat sekret sampai absesnya pecah.

2. Otitis eksterna akut difus Adalah penyakit yang terutam timbul apada musim panas dan merupakan bentuk otitis eksterna yang paling umum. Cuaca panas dan lembab menyebabkan pembengkakan stratum korneum kulit sehingga menyumbat saluran folikel. Sewaktu terjadi heperemia dan edem kulit liang telinga, timbul rasa gatal hebat yang berangsur-angsur berubah menjadi rasa nyeri. Liang telinga meradang dan menjadi bengkak difus yang terasa nyeri bila daun telinga2

digerakan. Terdapat sekresi cairan serosa. Sementara penyakit makin berlanjut, cairannya menjadi seropurulen dan edem menyumbat sebagian atau seluruh liang telinga dan menutupi gendang telinga. Meskipun proses ini biasanya terbatas pada liang telinga, lekuk intertragus dan lobul dapat juga terkena karena iritasi oleh cairan yang keluar. Papul dan vesikel kecilkecil timbul pada permukaan kulit, tetapi tidak selalu terliahat karena sulitnya pemeriksaan. 3. Otitis eksterna kronis difus Jamur, biasanya Aspergillus niger, Actinomyces atau ragi, menimbulkan warna kemerahan kronis yang superfisial pada kulit dinding liang telinga bagian tulang. Terbentuk eksudat berbau amis yang tampak keriput berwarna abu-abu seperti kertas penghisap tinta yang basah. Pada permukaan selaput yang agak tebal ini akan tampak filamen-filamen jamur. Jika selaput ini diangkat tampak kulit licin kemerah-merahan. Pada infeksi jamur timbul rasa gatal terus-menerus dan hebat tetapi jarang menjadi nyeri. Menifestasi sistemik jarang terjadi kecuali bila disertai infeksi bakteri yang biasanya disebabkan garukan pada telinga.

E. Tatalaksana 1. Otitis eksterna akut terlokalisir Terapinya bergantung pada keadaan furunkel. Bila sudah menjadi abses, diaspirasi secara steril untuk mengeluarkan nanahnya. Lokal diberikan antibiotika dalam bentuk salep seperti polymixin B atau bacitracin, atau antiseptik (asam asetat 2-5% dalam alkohol 2%). Kalau dinding furunkel tebal dilakukan insisi, kemudian dipasang salir (drain) untuk mengalirkan nanahnya. Dapat ditambahkan pula obat analgetika.

3

2. Otitis eksterna akut difus Pengobatannya ialah dengan memasukkan tampon yang mengandung antibiotika ke dalam liang telinga, supaya terdapat kontak yang baik antara obat dengan kulit yang meradang. Kadang kadang diperlukan obat antibiotika sistemik. 3. Otitis eksterna kronis difus Pada pemeriksaan pertama, membran yang lembab harus dibersihkan dengan irigasi dan penghisapan secara hati-hati. Kulit dibawahnya tampak hiperemis dan mudah berdarah. Kulit ini harus dioles dengan metakrosol asetat. Bila terdapat infeksi bakteri sekunder, telinga harus dibedaki dengan campuran polimiksin B dan kloramfenikol. Untuk ini dibutuhkan 250 mg bubuk polimiksin B dan 3 gram bubuk kloramfenikol, dimasukan dalam alat peniup bubuk. Sesudah hiperemi mulai berkurang, dapat diberi alkohol encer, dan bubuk serta metakrosol dihentikan secara bertahap.

4

OTITIS MEDIA AKUT

Otitis media akut (OMA) adalah otitis media yang berlangsung selama 3 minggu atau kurang karena infeksi bakteri piogenik. Penyakit peradangan telinga tegah telah banyak berubah akibat penggunaan antibiotik secara luas, banyak bentuk penyakit seperti yang diuraikan dalam kepustakaan lama saat ini tidak dijumpai lagi. OMA terjadi karena faktor pertahanan tubuh terganggu. Sumbatan tuba Eustachius merupakan faktor penyebab utama dari otitis media. Karena fungsi tuba Eutachius terganggu, pencegahan invasi kuman ke dalam telinga tengah juga terganggu, sehingga kuman masuk ke dalam telinga tengah dan terjadi peradangan. Patogenesis Umumnya otitis media berasal dari nasofaring yang kemudian mengenai telinga tengah, kecuali pada kasus yang relatif jarang, yang mendapatkan infeksi bakteri melalui trauma yang membocorkan membran timpani. Stadium awal komplikasi ini dimulai dengan hiperemi dan edem pada mukosa tuba Eutachius bagian faring yang kemudian lumennya dipersempit oleh hiperplasi limfoid pada submukosa. Gangguan ventilasi telinga tengah ini disertai oleh terkumpulnya cairan eksudat dan transudat dalam telinga tengah menjadi sangat rentan terhadap infeksi bakteri yang datang langsung menuju nasofaring. Selanjutnya faktor ketahanan tubuh penjamu dan virulensi bakteri akan menentukan progresivitas penyakit. Stadium 1. Stadium Oklusi Tuba Eustachius Stadium oklusi tuba Eustachius terdapat sumbatan tuba Eustachius yang ditandai oleh retraksi membrana timpani akibat tekanan negatif dalam telinga tengah karena terjadinya absorpsi udara. Selain retraksi, membrana timpani kadang-kadang tetap normal atau hanya berwarna keruh pucat atau terjadi efusi. Stadium oklusi tuba Eustachius dari otitis media supuratif akut (OMA) sulit kita bedakan dengan tanda dari otitis media serosa yang disebabkan virus dan alergi.

5

2. Stadium Hiperemis (Pre Supurasi) Stadium hiperemis (pre supurasi) akibat pelebaran pembuluh darah di membran timpani yang ditandai oleh membran timpani mengalami hiperemis, edema mukosa dan adanya sekret eksudat serosa yang sulit terlihat.

3. Stadium Supurasi Stadium supurasi ditandai oleh terbentuknya sekret eksudat purulen (nanah). Selain itu edema pada mukosa telinga tengah makin hebat dan sel epitel superfisial hancur. Ketiganya menyebabkan terjadinya bulging

(penonjolan) membrana timpani ke arah liang telinga luar. Pasien akan tampak sangat sakit, nadi & suhu meningkat dan rasa nyeri di telinga bertambah hebat. Anak selalu gelisah dan tidak bisa tidur nyenyak. Stadium supurasi yang berlanjut dan tidak tertangani dengan baik akan menimbulkan ruptur membran timpani akibat timbulnya nekrosis mukosa dan submukosa membran timpani. Daerah nekrosis terasa lebih lembek dan berwarna kekuningan. Nekrosis ini disebabkan oleh terjadinya iskemia akibat tekanan kapiler membran timpani karena penumpukan nanah yang terus berlangsung di kavum timpani dan akibat tromboflebitis vena-vena kecil.

6

Keadaan stadi

supurasi dapat kita tangani dengan melakukan

miringotomi Bedah kecil ini kita lakukan dengan membuat luka insisi pada membran timpani sehingga nanah akan keluar dari t linga tengah menuju liang e telinga luar. Luka insisi pada membran timpani akan mudah menutup kembali sedangkan ruptur lebih sulit menutup kembali. Bahkan membran timpani bisa tidak menutup kembali jika membran timpani tidak utuh lagi.

4. Stadium Perforasi Stadium perforasi ditandai oleh ruptur membran timpani sehingga sekret berupa nanah yang jumlahnya banyak akan mengalir dari telinga tengah ke liang telinga luar. Kadang-kadang pengeluaran sekret bersifat pulsasi (berdenyut . Stadium ini sering disebabkan oleh terlambatnya pemberian antibiotik dan tingginya virulensi kuman. Setelah nanah keluar, anak berubah menjadi lebih tenang, suhu menurun dan bisa tidur nyenyak. Jika membran timpani tetap perforasi dan pengeluaran sekret (nanah) tetap berlangsung selama lebih 3 minggu maka keadaan ini disebut otitis media supuratif subakut. Jika kedua keadaan tersebut tetap berl