Evakuation Body Composition

Download Evakuation Body Composition

Post on 13-Aug-2015

192 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

evaluasi of body comnposition

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Status gizi individu atau masyarakat ditentukan oleh pemenuhan dan kombinasi yang tepat dari zat-zat gizi yang dibutuhkan tiap sel tubuh. Zat-zat ini diperlukan tubuh untuk tumbuh jembang dan metabolisme tubuh. Menurut Supriasa, 2001, starus gizi merupakan ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atau perwujudan dari nutrisi dalam bentuk tertentu. Dan penilaian status gizi merupakan salah satu cara untuk menentukan dan mengelompokkan status gizi seseorang. Metode penilain status gizi yang sering digunakan salah satunya adalah antoprometri. Antropometri merupakan salah satu metode yang dapat dipakai secara universal, tidak mahal, dan metode yang non invasif untuk mengukur ukuran, bagian, dan komposisi dari tubuh manusia. Metode antropometri sebagai salah satu metode untuk mengukur status gizi semakin mendapat perhatian karena ketersediaan alat ukur yang bisa digunakan secara luas dalam program-program gizi masyarakat. Secara umum, antropometri berarti ukuran tubuh manusia. Dan jika ditinjau dari pandangan gilmu gizi, antoprometri adalah metode yang dilakukan dengan mengukur dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari segala tingkat usia dan tingkat gizi. Penggunaan metode secara umum untuk melihat ketidak seimbangan asupan protein dan energi. Ketidak seimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan jaringan tubuh, seperti lemak, otot, dan jumlah air dalam tubuh. Parameter yang digunakan adalah umur, berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, lingkar kepala, lingkar pinggul dan tebal lemak di bawah kulit. Metode pengukuran antropometri untuk jaringan lunak dilakukan dengan mengukur lipatan kulit (skin-fold) yang terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan kulit dan lemak subkutan (Sub-Cutanous Fat). Metode untuk mengukur body compositioan ada 2. Metode pertama disebut dengan 2 compartment (two compartment). Metode ini membagi tubuh manusia menjadi 2 bagian, bagian lemak dan bagian non lemak. Dan metode yang kedua adalah 4 compartment. Metode ini membagi bagian non lemak menjadi protein, total air dalam tubuh dan tulang. Dengan kata lain, metode ini mebagi tubuh menjadi 4 bagian. Dari kedua metode ini yang paling sering digunakan adalah metode yang kedu. Hal ini disebabkan karena faktor biaya dan kemudahan menghitung dengan metode ini.1

Metode standart dari evaluasi antropometri sangat penting untuk menaksir status gizi dan permasalahan gizi pada individu ataupun kelompok. Evaluasi ini digunakan untuk menganalisis data dari hasil pengukuran antropometri, kemudian

menginterprestasikannya dan kemudian mengklasifiasikan status gizi. 1.2 Rumusan Masalah 1) Apa yang dimaksud dengan body composition? 2) Metode apa saja yang digunakann untuk mengukur body composition? 3) Bagaimana cara mengevaluasi data yang diperoleh dari pengukuran body composition? 4) Bagaimana cara menginteprestasikan data yang diperoleh dari pengukuran body composition? 1.3 Tujuan 1) Mengetahui gambaran secara umum tentang komposisi tubuh. 2) Mengetahui metode yang digunakan untuk mengukur body composition. 3) Mengevaluasi data yang diperoleh dari pengukuran body composition. 4) Menginteprestasikan data yang diperoleh dari pengukuran body composition. 1.4 Manfaat Penulis berharap, tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Bagi mahasiswa khususnya untuk: 1) Mengetahui cara mengevaluasi dan menginteprestasikan data yang diperoleh dari pengukuran body composition. 2) Dapat menetukan status gizi individu dari pengukuran body composisiton.

2

PEMBAHASAN

2.1 Body Composition Komposisi tubuh didefinisikan sebagai proporsi relatif dari jaringan lemak dan jaringan bebas lemak dalam tubuh. Penilaian komposisi tubuh diperlukan untuk berbagai alasan. Ada korelasi kuat antara obesitas dan peningkatan resiko berbagai penyakit kronis (penyakit arteri koroner), diabetes, hipertensi, kanker tertentu, dan hiperlipidemia. Menilai komposisi tubuh dapat membantu untuk menetapkan berat badan yang optimal bagi kesehatan dan kinerja fisik (ACSM, 2008). Ada beberapa metode tentang komposisi tubuh manusia, yaitu: a) 2-compartment model Adalah metode yang menyebutkan bahwa tubuh terdiri dari 2 komponen utama, yaitu adiposa (simpanan lemak) dan jaringan bebas lemak (lean tisue).

BW= FM +FFMKeterangan: BW = Body Weight (Berat Badan) kg FM = Fat Massa (massa lemak) kg FFM = Free Fat Mass (massa non lemak) kg b) 3-compartment model Merupakan metode evaluasi komposisi tubuh yang menggabungkan 2 Unsur FFM menjadi 1 komponen. digabung, maka Misalnya jika tulang dan protein

BW= FM +TBW+SKeterangan: BW FM TBW S = Body Weight (Berat Badan) kg = Fat Mass (Massa lemak) kg = Total Body water (jumlah air) kg = Solid (nonaqueous) atau gabungan protein dan tulang kg

c) 4-compartment model3

Adalah metode yang menyebutkan bahwa tubuh terdiri dari 4 komponen utama, yaitu massa lemak, total air tubuh, massa protein, massa tulang dan glikogen (bagian sangat kecil).

BW= FM+TBW+ Protein+Bone+GlikogenKeterangan: BW FM = Body Weight (Berat badan) kg = Fat Mass (massa lemak) kg

TBW = Total Body Water (jumlah air) kg Dari ketiga metode diatas, 2-compartment model yang paling sering digunakan. Karena dalam perhitungannya tidak memerlukan banyak komponen sehingga erhitungannya menjadi lebih mudah, cepat dan murah karena tidak perlu dilakukan tes laboratorium. 2.2 Assesmentof Body Fat Komposisi dai lemak tubuh bervariasi dari tiap individu berdasarkan perbedaan jeniskelamin, tinggi, dan berat badan. Bagian badan yang biasa diukur untuk menentukan jumlah lemak dalam tubuh adalah trisep, bisep, subscapula, dan suprailiaka. Pada umumnya, rata-rata komposisilemak tubuh wanita lebih banyak dari pada komposisi lemak pria. Berikut adalah tabel distribusi lemak tubuh pada laki-laki dan perempuan: Tabel Persebaran Lemak pada Laki-laki dan Perempuan Lokasi lemak Lemak sumsum saraf esensial tulang, pusat, (dalam system kelenjar3,1 kg 3,3 kg 0,8 kg 1,0 kg 5,1 kg 3,5 kg 0,6 kg 1,2 kg Laki-laki 2,1 kg Perempuan 4,9 kg

kelenjar, dan organ lain) Storage fat subkutan Storage fat intermuskular Storage fat intramuscular Storage fat pada rongga dada dan perut Total Lemak Berat badan 10,3 kg 70,0 kg 15,3 kg 56,8 kg4

Prosentase lemak

14,7 %

26,9 %

Sumber : Behnke (1969), other weights from Allen et. al (1956); Alexander (1964); Johnson et. al. (1972); Wilmore and Brown (1974) Lemak tubuh dapat diukur secara absolute (dalam kilogram) maupun dalam presentase dari berat keseluruhan. Lemak tubuh dapat diperkirakan dengan satu atau lebiih pengukutan skinfold thickness. Perkiraan awal lemak tubuh dan kecepatan perubahan lemak dalam tubuh diperlukan untuk memantau keparahan dan

ketidakseimbangan asupan energi-protein. Hilangnya lemak tubuh secara besar-besaran dapat mengindikasikan adanya katidakseimbangan energi. Namun, perubahan kecil pada lemak tubuh tidak dapat diukur seara akurat menggunakan metode antropometri. 2.2.1 Skinfold Thickness Metode ini merupakan metode konvensional yang paling banyak digunakan dan mempunyai validitas dan reliabilitas yang cukup tinggi untuk memprediksi komponen badan seperti lemak, otot rangka, tulang, dan cairan badan. Khusus untuk memprediksi lemak badan total, dengan metode ini dapat dilakukan dengan tiga cara: (1) menghitung densitas badan terlebih dahulu dengan menggunakan persamaan tertentu dari hasil pengukuran tebal lipatan lemak subkutan, (2) langsung menghitung persentase lemak badan dengan persamaan tertentu dari hasil pengukuran tebal lipatan lemak subkutan, atau (3) langsung dilihat pada tabel yang sudah disediakan dari beberapa pengukuran tebal lipatan lemak subkutan yang telah dilakukan sebelumnya. Dari ketiga cara tersebut dibedakan antara laki-laki dan wanita. 2.2.1.1 Single Skinfold Measurement to Assess Body Fat Cara skinfold merupakan cara pemeriksaan lemak tubuh yang cukup akurat, murah, praktis dan dilakukan hanya dengan sedikit latihan dan dapat dipakai untuk memperkirakan % BF (Body Fat Percentation/ Persentase Lemak Tubuh) (Supariasa,2001). Pengukuran skinfold menggunakan satu area terkadang digunakan untuk menaksir total lemak tubuh, atau prosentase kemak tubuh. Untuk menggunakan metode ini, maka area yang diukur haruslah area yang mencerminkan keseluruhan lapisan lemak subkutan. Karena lapisan lemak subkutan penyebarannya tidak sama di dalam tubuh. Namun, area subkutan

5

yang paling representative berbeda-beda untuk tiap jenis kelamin, umur, dan suku bangsa. Pengukuran lemak tubuh menggunakan area tunggal sulit untuk dilakukan pada wanita dewasa, karena penyebaran lemak subkutan di tubuh sangat bervariasi. Secara umum, daerah yang paling sering digunakan untuk pengukuran lemak tubuh menggunakan area tunggal adalah daerah triceps. Namun, pengukuran ini hanya cocok untukmengukur lemak tubuh wanita dan anak-anak. a) Pengukuran Biceps Skinfold Pengukuran Biceps Skinfold bertujuan untuk memprediksi total lemak dalam tubuh. Selain itu juga bisa digunakan untuk menghitung besarnya otot dan tulang pada daerah pengukuran apabila digabungkan dengan pengukuran tebal lemak bawah kulit pada triceps. b) Pengukuran Triceps Skinfold Lemak Triceps atau yang disebut juga dengan otot berkepala tiga karena pada triceps terdapat tiga bagian otot yang berbeda dan menjadi satu disiku. Triceps ini merupakan titik pada bagian belakang ekstremitas atas. Otot ini bertugas sebagai ekstensi sendi siku atau penegakan siku. Pada umumnya pengukuran triceps bertujuan untuk memperkirkan persentase lemak tubh dan total lemak tubuh dan merupakan indikasi lemak tubuh dan penyimpanan energi. Tebal lemak pada triceps merupakan suatu area yang sering digunakaj untuk mengestimasi secara tidak langsung ukuran dan tempat penyebaran lemak subkutan karena pada area ini yang dianggap paling mencerminkan lemak tubuh. Anggapan ini tidaklah benar karena distribusi dari lemak subkutan yang berbeda setiap