epidemiology of syphilis

Download Epidemiology of Syphilis

If you can't read please download the document

Post on 14-Dec-2014

38 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Epidemiology of syphilis-related hospitalisations in Spain between 1997 and 2006: a retrospective studyLaura Garca-Garca, M Carmen Ariza-Mega, Alba Gonzalez-Escalada, Alejandro Alvaro-Meca, Angel Gil-deMiguel, Ruth Gil-Prieto ABSTRACT Objective: In order to illustrate the important public health impact of syphilis, which is a preventable infection, the epidemiology of syphilis-related hospitalisations in Spain was penelitianed over a 10-year period. Methods: A retrospective study was conducted using the National Epidemiological Surveillance System for Hospital Data (Minimum Data Set). All hospitalizations due to syphilis infection in any diagnostic position (ICD- 9-CM 090e097) between 1997 and 2006 were analysed, according to the Spanish version of the International Classification of Diseases, ninth revision (ICD-9-CM). Results: There were 9556 hospitalisations associated with syphilis in Spain. The hospitalisation rate was 2.33 per 100 000 population, the mortality rate was 0.07 per 100 000 population and the lethality was 3.17%. The hospitalisation rate increased significantly after 2000 and was higher in men. Conclusion: Syphilis remains a major public health problem because of both potential complications and its close association with HIV infection. It is necessary to promote early diagnosis, ensure treatment in patients with syphilis and emphasise health promotion and prevention programmes. PENDAHULUAN Sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang penting dalam kesehatan masyarakat luas karena jangkauan global dan terkait komplikasi dan gejala sisa.1, 2 Penegakan diagnosis sipilis yang terlambat dapat menyebabkan komplikasi seperti pada tulang, jantung dan lesi neurologis, pada wanita, hal ini dapat menyebabkan keguguran (aborsi dan kelahiran mati), kelahiran prematur dan transmisi ibu ke janin, sehingga menghasilkan sifilis kongenital atau kematian.1-3 WHO memperkirakan bahwa lebih dari setengah juta anak lahir dengan sifilis kongenital setiap tahun didunia dari ibu hamil yang terinfeksi. Sebanyak 25% dari kehamilan bagi wanita terinfeksi dengan Treponema pallidum mungkin berakhir dengan

kelahiran mati dan 14% dari kematian neonatal, mewakili keseluruhan kematian perinatal sekitar 40% .3 Selain itu, sifilis terkait erat dengan infeksi HIV. Ulkus yang disebabkan oleh sifilis dapat meningkatkan kerentanan dan transmisibilitas HIV, sehingga meningkatkan risiko infeksi berulang.2 WHO memperkirakan terdapat 340 juta kasus baru dari IMS yang dapat disembuhkan setiap tahunnya, yang terdiri dari pria dan wanita berusia tahun 15-49,3

terutama di negara-negara berkembang, meskipun telah terjadi peningkatan di negara maju. Baru-baru ini penelitian epidemiologi di Eropa, Amerika Serikat dan Australia telah menunjukkan bahwa jumlah kasus sifilis telah meningkat. 2,5-7 Setelah tercapainya angka terendah pada 1990-an, kejadian sifilis meningkat lagi secara signifikan sejak 2001. 5, 6 Sejak tahun 2000, wabah epidemi telah dicatat seluruh Eropa, terutama karena perubahan perilaku sexual dan penggunaan narkoba serta kalangan pria yang memiliki hubungan seksual dengan pria lain (MSM) .8 Peningkatan angka sifilis juga terlihat di Amerika,5, 6

Asia9 dan Oceania.2 Demikian pula, peningkatan angka kejadian sifilis di

Spanyol dimulai pada 2002.1 Sejak tahun itu, beberapa penelitian yang menunjukkan peningkatan di Barcelona10 dan Madrid11 telah dipublikasikan. Pada tahun 2008, Sistem Penyakit Deklarasi Wajib (EDO) telah melaporkan kasus sifilis sebanyak 2545 di Spanyol,1

meningkatnya insiden IMS ini terus berlanjut. Kenaikan ini juga terkait

dengan wabah sifilis di kalangan MSM. Praktek perilaku seksual yang berisiko terkait dengan pengobatan antiretroviral dapat berkontribusi dengan jumlah yang lebih besar dari infeksi sifilis pada HIV-populasi positif.2 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan sifilis rawat inap di Spanyol antara tahun 1997 dan 2006, menggunakan penilaian berbasis populasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dampak kesehatan masyarakat yang penting dari sifilis, yang merupakan infeksi dapat dicegah, dan membandingkan hasil ini dengan sistem pelaporan lainnya yang ada di Spanyol. BAHAN DAN METODE Penelitian retrospektif menggunakan Sistem Data Nasional Epidemiologi Surveillance Rumah Sakit (Minimum Data Set, MDS), yang meliputi data dari 98% masyarakat rumah sakit di Spanyol. Diperkirakan bahwa sistem kesehatan nasional mencakup 99,5%

dari populasi di Spanyol.12-14

Sistem monitoring ini menggunakan Klasifikasi

Internasional Penyakit, revisi kesembilan (ICD-9-CM) versi Spanyol. Penulis menganalisis semua penerimaan rumah sakit akibat infeksi sifilis(ICD-9CM 090-097) dalam penegakan diagnosis waktu 10 tahun (sejak 1 Januari 1997 sampai 31 Desember 2006) di Spanyol. Data MDS termasuk Informasi demografis (usia dan jenis kelamin) dan data klinis, termasuk diagnosis primer dan sekunder. Meskipun MDS tidak merekam konfirmasi mikrobiologi, prosedur normal untuk diagnosis sifilis di rumah sakit umum di Spanyol melibatkan konfirmasi mikroba dengan tes laboratorium. Penulis membandingkan data rawat inap dari MDS dengan informasi yang diberikan oleh Sistem pelaporan penyakit (EDO) dan data kematian dengan angka kematian yang diperoleh dari Institut Nasional Statistik (INE). Metode statistik Penulis menghitung tingkat rawat inap per tahun (per 100 000 populasi / tahun), ratarata lama rawatan, angka kematian (per 100 000 penduduk / tahun) dan kasus angka kematian (% dari kematian di antara pasien rawat inap dengan sifilis). Data penduduk yang diperoleh dari sensus kota pada tahun 1997-2006 di Madrid yang disesuaikan dengan penduduk yang tercakup dalam rumah sakit termasuk dalam MDS. Hal ini diasumsikan bahwa distribusi usia dari pasien yang dirawat di rumah sakit umum adalah sama dengan distribusi usia dari populasi secara umum. Untuk menguji hubungan antara variabel kontinyu, penulis menggunankan hubungan salah satu dari Pearson atau Spearman. Tes pada murid dan ANOVA digunakan untuk perbandingan berarti ketika kriteria parametrik terjangkau; untuk distribusi nonparametrik, penulis menggunakan U-ManneWhitney dan KruskaleWallis tes. Perbedaan antara proporsi dievaluasi oleh tes x2. Penulis menggunakan koreksi Bonferroni untuk menyesuaikan signifikansi statistik untuk beberapa perbandingan. Penulis menghitung CI 95%, dan nilai p

Recommended

View more >