Eni Fatmawati

Download Eni Fatmawati

Post on 17-Dec-2015

214 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

rgtaesgea

TRANSCRIPT

<p>DAFTAR LAMPIRAN</p> <p>KARYA TULIS ILMIAH</p> <p>HUBUNGAN PENYAPIHAN DINI TERHADAP STATUS GIZI BALITA UMUR 0 24 BULAN DI POSYANDU DI DESA JEREBENG KECAMATAN DUKUN KABUPATEN GRESIK</p> <p>Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan </p> <p>Pendidikan Tinggi Diploma III Kebidanan</p> <p> OLEH :</p> <p>ENI FATMAWATI</p> <p> (0302.12)</p> <p>AKADEMI KEBIDANAN WIDYAGAMA HUSADA MALANG</p> <p>MALANG</p> <p>2006</p> <p>KATA PENGANTARPuji syukur peneliti panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahNya sehingga peneliti dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini dengan judul Hubungan Penyapihan Dini Terhadap Status Gizi Balita Umur 0-24 Bulan Di Posyandu Desa Jerebeng Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik Sebagai salah satu persyaratan akademis dalam rangka menyelesaikan Pendidikan Diploma III Kebidanan Widyagama Husada Malang.</p> <p>Dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini, penulis banyak mendapat petunjuk dan bimbingan dari berbagai pihak, oleh karena itu peneliti ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: </p> <p>1. Yuliyanik, S. KM, selaku Direktur Akademi kebidanan Widyagama Husada Malang.</p> <p>2. Ibu Patemah, S.SiT, selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan petunjuk koreksi dan saran sehingga terwujudnya Karya Tulis Ilmiah ini .</p> <p>3. Bapak Ibnu Fajar, SKM.,M.Kes, selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan petunjuk koreksi dan saran sehingga terwujudnya Karya Tulis Ilmiah ini .</p> <p>4. Ibu Endah Tri Agustin, S.SiT, selaku penguji I</p> <p>5. Bidan Yuyun Mazida, AMd.Keb. Bidan Polindes Desa Jerebeng Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik selaku pembimbing Lapangan dalam penelitian ini. </p> <p>6. Para Dosen beserta Staf yang telah membantu dan berpartisipasi dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.</p> <p>7. Bapak, Ibu serta saudara-saudaraku tercinta yang telah banyak memberikan dorongan dan semangat kepada peneliti dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.</p> <p>8. Seluruh teman-temanku di Akademi kebidanan Widyagama Husada Malang yang telah mendukung dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.</p> <p>Peneliti menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna, karena itu peneliti mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun untuk lebih sempurnanya Karya Tulis Ilmiah ini. </p> <p>Malang, Oktober 2006</p> <p> Penulis</p> <p>ABSTRACTFatmawati, Eni, 2006. Correlation between Early Weaning and Nutritional Status of Baby-aged 0-24 Months in Desa Jerebeng, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Scientific Worksheet. Midwifery Academy of Widyagama-Husada Malang. Advisor (1) Patemah, S.SiT Advisor (2) Ibnu Fajar, M.Kes.</p> <p>ASI (mothers milk) is the best nutritional for baby, because of its nutritious components inside can optimally warrant babys growth. Based on a research which is done in Jakarta, shows that general baby weaning is done in seventh month of postpartum, 63,3% correspondences are still suckling breast and 3,6% arents suckling breast anymore, due to ill or theres no mothers milk production since the birth. From antecedent study result in getting balita having status of gizi less counted 38% and ugly gizi counted 4% which is very have an in with the growth pattern and growth of so that researcher interest to doresearch in Countryside of Jerebeng District of Soothsayer Sub-Province of Gresik.</p> <p>Design research this uses Analytic Correlation that is supposed to analyze the correlation of 2 variables, those are early weaning variable and nutritional status variabel. The sampel population that is used in this study is all of the babies aged 0-24 months that already fulfilled inclusion criteria recruitment, those are 50 babies and uses all of the sampling population total, counted 50 babies.Pursuant to Result Research in Posyandu Dahlia Countryside of Jerebeng District of Soothsayer Sub-Province of Gresik in getting that baby which in weaning early counted 58% and in weaning do not early counted 42%, having gizi less counted 44%, ugly gizi counted 32% and gizi more counted 24%, based on Chi Square statistic test, the result tahat P value = 0,0001 that score is under 0,05, so Hypothesis o is refused and hipotesis i is going to be accepted. Due to this, can be concluded that theres a correlational between early weaning with baby-aged 0-24 month nutritional status. </p> <p>Bibliographies : 16 references (in 1980 up to 2006)</p> <p>Key words : Early weaning, Nutritional status </p> <p>ABSTRAKFatmawati, Eni. 2006. Hubungan Penyapihan Dini Terhadap Status Gizi Balita Umur 0-24 Bulan Di Posyandu Dahlia Desa Jerebeng Kecamatn Dukun Kabupaten Gresik. Karya Tulis Ilmiah Akademi Kebidanan Widyagama Husada Malang. Pembimbing (1) Patemah, S.SiT. Pembimbing (2) Ibnu Fajar, S.KM. M. Kes.ASI merupakan gizi terbaik bagi bayi karena komposisi zat-zat gizi di dalamnya secara optimal mampu menjamin pertumbuhan bayi. Berdasarkan penelitian yang di lakukan di Jakarta menunjukkan penyapihan bayi rata-rata di lakukan pad bulan ke-7 pasca persalinan diketahui 63,3% responden masih menyusui damn 3,6% sama sekali tidak menyusui karena menderita sakit atau produksi ASI tidak terjadi saat awal. Dari hasil studi pendahuluan di dapatkan balita yang mempunyai status gizi kurang sebanyak 38% dan gizi buruk sebanyak 4% yang sangat berpengaruh pada pola pertumbuhan dan perkembangannya sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Desa Jerebeng Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik.</p> <p>Desain penelitian ini Analitik korelasi yang bertujuan menganalisa hubungan dua variabel yaitu variabel penyapihan dini dan variabel status gizi. Populasi yang di gunakan dalam penelitian ini adalah semua balita umur 0-24 bulan yang memenuhi persyaratan kriteria inklusi yang berjumlah 50 orang anak dan dengan menggunakan total populasi sampling, sampel yang di gunakan sebanyak 50 orang balita.</p> <p>Berdasarkan Hasil Penelitian di Posyandu Dahlia Desa Jerebeng Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik di dapatkan bahwa bayi yang di sapih dini sebanyak 58% dan di sapih tidak dini sebanyak 42%, mempunyai gizi kurang sebanyak 44%, gizi buruk sebanyak 32% dan gizi lebih sebanyak 24%, dan berdasarkan hasil uji statistik Chi Square maka di dapatkan P value= 0,0001 dimana nilai tersebut kurang dari 0,05 sehingga Ho di tolak dan Hi di terima. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa ada hubungan antara penyapihan dini dengan status gizi balita umur 0-24 bulan </p> <p>Kepustakaan : 24 kepustakaan (tahun 1980-2006)</p> <p>Kata Kunci : Penyapihan Dini, Status Gizi </p> <p>DAFTAR ISI</p> <p> Halaman</p> <p>HALAMAN JUDUL </p> <p>HALAMAN PERSETUJUAN </p> <p>ii</p> <p>HALAMAN PENGESAHAN</p> <p>iii</p> <p>HALAMAN PERSEMBAHAN</p> <p>iv</p> <p>KATA PENGANTAR</p> <p>vABSTRACT</p> <p>viABSTRAK</p> <p>viiDAFTAR ISI </p> <p>viiiDAFTAR TABEL</p> <p>xDAFTAR GAMBAR</p> <p>xiDAFTAR LAMPIRAN</p> <p>xiiBAB1 PENDAHULUAN </p> <p>11.1 Latar Belakang </p> <p>1</p> <p>1.2 Rumusan Masalah </p> <p>2</p> <p>1.3 Tujuan Penelitian </p> <p>3</p> <p>1.4 Manfaat Penelitian </p> <p>3</p> <p>BAB 2TINJAUAN PUSTAKA </p> <p>52.1 Konsep Dasar Penyapihan Dini dan Penyapihan</p> <p>5</p> <p>2.1.1 Definisi Penyapihan Dini dan Penyapihan</p> <p>5</p> <p>2.1.2 Mulai Pemberian Makanan pada Bayi </p> <p>6</p> <p>2.1.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyapihan</p> <p>8</p> <p>2.1.4 Keuntungan dan Kerugian Penyapihan Dini</p> <p>10</p> <p>2.1.5 Masa Mulai Menyapih</p> <p>10</p> <p>2.1.6 Setelah Bayi Disapih</p> <p>12</p> <p>2.2 Konsep Dasar Balita</p> <p>12</p> <p>2.2.1 Pertumbuhan Balita</p> <p>12</p> <p>2.2.2 Perkembangan Balita</p> <p>14</p> <p>2.2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang</p> <p>15</p> <p>2.2.4 Hal-hal yang Dapat Mendukung Pertumbuhan dan </p> <p> Perkembangan Bayi </p> <p>172.2.5 Tingkat Perkembangan Bayi </p> <p>182.3 Konsep Dasar Status Gizi</p> <p>212.3.1 Pengertian Status Gizi</p> <p>212.3.2 Tingkat Kesehatan Gizi</p> <p>212.3.3 Standar dan Klasifikasi Status Gizi</p> <p>222.3.4 Penilaian Status Gizi</p> <p>242.3.5 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi</p> <p>252.4. Hubungan Penyapihan Dini Terhadap Status Gizi 27</p> <p>BAB3METODOLOGI PENELITIAN </p> <p>303.1 Kerangka Konsep </p> <p>30</p> <p>3.2 Desain Penelitian</p> <p>31</p> <p>3.3 Hipotesa</p> <p>31</p> <p>3.4 Populasi, Sampel dan Tehnik Sampling </p> <p>31</p> <p>3.5 Kriteria Inklusi dan Eksklusi</p> <p>32</p> <p>3.6 Variabel Penelitian</p> <p>33</p> <p>3.7 Definisi Operasional Variabel </p> <p>33 </p> <p>3.8 Lokasi Dan Waktu Penelitian</p> <p>34</p> <p>3.9 Teknik Pengumpulan Data</p> <p>343.10 Teknik Pengolahan Data dan Analisa Data</p> <p>35</p> <p>3.11 Etika Penelitian</p> <p>37</p> <p>3.12 Jadwal Penelitian</p> <p>38</p> <p>BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN</p> <p>39</p> <p>4.1 Hasil Penelitian </p> <p>40</p> <p>4.2 Pembahasan</p> <p>45</p> <p>4.3 Keterbatasan Penelitian</p> <p>49</p> <p>BAB V PENUTUP</p> <p>50</p> <p>5.1 Kesimpulan</p> <p>50</p> <p>5.2 Saran</p> <p>51</p> <p>DAFTAR PUSTAKALAMPIRANDAFTAR TABEL</p> <p>Nomor</p> <p>Judul Tabel </p> <p> Halaman</p> <p>Tabel 2.1Klasifikasi status gizi</p> <p>22Tabel 3.1Definisi operasional variabel</p> <p>34Tabel 4.1.Distribusi Frekuensi Karakteristik Ibu Responden </p> <p>Berdasarkan Umur..........</p> <p>40Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi Karakteristik Ibu Responden </p> <p>Berdasarkan Pendidikan.....</p> <p>41Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Karakteristik Ibu Responden </p> <p>Berdasarkan Pekerjaan..............</p> <p>41Tabel 4.4. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Umur</p> <p>42Tabel 4.5. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan </p> <p>JenisKelamin</p> <p>42Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Penyapihan</p> <p>43Tabel 4.7. Distribusi Frekuensi Status Gizi Balita Umur 0-24 Bulan</p> <p>43Tabel 4.8. Hubungan Antara Penyapihan Dini terhadap Status Gizi Balita</p> <p>44Tabel 4.9. Hasil Perhitungan Chi-Square test dengan menggunakan </p> <p>SPSS Versi Windows antara Penyapihan Dini dengan </p> <p>Status Gizi</p> <p>44DAFTAR GAMBAR</p> <p>Nomor</p> <p>Judul Gambar </p> <p> Halaman</p> <p>Gambar 2.1 Penilaian status gizi</p> <p>25Gambar 3.1 Kerangka konseptual penelitian</p> <p>30DAFTAR LAMPIRAN</p> <p>Nomor</p> <p>Judul Lampiran</p> <p> Halaman</p> <p>1. Surat Permohonan Ijin Penelitian Dari Kampus </p> <p>2. Surat Pemberian Ijin dari Bidan </p> <p>3. Pengantar Informed Consent </p> <p>4. Lembar Persetujuan Menjadi Responden </p> <p>5. Kuesioner Penelitian </p> <p>6. Tabel Status Gizi BB/U Menurut WHO</p> <p>7. Tabulasi Data Penyapihan dan Status Gizi </p> <p>8. Jadwal Penelitian</p> <p>BAB 1</p> <p>PENDAHULUAN</p> <p>1.1 Latar Belakang</p> <p>ASI (Air Susu Ibu) masih merupakan gizi terbaik bagi bayi karena komposisi zat-zat gizi di dalamnya secara optimal mampu menjamin pertumbuhan tubuh bayi. Selain itu, kualitas zat gizinya juga terbaik karena mudah diserap dan dicerna oleh usus bayi. Kandungan protein ASI (0,9 mg / 100 ml) memang lebih rendah dibandingkan dengan kadar protein dalam susu formula (1,6 gr / 100 ml) . Namun kualitas protein ASI sangat tinggi dan mengandung asam-asam amino esensial yang dibutuhkan oleh pencernaan bayi. (Akre. 1990) </p> <p>Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama terbukti menurunkan angka kematian pada balita. Selain itu Air Susu Ibu (ASI) juga memberi keuntungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi, terbukti dapat mencegah berbagai penyakit akut dan menurun pada bayi. (Akre, 1990) </p> <p>Menurut laporan tahun 2000, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lebih kurang 1,5 juta anak meninggal karena pemberian makanan yang tidak benar, kurang dari 15 % bayi di seluruh dunia diberikan ASI Eksklusif selama 4 bulan dan sering kali pemberian makanan pendamping ASI tidak sesuai dan tidak aman. Hasil penelitian menunjukkan gangguan pertumbuhan pada awal masa kehidupan anak usia dibawah 5 tahun (balita) antara lain kekurangan gizi sejak dalam kandungan (pertumbuhan janin yang terhambat), pemberian makanan pendamping ASI terlalu dini atau terlambat serta tidak cukup mengandung energi dan zat gizi (terutama mineral) dan tidak berhasil memberikan ASI eksklusif (Herti, 2006). Penelitian yang dilakukan di Jakarta menunjukkan penyapihan bayi rata-rata dilakukan pada bulan ketujuh pasca persalinan diketahui 63,3% responden masih menyusui dan 3,6% sama sekali tidak menyusui karena menderita sakit atau produksi ASI tidak terjadi saat awal. Kelompok kerja formal lebih dini menyapih bayinya, rata-rata 6-9 bulan setelah melahirkan sedangkan untuk pekerja informal pada saat bayi berusia 7-9 bulan. Semakin rendah pendidikan ibu merupakan resiko terjadinya penyapihan dini. Bayi dan ibu yang harus bekerja kembali setelah melahirkan cenderung mengalami penyapihan dini. Ibu yang terpaksa meninggalkan bayinya di rumah juga mengalami kenaikan resiko penyapihan dini 3 kali lebih cepat. (Nita Ratna, 1998) </p> <p>Bayi-bayi yang mendapat ASI selama 3 bulan atau lebih dengan nyata lebih sedikit menderita penyakit gastrointestinal dalam masa 1 tahun pertama kehidupan, jika dibandingkan dengan bayi-bayi yang mendapat susu botol sejak lahir atau yang terlalu dini telah disapih penuh. (Akre. 1990) Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Posyandu Desa Jerebeng Dukun-Gresik pada bulan Maret 2006, diketahui terdapat 1300 penduduk yang di antaranya terdapat 50 bayi yang berumur 0-24 bulan yang sudah disapih atau berhenti menetek. Kebanyakan sangat berpengaruh pada pola pertumbuhan dan perkembangan balita yang diukur dengan status gizi yang ada. Dengan jumlah status gizi kurang sebanyak 38% bayi, gizi buruk sebanyak 4%, Maka dari hasil studi ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Desa Jerebeng Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik karena jumlah status gizi yang kurang sekitar 75 % karena penyapihan yang dilakukan terlalu dini dari pada balita yang disapih tidak dini. </p> <p>1.2 Rumusan Masalah</p> <p>Bedasarkan latar belakang yang ada, maka dapat dirumuskan suatu rumusan masalah sebagai berikut Apakah terdapat hubungan penyapihan dini terhadap status gizi balita umur 0-24 bulan di Desa Jerebeng?</p> <p>1.3 Tujuan Penelitian</p> <p>1.3.1 Tujuan umum</p> <p>Mengetahui hubungan penyapihan dini dengan status gizi balita umur 0-24 bulan di Desa Jerebeng Dukun Gresik. </p> <p>1.3.2 Tujuan khusus </p> <p>1. Mengidentifikasi penyapihan dini pada balita di Posyandu Desa Jerebeng Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. </p> <p>2. Mengidentifikasi satus gizi balita, di Posyandu Desa Jerebeng Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik</p> <p>3.Menjelaskan hubungan antara penyapihan dini terhadap status gizi balita umur 0-24 bulan. </p> <p>1.4 Manfaat Penelitian</p> <p>1.4.1 Bagi tempat penelitian</p> <p>Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi pada pihak yang terkait untuk menentukan kebijakan dan intervensi gizi dalam upaya meningkatkan status gizi. </p> <p>1.4 2 Bagi institusi pendidikan </p> <p>Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi institusi pendidikan khususnya bagi Akademi Kebidanan Widyagama Husada Malang sebagai masukan dan menambah pengetahuan tentang pengaruh penyapihan dini terhadap status gizi balita umur 0-24 bulan. </p> <p>1.4.3 Bagi masyarakat. </p> <p>Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi pada masyarakat terutama pada ibu yang mempunyai balita tentang pengaruh penyapihan dini terhadap status gizi balita umur 0-24 bulan. </p> <p>1.4.4 Bagi peneliti selanjutnya. </p> <p>Hasil penelitian ini diharapakn dapat digunakan sebagai bahan acuan wawasan dan ide untuk melakukan penelitian selanjutnya tentang pengaruh penyapihan dini terhadap status gizi balita...</p>