dwi wicaksono jody felizio

Download Dwi  Wicaksono Jody Felizio

Post on 06-Feb-2016

95 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Oftalmopati Graves. Dwi Wicaksono Jody Felizio. Prinsip Tirotoksikosis dan Hipertiroidisme. Tirotoksikosis: hormon tiroid berlebih Hipertiroidisme: sekresi tiroid berlebih Tirotoksik tidak selalu hipertiroid, namun hipertiroid selalu tirotoksik. - PowerPoint PPT Presentation

TRANSCRIPT

Dwi Wicaksono - 0906487764

Dwi WicaksonoJody FelizioOftalmopati Graves

1Prinsip Tirotoksikosis dan HipertiroidismeTirotoksikosis: hormon tiroid berlebihHipertiroidisme: sekresi tiroid berlebihTirotoksik tidak selalu hipertiroid, namun hipertiroid selalu tirotoksikJameson JL, Weetman AP. Disorders of the thyroid gland. In: Kasper DL, Fauci AS, Longo DL, et al. Harrisons principles of internal medicine. 17th ed. USA: McGraw Hill Medical. 2008; 2233-37.2Hipertiroidisme PrimerGraves diseaseToksik multinodular goiterToksik adenomaMetastasis karsinoma tiroid fungsionalPengaktifan mutasi reseptor TSHPengaktifan mutasi Gs (sindrom McCune-Albright)Struma ovariiObat: kelebihan yodium (fenomena Jod-Basedow)

Jameson JL, Weetman AP. Disorders of the thyroid gland. In: Kasper DL, Fauci AS, Longo DL, et al. Harrisons principles of internal medicine. 17th ed. USA: McGraw Hill Medical. 2008; 2233-37.3EpidemiologiGraves disease memiliki prevalensi sekitar 60-80% dari kejadian tirotoksikosis. Prevalensinya bervariasi pada tiap populasi, terutama bergantung pada asupan yodium. Penyakit ini timbul pada 2% wanita, namun hanya sepersepuluhnya saja pada pria. Penyakit ini jarang timbul sebelum adolesens dan biasanya muncul antara usia 20 sampai 50 tahun, namun pada usia lebih tua juga dapat terjadiJameson JL, Weetman AP. Disorders of the thyroid gland. In: Kasper DL, Fauci AS, Longo DL, et al. Harrisons principles of internal medicine. 17th ed. USA: McGraw Hill Medical. 2008; 2233-37.4Patogenesis

5

6Manifestasi KlinisPenurunan berat badanTremor halusEksoftalmusTakikardiaAmenorrhea/oligomenorrheaMeningkatkan waktu transit ususOphtalmopati

Jameson JL, Weetman AP. Disorders of the thyroid gland. In: Kasper DL, Fauci AS, Longo DL, et al. Harrisons principles of internal medicine. 17th ed. USA: McGraw Hill Medical. 2008; 2233-37.Moeljanto RD. Kelenjar tiroid, hipotiroidisme, dan hipertiroidisme. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editor. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Edisi kelima. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Universitas Indonesia. 2009; 2009-15.

7Oftalmopati Graves NO SPECSClass 0: No signs or symptomsClass 1: Only signs (limited to upper lid retraction and stare, with or without lid lag)Class 2: Soft tissue involvement (oedema of conjunctivae and lids, conjunctival injection, etc.)Class 3: ProptosisClass 4: Extraocular muscle involvement (usually with diplopia)Class 5: Corneal involvement (primarily due to lagophthalmos)Class 6: Sight loss (due to optic nerve involvement)Khurana AK. Comprehensive Ophtalmology. New Delhi: New Age International. 2007; 390-2.8Patofisiologi OftalmopatiInflamasi otot ekstraokular, yaitu adanya infiltrasi selular yang pleomorfik, berhubungan dengan peningkatan sekresi glikosaminoglikan dan imbibisi osmotik air. Otot-otot tersebut membesar hingga dapat mencapai 8 kali normal, lalu menekan nervus optikus. Degenerasi dari serat otot menyebabkan fibrosis, sehingga terjadi myopati restriktif dan diplopia.Infiltrasi sel inflamasi, yaitu limfosit, sel plasma, makrofag, dan sel mast dari jaringan intersisial, lemak orbital, dan kelenjar lakrimal dengan penumpukan glikosaminoglikan dan retensi cairan. Hal ini menyebabkan volume orbital meningkat dan secara tidak langsung meningkatkan tekanan intraorbital yang menyebabkan retensi cairan berlebih.Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier. 2011. [ebook]9Manifestasi Klinis pada Mataketerlibatan jaringan lunak, retraksi kelopak, proptosis, neuropati optik, myopati restriktif.Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier. 2011. [ebook]10Keterlibatan Jaringan LunakHiperemia epibulbar

Periorbital swelling

Keratokonjungtivitis limbus superior

Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier. 2011. [ebook]11Retraksi KelopakTanda Dalrymple

Tanda Kocher

Tanda Von Graefe

Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier. 2011. [ebook]12Proptosis

Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier. 2011. [ebook]13Myopati RestriktifDefek elevasi

Defek abduksi Defek depresi

Defek aduksi

Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier. 2011. [ebook]14Neuropati OptikPenurunan visus, berkaitan dengan RAPD, desaturasi warna, dan penurunan kemampuan membedakan terang.Gangguan lapang pandang dapat berupa sentral atau parasentral dan dapat pula terjadi bersamaan dengan defek bundel serat saraf. Jika terdapat peningkatan tekanan intraokular, sulit dibedakan dengan glaukoma sudut terbuka primer.Diskus optik biasanya normal, namun terkadang bengkak atau atrofi.Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier. 2011. [ebook]15Diagnosis BandingKelainan hipertiroidisme dan tirotoksikosisMatfin G, Kuenzi JA, Guven S. Disorders of endocrine control of growth and metabolism. In: Porth CM. Pathophysiology-concepts of altered health states. 7th ed. USA: Lippincott Williams & Wilkins. 2005; 975.16Tatalaksana Oftalmopati GravesPanduan penatalaksanaan berdasarkan konsensusoleh European Group on Graves Orbitopathy :Merujk pasien ke RS dengan spesialisManajemen masalah oleh kalangan non nonspesialisManajemen masalah oleh spesialis mataManajemen oftalmopati ringanKeadaan khusus

Bartalena L, Baldeschi L, Dickinson A et al. Consensus statement of the European Group on Graves Orbitopathy (EUGOGO) on management of GO. Eur J Endocrinol. 2008; 158: 273-285.17Prinsip manajemen dan penatalaksanaan oftalmopati Graves:T : Tobacco abstinenceE : Euthyroidism must be achievedA : Artificial tearsR : Referral to a specialist centre with experienceBartalena L, Marcocci C, Tanda L, et al. Management of thyroid eye disease. Eur J Med Mol Imaging. 2002;29:S458-65.18Keterlibatan jaringan lunak NSAID/steroid topikal maupun oralLubrikan Lateral tarsorrhaphy

Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier. 2011. [ebook]19Retraksi kelopak dan miopati restriktifMullerectomy Reseksi retraktor kelopak bawahInjeksi botoxGuanethidine 5% eyedropsKanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier. 2011. [ebook]20

21

22Injeksi botox :Bertujuan melumpuhkan otot retraktorBertahan 3-4 bulanDiberikan transcutaneus

Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier. 2011. [ebook]23Proptosis dan neuropati optikTerapi medikamentosaSteroid sistemik 1-1,5 mg/kgBB prednisone p.o.500 mg metilprednisolone dalam 200-500 ml normal saline IVRadioterapiAjuvan dari penggunaan steroidPerbaikan diharapkan dalam 6 minggu dengan perbaikan maks 4 bulanTerapi kombinasiKanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier. 2011. [ebook]24Dekompresi pembedahanPengangkatan dinding lateral (Kronlein procedure)Pengangkatan dinding superior (Naffziger procedure)Pengangkatan dinding medial (Sewell procedure)Pengangkatan dasar rongga orbital (Walsh-Ogura procedure)Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier. 2011. [ebook]25

26KomplikasiThyroid stormTirotoksikosis beratPelepasan akut simpanan T4Kematian intrauterinThe thyroid gland. In: Gardner DG, Shoback D. Greenspans basic & clinical endocrinology. 8th ed. McGraw Hill. 2007.27Daftar PustakaJameson JL, Weetman AP. Disorders of the thyroid gland. In: Kasper DL, Fauci AS, Longo DL, et al. Harrisons principles of internal medicine. 17th ed. USA: McGraw Hill Medical. 2008; 2233-37.Maitra A, Kumar V. Sistem endokrin. Dalam: Kumar V, Cotran R, Robbins SL. Buku ajar patologi. 7th ed. Penerjemah: Prasetyo A, Pendit BU, Priliono T. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2007; 813-15.Moeljanto RD. Kelenjar tiroid, hipotiroidisme, dan hipertiroidisme. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editor. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Edisi kelima. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Universitas Indonesia. 2009; 2009-15.Matfin G, Kuenzi JA, Guven S. Disorders of endocrine control of growth and metabolism. In: Porth CM. Pathophysiology-concepts of altered health states. 7th ed. USA: Lippincott Williams & Wilkins. 2005; 975.Thyrotoxicosis. In: Larsen, Kronenberg, Melmed, Polonsky. Williams textbook of endocrinology. 10th ed. Philadelphia: Saunders Elsevier. 2003.The thyroid gland. In: Gardner DG, Shoback D. Greenspans basic & clinical endocrinology. 8th ed. McGraw Hill. 2007.

28Kanski JJ, Bowling B. Clinical ophtalmology: a systematic approach. 7th ed. China: Elsevier. 2011. [ebook]Khurana AK. Comprehensive Ophtalmology. New Delhi: New Age International. 2007; 390-2.Bartalena L, Baldeschi L, Dickinson A et al. Consensus statement of the European Group on Graves Orbitopathy (EUGOGO) on management of GO. Eur J Endocrinol. 2008; 158: 273-285.Bartalena L, Marcocci C, Tanda L, et al. Management of thyroid eye disease. Eur J Med Mol Imaging. 2002;29:S458-65.Eva PR, Whitcher JP. Vaughan & Asburys General Ophthalmology. 17th ed. USA: Mc Graw-Hill. 2007. [ebook]

29Terima Kasih

30