crs - gangguan pendengaran

Download CRS - Gangguan Pendengaran

Post on 09-Apr-2016

39 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Gangguan pendengaran

TRANSCRIPT

CASE REPORT SESSIONGANGGUAN PENDENGARANDisusun oleh:

Hilmi Mawaddi Ahmad

12100114019Lulu Nurul Ula

12100114061Pevy Astrie Pratista

12100114094Preceptor:

dr. Tety H Rahim, Sp.THT-KL.,Mkes.,MHkes

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER

BAGIAN ILMU PENYAKIT TELINGA HIDUNG TENGGOROK-KEPALA LEHER

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG

RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH BANDUNG

2015

BAB I

IDENTIFIKASI KASUS1.1IDENTITAS PASIEN

Nama

: Ny M

Jenis Kelamin

: Perempuan

Umur

: 70 tahun

Alamat

: Bandung

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: Tidak bekerja

Agama

: Islam

Tanggal Pemeriksaan: 12 Agustus 2015

1.2ANAMNESIS

Keluhan Utama

Telinga kurang mendengar

Riwayat Penyakit Sekarang

Penderita datang ke poliklinik THT RSMB diantar pegawai panti jompo dengan keluhan utama kurang mendengar. Keluhan ini dirasakan penderita sejak 2 bulan yang lalu pada sisi telinga kiri, terus menerus, dan timbul secara bertahap, semakin lama semakin kurang mendengar. Keluhan tersebut sangat mengganggu aktivitas penderita hingga penderita tidak dapat berkomunikasi dengan baik di lingkungannya. Keluhan disertai dengan telinga berdenging

Keluhan tidak disertai dengan telinga terasa penuh, keluar cairan dari telinga, nyeri pada telinga dan sekitarnya, demam, pusing berputar, mual dan muntah, atau gangguan keseimbangan.

Riwayat meminum obat-obatan dalam jangka waktu yang lama sebelum keluhan ini terjadi, riwayat trauma kepala ataupun berada pada lingkungan bising dalam jangka waktu yang lama disangkal penderita.

Riwayat Pengobatan

Pasien sebelumnya belum pernah berobat ke dokter atas keluhannya ini

Riwayat Penyakit

Pasien belum pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya.

Pasein memiliki riwayat penyakit hipertensi tetapi tidak rutin mengkonsumsi obat.

Pasien tidak memiliki riwayat penyakit kencing manis.

1.3PEMERIKSAAN

Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum: tampak sakit ringan

Kesadaran

: komposmentis

Tanda vital

Tekanan darah= dalam batas normal

Nadi

= dalam batas normal

Respirasi = dalam batas normal

Suhu

= dalam batas normal

Status Generalis

Kepala

: konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, lain-lain lihat status lokalis

Leher

: KGB tidak membesar

Dada

: Bentuk dan gerak simetris

Pulmo : Sonor, VBS kanan = kiri

Jantung : BJ murni reguler

Abdomen: Datar, lembut, bising usus (+). Hepar dan lien tidak teraba

Ekstremitas: Dalam batas normalStatus Lokalis Telinga

BagianKelainanAuris

Dextra Sinistra

Preaurikula Kelainan congenitalRadang dan tumorTrauma ------

AurikulaKelainan congenitalRadang dan tumorTrauma Nyeri tekan--------

RetroaurikulaEdemaHiperemisNyeri tekan SikatriksFistula ----------

Meatus Acustikus Externa Kelainan kongenitalKulit SekretSerumen EdemaJaringan granulasiMassa Cholesteatoma -Tenang -------Tenang- -----

Membrana TimpaniWarna Intak Reflek cahaya Putih keabuan

Intak

(+)

Putih keabuan

Intak

(+)

Status Lokalis Hidung

PemeriksaanNasal

Dextra Sinistra

Keadaan LuarBentuk dan Ukuran Dalam batas normalDalam batas normal

Rhinoskopi anterior Mukosa Sekret Krusta Concha inferior Septum Polip/tumorPasase udara Tenang--Eutropi Tenang--Eutropi

Tidak ada deviasi

Tidak ada+Tidak ada+

Status Lokalis Mulut dan Orofaring

Bagian Kelainan Keterangan

Mulut Mukosa mulut

Lidah

Palatum molle

Gigi geligi

Uvula

Halitosis Tenang

Bersih, basah, gerakan normal

Tenang

-

Simetris

-

Tonsil Mukosa

Besar

Kripta :

Detritus :

Perlengketan Tenang T1-T1Tidak melebar

-

///

Faring Mukosa

Granula

Post nasal drip Tenang--

/Maksilofasial

Bentuk :Simetris

Massa: Tidak ada

Deformitas: Tidak ada

Parese N.Kranialis:Tidak ada

Leher

Kelenjar getah bening:Dalam batas normal

Massa :Tidak ada

//Ujia Pendengaran

Uji Rinne: positif (AC > BC)

Uji Weber: tidak ada lateralisasi

Uji Swabach: memendek pada kedua telinga

Uji Bing: positif

1.4Resume

Seorang perempuan, 70 tahun, datang dengan keluhan pendengaran berkurang sejak 2 bulan yang lalu, pada kedua telinga, terus menerus, timbul bertahap, semakin lama semakin berkurang pendengarannya hingga mengganggu aktivitas penderita. Keluhan disertai telinga berdenging

Keluhan tidak disertai dengan telinga terasa penuh, keluar cairan dari telinga, nyeri pada telinga dan sekitarnya, demam, pusing, mual, dan muntah. Riwayat meminum obat-obatan sebelum keluhan ini terjadi, riwayat trauma kepala ataupun berada pada lingkungan bising dalam jangka waktu yang lama disangkal penderita.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak sakit ringan, kesadaran komposmentis dengan tanda vital dalam batas normal. Status lokalis pada telinga membrana timpani berwarna putih keabuan, intak dan reflek cahaya positif pada kedua telinga.

Hasil uji pendengaran: uji Rinne positif, uji Weber tidak ada lateralisasi, uji Swabach memendek, dan uji Bing positif.

1.5Usulan Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Gula Darah

Audiometri

1.6Diagnosis Kerja

Tuli sensorineural dextra-sinistra ec presbikusis

1.7Penatalaksanaan

Penggunaan alat Bantu dengar (ABD)

1.8Prognosis

Quo ad vitam

: ad bonam

Quo ad functionam

: ad malam

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1Anatomi Telinga

Telinga atau vestibulaocochlear organ dibagi menjadi tiga bagian yaitu telinga luar, tengah dan dalam. Telinga luar dan telinga tengah terutama untuk mengalirkan suara ke telinga dalam, yang berisi organ untuk keseimbangan dan pendengaran. Membran timpani memisahkan telinga luar dan telinga tengah. tuba eustachius menghubungkan telinga tengah dengan nasofaring.1. Telinga luar

a. Auricular

b. Canalis acusticus externa

2. Telinga tengah

a. Cavum tympani + aditus ad antri

b. Antrum mastoid & celulae mastoideus

3. Telinga dalam

a. Labyrinthus osseus

b. Labyrinthus membranous

c. Cochlea

d. Canalis semicircularis

e. Vestibulum

Gambar 2.1. Anatomi aurikula

2.1.1Telinga Luar

Telinga luar terdiri atas:

1. Aurikula

Terdiri dari beberapa bagian yang tersusun atas kartilago elastis yang dibungkus kulit. Konka merupakan salah satu bagian yang terdepresi yang paling dalam, lobulus terdiri atas jaringan fibrosa, lemak, dan pembuluh darah. Vaskularisasi terutama berasal dari posterior dan superficial temporal arteri. Persarafan aurikula berasal dari great auricular dan auriculo temporal nerves. Greatr auricular mempersarafi permukaan superior dan lateral inferior terhadap meatus akustikus eksterna. Auriculotemporal merupakan cabang cranial V3 mempersarafi kulit auricular superior terhadap eksternal meatus. Lymph dari permukaan cranial (medial) dari setengah superior auricle mengalir ke retoaurikular dan deep cervical lymph node. Sisanya termasuk lobulus mengalir ke superficial cervical lymph nodes.

2. External acousticus meatus (EAM)

Saluran ini dimulai dari konka sampai ke membran timpani dengan jarak 2-3 cm pada dewasa. sepertiga lateral yang berbentuk S adalah kartilago dan epitel berlapis gepeng yang berhubungan langsung dengan kulit melapisi saluran ini. Di dalam submukosa terdapat folikel rambut, kelenjar sebasea dan seruminosa yang memproduksi serumen. Dua pertiga medial adalah tulang yang dibungkus kulit yang berlanjut sampai eksternal membran timpani.3. Membran timpani

Membran oval, semi transparan, tipis pada ujung medial meatus acusticus eksterna. yang memisahkan meatus akustikus eksterna dan cavitas timpani telinga tengah. Dilihat dari otoscope membran timpani berbentuk konkav mengarah meatus akustikus eksterna with shallow, cone like central depression, puncaknya adalah umbo, cone of light memanjang secara antero inferior dari umbo. Superior terhadap lateral processus malleus, terdapat membran tipis yang disebut pars flaccid, membentuk dinding lateral dari superior recess timpanic cavity. lack radial dan circular fiber terdapat pada sisa membran yang disebut pars tensa.Membran timpani bergerak dalam merespon getaran udara dari meatus eksterna auditorius. Pergerakan membran timpani ditransmisikan oleh auditory ossicle melewati telinga tengah sampai ke telinga dalam. Membrane timpani eksternal dipersarapi oleh auriculotemporal nerve sedangkan permukaan internalnya oleh nervus glosopharingeus.2.1.2Telinga Tengah

Yang termasuk kedalam telinga tengah yaitu Cavitas timpani dan epitimpanic recess, ruang yang terletak superior dari membrane timpani. Telinga tengah berhubungan dengan nasopharing di anterior oleh tuba eustachius dan secara posterosuperior berhubungan dengan mastoid melalui antrum mastoid. Cavitas timpani dilapisi oleh epitel selapis gepeng diatas lamina propria tipis yang melekat erat pada periosteum dibawahnya. Dekat tuba eustachius epitel selpis gepeng mulai berangsur diganti dengan epitel bertingkat silindris bersilia.

Telinga tengah berisi:

a. Audiory ossicle (tulang pendengaran) : maleus, incus, stapes. Menghubungkan membran timpani dengan foramen ovale. Maleus berinsersi dengan membran timpani dan stape