biosecurity sidat

Download Biosecurity Sidat

Post on 05-Nov-2015

82 views

Category:

Documents

21 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

biosecurity mengenai penanganan ikan sidat

TRANSCRIPT

TUGAS TERSTRUKTUR MATA KULIAH Teknik Pembenihan Hewan AirDr. Ir. Abd. Rahem Faqih, MS

Penerapan Biosecurity Pembesaran Ikan Sidat (Anguilla sp) di CV Mitra Bina Usaha

Oleh :

Muhammad Ikhwan I146080100111021

PROGRAM MAGISTER BUDIDAYA PERAIRANFAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTANUNIVERSITAS BRAWIJAYAMALANG2015

BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar BelakangIkan sidat (Anguilla sp) merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas ekspor dari sektor pertanian. Hal ini dapat dibuktikan jika kita mengunjungi beberapa restaurant yang menyajikan masakan Jepang di Indonesia, kita akan mendapati menu olahan sidat (unagi) yang dijual dengan harga sangat tinggi, yakni mencapai Rp 200.000-Rp 250.000 per porsinya. Belum termasuk jenis makanan lainnya seperti kabayaki, unadon, unajuu dan lain sebagainya.Kompetitor dari negaranegara lain dalam hal ekspor sidat hampir dikatakan tidak ada. Di wilayah ASEAN sendiri tidak ada negara lain selain Indonesia yang mampu memproduksi sidat berkualitas baik. Jika ada kompetitor dari negara lain, hanyalah dari Madagaskar, Mauritania, Afrika Selatan, dan beberapa negara afrika lainnya yang jaraknya lebih jauh dari negara importir sehingga mempengaruhi biaya pengiriman. Hal ini tentu saja membuat permintaan terutama dari negaranegara Asia Timur lebih banyak mengalir ke Indonesia yang secara geografis lebih dekat dan biaya pengirimannya lebih murah. Saat ini di Jepang, sidat telah dikategorikan menjadi hewan langka. Kankyo Daijin atau kementerian lingkungan hidup Jepang mengindikasikan spesies sidat di negara itu telah menurun hingga 90%. Bahkan, sebuah media lokal di Jepang Yomiuri Shimbun, pada tahun 2011 melaporkan ikan sidat telah masuk dalam red list atau daftar merah spesies yang harus dilindungi oleh pemerintah Jepang. Salah satu jenis sidat yang ada di Indonesia, Anguilla bicolor memiliki kedekatan atau kemiripan, baik secara morfologi, tekstur maupun cita rasa dengan sidat Jepang, Anguilla japonica yang sudah langka dan saat ini dilarang di tangkap. Hal ini juga menjadi salah satu faktor utama kenapa konsumen Jepang lebih memilih melakukan ekspansi bisnis ke Indonesia.Sidat dikenal dengan Unagi di Jepang sangat mahal harganya karena memiliki kandungan protein 16,4% dan vitamin A yang tinggi sebesar 4700 IU. Selain belut, daging sidat juga enak dan gurih. Kegurihannya ini karena sekitar 25% bobot badannya terdiri atas lemak dan sidat sering disebut ginseng air karena dipercaya memperpanjang umur dan menghambat penuaan.CV. Mitra Bina Usaha merupakan salah satu perusahaan budidaya ikan sidat di Indonesia tanpa campur tangan negara asing dalam pengelolaannya. Lokasi budidaya dalam pembesaran ikan sidat dibagi menjadi 3 lokasi, lokasi pertama yaitu Taman Cimanggu tempat melakukan budidaya ikan sidat pendederan 1, lokasi kedua yaitu di Gadog KP Pandan Sari pembesaran ikan sidat menggunakan sistem flowtrough dan yang ketiga tempat yang baru dibangun di Cikampak pembesaran ikan sidat beserta dengan unit pengolahannya. Keberlanjutan perusahaan membuat perusahaan tersebut di kunjungi oleh banyak pihak asing yang ingin bekerja sama dan Argomedia yang ingin membukukan keberhasilan produksi ikan sidat di perusahaan tersebut. Beberapa permasalahan dalam industri budidaya sidat hingga saat ini belum dapat diselesaikan secara tuntas. Salah satu permasalahan serius adalah infeksi penyakit terutama yang disebabkan oleh patogen virus. Upaya pengendalian melalui manajemen kesehatan sidat yang baik harus terus dilakukan dengan sosialisasi kepada para petambak antara lain dengan penggunaan benih sehat bebas virus, optimalisasi pakan, teknik budidaya yang baik, pemantauan penyakit, sanitasi, pemberian imunostimulan serta penerapan biosecurity yang tepat, diharapkan akan memberikan hasil yang baik. Kegagalan budidaya perikanan akibat wabah penyakit telah mendorong industri perikanan untuk menerapkan konsep biosecurity. Biosecurity dalam akuakultur melibatkan sejumlah rancangan untuk memelihara hewan akuatik dalam kondisi sehat dengan mereduksi masuknya patogen terhadap fasilitas dan mengurangi penyebaran antar patogen dalam fasilitas tersebut.Prinsip dasar aplikasi biosecurity adalah isolasi dan desinfeksi serta kunci keberhasilannya terletak pada pengetahuan tentang penyakit target, daftar penyakit yang akurat, ketersediaan metode deteksi patogen, kontrol terhadap induk dan benih, kontrol terhadap lingkungan, penerapan Best Management Practices (BMP) dan program eradikasi patogen. Efektifitas program biosecurity tergantung dari faktor teknis, manajerial maupun ekonomi.

1.2. TujuanTujuan penulisan makalah dengan judul Penerapan Biosecurity pada Budidaya Sidat ini adalah : Sebagai sarana pembelajaran untuk lebih memahami salah satu permasalahan dalam industri budidaya sidat; Sebagai sarana untuk menggali berbagai jenis informasi baik dari literatur maupun dari pengalaman di lapangan akan usaha budidaya sidat di CV. Mitra Bina Usaha; Sebagai bahan informasi untuk disosialisasikan kepada semua pihak terutama para petambak akan pentingnya penerapan satu kegiatan yaitu biosecurity dalam budidaya sidat.1.3. ManfaatManfaat yang akan diperoleh dari penulisan makalah ini adalah : Mengetahui salah satu permasalahan yang mengakibatkan kegagalan panen sidat; Mengetahui pemecahan permasalahan dalam industri budidaya sidat sehingga produksi sidat dapat ditingkatkan; Dapat menyampaikan informasi kepada pembudidaya (sosialisasi) mengenai beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan pelaksanaan operasional di CV. Mitra Bina Usaha terutama dalam hal penerapan biosecurity.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1. Konsep BiosecurityTerminologi biosecurity dalam bidang akuakultur adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mencegah masuknya penyakit ke tambak, dan atau mencegah penyebarannya apabila sudah terlanjur ada di dalam tambak. Prinsip penerapan biosecurity adalah mengenali jenis penyakit yang membahayakan, melakukan pencegahan dan perlakuan supaya penyakit tidak menyebar dan pada usaha budidaya penerapannya dilakukan dalam setiap tingkatan teknologi baik tradisional, semi intensif maupun intensif. Menurut FAO (2003), biosecurity adalah langkah-langkah atau prosedur yang layak diterapkan untuk memanage kemungkinan masuknya organisme biologis atau agen penyakit kedalam suatu individu atau populasi yang menyebabkan kematian.Di dunia perikanan Indonesia, istilah biosecurity masih sangat baru sehingga belum banyak perusahaan akuakultur yang melaksanakan konsep ini di tambak udang atau kolam ikannya. Ada 2 (dua) hal yang menyebabkan para pembudidaya belum melaksanakan program biosecurity, yaitu (1) kurangnya pengetahuan tentang biosecurity dan (2) karena mis-konsepsi akan besarnya biaya produksi atas penerapan biosecurity dibandingkan dengan keuntungan yang akan diperoleh.2.2. Penerapan BiosecurityBiosecurity merupakan pendekatan manajemen untuk meminimalkan resiko serangan penyakit, hal ini dapat diimplementasikan dengan beberapa level yang tepat tergantung operasional tambak. Vektor pembawa patogen sangat bervariasi, diantaranya : induk, benih, ikan sakit, carier, air masuk, air keluar, pakan, udara, burung, peralatan, wadah budidaya, hewan dan tanaman air serta manusia. Beberapa upaya yang dilakukan dalam penerapan biosecurity adalah melalui pendekatan-pendekatan pada :a. Penerapan sistem budidaya yang tepat, seperti : Penentuan lokasi dan desain tambak; Penggunaan sistem tertutup dan resirkulasi; Penggunaan filter pada pintu pemasukan air; Penggunaan tandon; Melakukan treatmen air buangan (effluent) budidaya; Penggunaan probiotik; Pemagaran keliling tambak.b. Pengelolaan inang ( ikan) : Seleksi induk (broodstock centre); Unggul secara genetik dan bebas virus.c. Penggunaan benih : SPF (Specific Pathogen Free); SPR (Specific Pathogen Resistant); Bebas virus dengan tes PCR (Polymerase Chain Reaction);d. Monitoring kesehatan ikan : Diagnosa berkala, apabila terjadi infeksi berat maka segera dipanen sedangkan jika terjadi infeksi ringan maka dilakukan perbaikan kualitas budidaya; Menghindari stress antara lain yang perlu diperhatikan adalah fluktuasi kualitas air (suhu, pH, salinitas), kandungan bahan organik tinggi, kandungan oksigen terlarut, ammonia dan media bakteri, peningaktan daya tahan tubuh dengan pemberian vitamin C atau imunostimulan.2.3. Tindakan BiosecurityTindakan biosecurity ada 2 (dua) hal , yaitu :a) Internal biosecurityTindakan ini meliputi lingkungan dalam tambak budidaya yaitu dengan membatasi pergerakan udang/ikan, karyawan, peralatan, monitoring kesehatan udang/ikan, menggunakan sistem produksi yang aman dan meminimalkan masuknya patogen potensial dan pemindahan (transfer) melalui vektor udang/ikan;b) Eksternal biosecurityTindakan yag dilakukan antara lain memfilter dan mendesinfeksi sumber air, memverifikasi dan menggunakan udang/ikan serta pakan bebeas penyakit, membatasi pergerakan udang/ikan, karyawan, peralatan, membatasi jalan masuk bagi umum, meminimalkan masuknya patogen potensial dan pemindahan (transfer) melalui vektor udang/ikan dan melakukan manajemen effluen.Penerapan biosecurity pada areal pertambakan secara teknis dapat dilakukan dengan cara berikut : Seluruh lingkaran luar unit usaha diberi pagar tinggi dan pagar rendah rapat untuk mencegah masuknya organisme carier seperti kepiting, wideng, ketam, dll; Air masuk dari pompa ke petakan tandon dan dari tandon ke petakan pemeliharaan harus disaring dengan menggunakan kantung plankton net diameter 50 mm sepanjang 4 5 m sebanyak 3 5 buah diatur paralel agar tidak mudah robek; Saluran keliling dibangun lapis dua dengan konstruksi plastik untuk menjamin agar organisme lain tidak ada yang masuk / keluar; Pemasangan penghalau burung, berupa tali membentang di atas petakan tambak yang dilengkapi dengan gantungan kertas pengkilap; Roda kendaraan yang mungkin telah berjalan di atas pematang tambak lain harus melalui dua kolam yaitu kolam pembersihan dan kolam