bab 3 domy

Download BAB 3 domy

Post on 20-Dec-2015

222 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB 3TINJAUAN PUSTAKA

3.1DefinisiPneumothorax adalah keadaan dimana terdapat udara atau gas dalam cavum pleura. Pada kondisi normal, cavum pleura tidak terisi udara sehingga paru-paru dapat leluasa mengembang terhadap rongga dada.4Pneumothorax adalah suatu keadaan terdapatnya udara atau gas di dalam pleura yang menyebabkan kolapsnya paru.5

3.2KlasifikasiKlasifikasi menurut penyebabnya, pneumothorax dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu;5,61. Pneumothorax spontan yaitu setiap pneumothorax yang terjadi secara tiba-tiba. Pneumothorax tipe ini dapat diklasifikasikan lagi kedalam dua jenis yaitu;a. Pneumothorax spontan primer, yaitu pneumothorax yang terjadi secara tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya atau tanpa penyakit dasar yang jelas. Lebih sering pada laki-laki muda sehat dibandingkan wanita. Timbul akibat ruptur bulla kecil (12cm) subpleural, terutama dibagian puncak paru.b. Pneumothorax spontan sekunder, yaitu pneumothorax yang terjadi dengan didasari oleh riwayat penyakit paru yang telah dimiliki sebelumnya, tersering pada pasien bronkhitis dan emfisema yang mengalami ruptur emfisema subpleura atau bulla. Penyakit dasar lain: Tb paru, asma lanjut, pneumonia, abses paru atau ca paru. Fibrosis kistik, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kanker paru-paru, asma, dan infeksi paru-paru.2. Pneumothorax traumatik, yaitu pneumothorax yang terjadi akibat adanya suatu trauma, baik trauma penetrasi maupun bukan yang menyebabkan robeknya pleura, dinding dada maupun paru(5,6).Pneumothorax tipe ini juga dapat diklasifikasikan lagi dua jenis, yaitu:a. Pneumothorax traumatik non-iatrogenik, yaitu pneumothorax yang terjadi karena jejas kecelakaan, misalnya jejas pada dinding dada, barotraumas.b. Pneumothorax traumatik iatrogenik aksidental adalah suatu pneumothorax yang terjadi akibat komplikasi dari tindakan tersebut medis. Pneumothorax jenis ini pun masih dibedakan menjadi dua, yaitu:1) Pneumothorax traumatik iatrogenik aksidental adalah suatu pneumothorax yang terjadi akibat tindakan medis karena kesalahan atau komplikasi dari tindakan tersebut, misalnya pada parasentesis dada, biopsi pleura.2) Pneumothorax traumatik iatrogenik artifisisal (deliberate) adalah suatu pneumothorax yang sengaja dilakukan dengan cara mengisikan udara ke dalam cavum pleura. Biasanya tindakan ini dilakukan untuk tujuan pengobatan, misalnya pada pengobatan tuberkulosis sebelum era antibiotik, maupun untuk menilai permukaan paru-paru.5,6

Dan berdasarkan jenis fistulanya, maka pneumothorax dapat diklasifikasikan kedalam tiga jenis yaitu :2a. Pneumothorax tertutup (simple pneumothorax) pada tipe ini, pleura dalam keadaan tertutup (tidak ada jejas terbuka pada dinding dada), sehingga tidak ada hubungan dengan dunia luar.b. Pneumothorax terbuka (Open Pneumothorax), yaitu pneumothorax dimana terdapat hubungan antara cavum pleura dengan bronkus yang merupakan bagian dari dunia luar (terdapat luka terbuka pada dada).c. Pneumothorax ventil (Tension Pneumothorax) adalah pneumothorax dengan tekanan intra pleural yang positif dan makin lama makin bertambah besar karena ada fistel di pleura viseralis yang bersifat ventil.

3.3Insidensi dan EpidemiologiDidapatkan dari literatur lain Pneumothorax lebih sering terjadi pada penderita dewasa yang berumur sekitar 40 tahun. Laki-laki leih sering daripada wanita. Pneumothorax sering dijumpai pada musim penyakit batuk.2Di RSUD Dr. Soetomo, leih kurang 55% kasus pneumothorax disebabkan oleh penyakit dasar seperti tuberculosis paru aktif, tuerkulosis paru disertai fibrosis atau emfiesema local, bronkotis kronis dan emfiesema. Selain karena penyakit tersebut di atas, pneumothorax pada wanita dapat terjadi saat menstruasi dan sering berulang. Keadaan ini disebut pneumothorax katamenial yang disebabkan oleh endometriosis di pleura. Kematian akibat pneumothorax lebih kurang 12%.2

3.4EtiologiEtiologi trauma thorax kebanyakan diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas yang umumnya berupa trauma tumpul. Trauma tajam terutama disebakan oleh tikaman dan tembakan. Trauma pada bagian ini juga sering disertai dengan cedera pada tempat lain misalnya abdomen, kepala, dan ekstremitas sehingga merupakan cedera majemuk. Tersering disebabkan oleh ruptur spontan pleura visceralis yang menimbulkan kebocoran udara ke rongga thorax. Pneumothorax dapat terjadi berulang kali.. Udara dalam kavum pleura ini dapat ditimbulkan oleh:a) Robeknya pleura visceralis sehingga saat inspirasi udara yang berasal dari alveolus akan memasuki kavum pleura. Pneumothorax jenis ini disebut sebagai closed pneumothorax. Apabila kebocoran pleura visceralis berfungsi sebagai katup, maka udara yang masuk saat inspirasi tak akan dapat keluar dari kavum pleura pada saat ekspirasi. Akibatnya, udara semakin lama semakin banyak sehingga mendorong mediastinum kearah kontralateral dan menyebabkan terjadinya tension pneumothorax.b) Robeknya dinding dada dan pleura parietalis sehingga terdapat hubungan antara kavum pleura dengan dunia luar. Apabila lubang yang terjadi lebih besar dari 2/3 diameter trakea, maka udara cenderung lebih melewati lubang tersebut disbanding traktus respiratorius yang seharusnya. Sehingga udara dari luar masuk ke kavum pleura lewat lubang tadi dan menyebabkan kolaps pada paru ipsi lateral. Saat ekspirasi, tekanan rongga dada meningkat, akibatnya udara dari kavum pleura keluar melalui lubang tersebut, kondisi ini disebut sebagai open pneumothorax.5,7

3.5PatofisiologiSecara garis besar kesemua jenis pneumothorax mempunyai dasar patofisiologi yang hampir sama.8Pneumothorax spontan terjadi karena lemahnya dinding alveolus dan pleura visceralis. Apabila dinding alveolus dan pleura visceralis yang lemah ini pecah, maka akan nada fistel yang menyebabkan udara masuk ke cavum pleura. Mekanismenya pada saat inpirasi rongga dada mengembang, disertai pengembangan cavum pleura yang kemudian menyebabkan paru dipaksa ikut mengembang seperti balon yang dihisap. Pengembangan paru menyebabkan tekanan intraaveolar menjadi negatif sehingga udara luar masuk. Pada pneumothorax spontan, paru-paru kolaps, udara inspirasi bocor masuk ke cavum pleura sehingga tekanan intrapleura tidak negatif. Pada saat ekspirasi mediastinal ke sisi yang sehat. Pada saat ekspirasi mediastinal kembali lagi ke posisi semula. Proses yang terjadi ini dikenal dengan mediastinal flutter.8

Gambar 3.1 Patofisiologi Tension PneumothoraxPneumothorax ini terjadi biasanya pada satu sisi, sehingga respirasi paru sisi sebaliknya masih bisa menerima udara secara maksimal dan bekerja dengan sempurna.8Terjadinya hipereksansi cavum pleura tanpa disertai gejala pre-shock atau shock dikenal dengan simple pneumothorax. Berkumpulnya udara pada cavum pleura dengan tidak adanya hubungan dengan lingkungan luar dikenal dengan closed pneumothorax. Pada saat ekspirasi, udara juga tidak dipompakan balik secara maksimal karena elastic recoil dari kerja alveoli tidak bekerja sempurna. Akibatnya bilamana proses ini semakin berlanjut, hipereksansi cavum pleura pada saat inspirasi menekan mediastinal ke sisi yang sehat dan saat ekspirasi udara terjebak pada paru dan cavum pleura karena luka yang bersifat katup tertutup terjadilah penekanan vena cava, shunting udara ke paru yang sehat, dan obstruksi jalan napas. Akibatnya dapat timbullah gejala pre-shock atau shock oleh karena penekanan vena cava. Kejadian ini dikenal dengan tension pneumothorax.8Pada open pneumothorax terdapat hubungan antara cavum pleura dengan lingkungan luar. Open pneumothorax dikarenakan trauma penetrasi. Perlukaan dapat inkomplit (sebatas pleura parietalis) atau komplit (pleura parietalis dan visceralis). Bilamana terjadi open pneumothorax inkomplit pada saat inspirasi udara luar akan masuk kedalam kavum pleura. Akibatnya paru tidak dapat mengembang karena tekanan intrapleural tidak negatif. Efeknya akan terjadi hiperekspansi cavum pleura yang menekan mediastinal ke sisi paru yang sehat. Saat ekspirasi mediastinal bergerser kemediastinal yang sehat. Terjadilah mediastinal flutter. Bilamana open pneumothorax komplit maka saat inspirasi dapat terjadi hiperekspansi cavum pleura mendesak mediastinal kearah yang sehat dan saat ekspirasi udara terjebak pada cavum pleura dan paru karena luka yang bersifat katup tertutup. Selanjutnya terjadilah penekanan vena cava, shunting udara ke paru yang sehat, dan obstruksi jalan nafas. Akibatnya dapat timbullah gejala pre-shock atau shock oleh karena penekanan vena cava, yang dapat menyebabkan tension pneumothorax.8

3.5Diagnosis1. Dari anamnesis di dapatkan gejala yang sangat bervariasi, tergantung kepada jumlah udara yang masuk ke cavum pleura, gejalanya bisa berupa:9a. Nyeri dada tajam yang timbul secara tiba-tiba, dan semakin nyeri jika penderita menarik nafas dalam atau terbatukb. Sesak nafasc. Dada terasa sempitd. Mudah lelahe. Denyut jantung yang cepatf. Warna kulit menjadi kebiruan akibat kekurangan oksigen

2. Pemeriksaan fisika. Inspeksi :Dapat terjadi pencembungan pada sisi yang sakit (hiper ekspansi pada dada), pada waktu respirasi, bagian yang sakit gerakannya tertinggal, trakea dan jantung terdorong ke sisi yang sehat, deviasi trakea, ruang intercostals yang melebal.b. Palpasi :Pada sisi yang sakit, ruang antar iga dapat normal atau melebar, iktus jantung terdorong ke sisi thorax yang sehat, fremitus suara melemah atau menghilang padasisi yang sakit.c. Perkusi :Suara ketok pada sisi sakit, hipersonor sampai timpani dan tidak menggetar, batas jantung terdorong kearah thorax yang sehat, apabila tekanan intrapleural tinggi, pada tingkat yang berat terdapat gangguan respirasi sianosis, gangguan vaskuler syok.d. Auskustasi :Pada bagian yang sakit , suara nafas melemah sampai mengilang, suara vocal melemah dan tidak menggetar serta bronkofoni negative.4,5

3. Pemeriksaan radiologi :a. Foto rontgen gambaran radiologis yang tampak pada foto rontgen kasus pneumothorax antara lain :3,101. Bagian pneumothorax akan tampak lusen, rata dan par