askep gangguan halusinasi pendengaran

Download Askep Gangguan Halusinasi Pendengaran

Post on 03-Oct-2015

98 views

Category:

Documents

13 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Askep Gangguan Halusinasi Pendengaran

TRANSCRIPT

ASKEP GANGGUAN HALUSINASI PENDENGARANDiposkan oleh Amel_LiaBAB IPENDAHULUAN

1.1.Latar BelakangPerawat masa kini dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan/ keperawatan yang bermutu tinggi kepada masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan bila perawat mampu menggunakan metode pendekatanpemecahan masalah (problem solving approach), menerapkan hasil penelitian/pengetahuan terbaik (evidence based practice), bekerja dengan baik bersama tim kesehatan, serta melakukan pengkajian kemampuan diri/reflek diri untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari aspek profesional yang harus dikuasai.Perubahan persepsi adalah ketidakmampuan manusia dalam membedakan antara rangsang yang timbul dari sumber internal seperti pikiran, perasaan, sensasi somatic dengan impuls dan stimulus eksternal. Denganmaksud bahwa manusia masih mempunyai kemampuan dalam Membandingkanmana yang merupakan respon dari dirinya.Halusinasi merupakan respon persepsi paling maladapatif. Jika klien sehat, persepsinya akurat, mampu mengidentifikasi dan menginterpretasikan stimulus berdasarkan informasi yang diterima melalui panca indra (pendengaran, penglihatan, penghidupan, pengecapan, dan perabaan), sedangkan klien dengan halusinasi mempersepsikan suatu stimulus pasca indra walaupun sebenarnya stimulus itu tidak ada.Pemberian asuhan keperawatan merupakan proses terapeutik yang melibatkan hubungan kerjasama antara perawat dengan klien, keluarga atau masyarakat untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal. Asuhan keperawatan juga menggunakan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian menentukan masalah atau diagnosa, menyusun rencana tindakan keperawatan, implementasi dan evaluasi.

1.2.Tujuan1.2.1.Tujuan UmumTujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :1.Untuk memahami proses terjadinya halusinasi.2.Untuk memahami penyebab, tahapan dan jenis-jenis halusinasi.3.Untuk mempelajari penyusunan laporan pendahuluan dan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan halusinasi.

1.3.ManfaatDengan disusunnya makalah ini, diharapkan dapat diperoleh manfaat sebagai berikut :1.Dapat menerapkan asuhan keperawatan pada pasien gangguan halusinasi kelak di lapangan.2.Sebagai bahan referensi untuk para pembaca.

BAB IIKASUS SEMU

KLIEN DENGAN MASALAH UTAMA PERUBAHAN SENSORI-PERSEPTUAL :HALUSINASI PENDENGARAN.Tuan A, umur 31 tahun, mempunyai anak satu, klien sudah 5 tahun ditinggalkan oleh istrinya tanpa diketahui dan ke mana perginya. Klien beragama Islam, pendidikan akademi tamat. Saat ini klien tidak bekerja. Klien tinggal di rumah hanya dengan pembantunya orang yang terdekat dengan klien adalah orang tua (ibu), tapi ibu klien telah meninggal 2 tahun yang lalu. Klien dirawat di RSJ untuk ke-2 kalinya dengan alasan mengamuk, merusak lingkungan dan tidak mengurus diri., klien mengatakan bahwa dirinya tidak mampu menjadi kepala keluarga yang baik, dan tidak berdaya untuk melakukan apapun. Klien juga mengatakan bahwa ia sering mendengar suara-suara yang ingin membunuh dirinya. Suara-suara itu sangat menakutkan sehingga klien kesal dan ingin memukul-mukul, melempar barang-barang agar suara tersebut hilang.Dari observasi didapat data : rambut tidak disisir dan kotor, janggut dan kumis tidak terawat, kuku panjang dan hitam, baju kotor, selama di RS, klien selalu menyendiri duduk di pojok atau tiduran di tempat tidur, kadang-kadang klien berjalan mondar-mandir. Klien sering berbicara sendiri.

BAB IIITINJAUAN TEORI

Definisi HalusinasiHalusinasi adalah pengalaman panca indera tanpa adanya rangsangan (stimulus) misalnya penderita mendengar suarasuara, bisikan di telinganya padahal tidak ada sumber dari suara bisikan itu.halusinasi adalah persepsi sensorik yang keliru dan melibatkan panca indera (Isaacs, 2002).Halusinasi adalah gangguan penyerapan atau persepsi panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat terjadi pada sistem penginderaan dimana terjadi pada saat kesadaran individu itu penuh dan baik. Maksudnya rangsangan tersebut terjadi pada saat klien dapat menerima rangsangan dari luar dan dari dalam diri individu. Dengari kata lain klien berespon terhadap rangsangan yang tidak nyata, yang hanya dirasakan oleh klien dan tidak dapat dibuktikan (Nasution, 2003).Halusinasi merupakan gangguan atau perubahan persepsi dimana klien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Suatu penerapan panca indera tanpa ada rangsangan dari luar. Suatu penghayatan yang dialami suatu persepsi melalui panca indera tanpa stimulus eksterna:persepsi palsu halusinasi adalah penyerapan tanpa adanya rangsang apapun pada panca indera seseorang pasien yang terjadi dalam keadaan sadar atau bangun, dasarnya mungkin organik, psikotik ataupun histerik (Maramis, 1994).Halusinasi merupakan gangguan persepsi dimana klien mempersepsikansesuatu yang sebenarnyatidak, terjadi.Halusinasi adalah suatu penghayatan yang dialami seperti suatu persepsi melalui panca indera tanpa stimuli eksterna; persepsi palsu (Lubis, 1993).Halusinasi adalah sensasi panca indera tanpa adanya rangsangan. Klien merasa melihat, mendengar, membau, ada rasa raba dan rasa kecap meskipun tidak ada sesuatu rangsang yang tertuju pada kelima indera tersebut (Izzudin, 2005).Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli mengenai halusinasi di atas, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa halusinasi adalah persepsi klien melalui panca indera terhadap lingkungan tanpa ada, stimulus atau rangsangan yang nyata. Sedangkan halusinasi pendengaran adalah kondisi dimana pasien mendengar suara, terutamanya suarasuara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkannya dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu.

Penyebab dari HalusinasiSalah satu penyebab dari perubahan sensori perseptual : halusinasi yaitu isolasi social : menarik diri. Menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain (Rawlins, 1993).Tanda dan Gejala :1.Apatis, ekspresi sedih, afek tumpul.2.Menghindar dari orang lain (menyendiri).3.Komunikasi kurang/tidak ada. Klien tidak tampak bercakap-cakap dengan klien lain/perawat.4.Tidak ada kontak mata, klien sering menunduk.5.Berdiam diri di kamar/klien kurang mobilitas.6.Menolak berhubungan dengan orang lain, klien memutuskan percakapan atau pergi jika diajak bercakap-cakap.7.Tidak/jarang melakukan kegiatan sehari-hari.(Budi Anna Keliat, 1998)

Rentang Respon HalusinasiMenurutStuart dan Laraia (2001), halusinasi merupakan salah satu respon maladaptif individu yang berada dalam rentang respon neurobiologi. Rentang respon.Rentang respon neurobiologi dijelaskan sebagai berikut :1.Pikiran logisYaitu ide yang berjalan secara logis dan koheren.2.Persepsi akuratYaitu proses diterimanya rangsang melalui panca indera yang didahului oleh perhatian.3.Emosi konsistenYaitu manifestasi perasaan yang konsisten atau efek keluar disertai banyak komponen fisiologik dan biasanya berlangsung tidak lama.4.Perilaku sesuaiPerilaku individu berupa tindakan nyata dalam penyelesaian masalah masih dapat diterima oleh norma-norma sosial dan budaya umum yang berlaku.5.Hubungan sosial harmonisYaitu hubungan yang dinamis menyangkut hubungan antar individu dan individu, individu dan kelompok dalam bentuk kerjasama.6.Proses pikir kadang terganggu (ilusi)Yaitu manifestasi dari persepsi impuls eksternal melalui alat panca indera yang memproduksi gambaran sensorik dan area tertentu diotak kemudian diinterpretasi sesuai dengan kejadian yang telah dialami sebelumnya.7.Emosi berlebihan atau kurangYaitu manifastasi perasaan atau afek keluar berlebihan atau kurang.8.Perilaku tidak sesuai atau biasaYaitu perilaku individu berupa tindakan nyata dalam penyelesaian masalahnya tidak diterima oleh norma-norma sosial atau budaya umum yang berlaku.9.Perilaku aneh atau tidak biasaPerilaku individu berupa tindakan nyata dalam menyelesaikan masalahnyatidak diterima oleh norma-norma sosial atau budaya umum yang berlaku.10.Menarik diriYaitu percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain.11.Isolasi sosialMenghindari dan dihindari oleh lingkungan sosial dalam berinteraksi.

Rentang respon halusinasi (berdasarkan Stuart dan Laria, 2001)Respon Adaptif _______________________Respon MaladaptifoPikiran logisoPersepsi akurat.oEmosi konsisten dengan pengalaman.oPrilaku sesuai.

oBerhubungan sosial.oDistorsi pikiran.oIlusi.oReaksi emosi

oPerilaku aneh/tidak biasa.oMenarik diri.oGangguan pikir.oHalusinasi.oSulit berespon emosi.

oPrilaku disorganisasi.

oIsolasi sosial.

EtiologiMenurut Stuart (2007), faktor penyebab terjadinya halusinasi adalah :Faktor Predisposisi1.BiologisAbnormalitas perkembangan sistem saraf yang berhubungan dengan respon neurobiologis yang maladaptif baru mulai dipahami. Ini ditunjukkan oleh penelitianpenelitian yang berikut :a.Penelitian pencitraan otak sudah menunjukkan keterlibatan otak yang lebih luas dalam perkembangan schizophrenia. Lesi pada daerah frontal, teniporal dan limbik berhubungan dengan perilaku psikotik.b.Beberapa zat kimia di otak seperti dopamin neurotransmitter yang berlebihan dan masalahmasalah pada system reseptor dopamin dikaitkan dengan terjadinya schizophrenia.c.Pembesaran ventrikel dan penurunanmassakortikal menunjukkan terjadinya atropi yang signifikan pada otak manusia. Pada anatomi otak klien dengan schizophreniakronis, ditemukan pelebaran lateral ventrikel, atropi korteks bagian depan dan atropi otak kecil (cerebellum). Temuan kelainan anatomi otak tersebut didukung oleh otopsi (postmortem).2.PsikologisKeluarga, pengasuh dan lingkungan klien sangat mempengaruhi respon dan kondisi psikologis klien. Salah satu sikap atau keadaan yang dapat mempengaruhi gangguan orientasi realitas, adalahpenolakan atau tindakan kekerasan dalam rentang hidup klien.3.Sosial BudayaKondisi sosial budaya mempengaruhi gangguan orientasi realita seperti: kemiskinan, konflik sosial budaya (pera