aplikasi binary integer programming untuk mmt.its.ac.id/download/semnas/semnas xx/mi new/03....

Download APLIKASI BINARY INTEGER PROGRAMMING UNTUK mmt.its.ac.id/download/SEMNAS/SEMNAS XX/MI NEW/03. Prosiding

Post on 29-Mar-2019

216 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 1 Februari 2014

ISBN : 978-602-97491-9-9A-3-1

APLIKASI BINARY INTEGER PROGRAMMING UNTUKPENINGKATAN EFISIENSI LINTASAN SEBAGAI FUNGSI OUTPUT

PRODUKSI DI PT INDOJAYA PRIMA SEMESTA-PASURUAN

Husin1) dan Abdullah Shahab2)

1) Program Studi Magister Manajemen Teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember,Jl. Cokroaminoto 12A, Surabaya, 60264, Indonesia

e-mail: husin.alhamid@gmail.com2) Jurusan Teknik Mesin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

ABSTRAK

PT. Indojaya Prima Semesta merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembuatanfurnitur. Pada perusahaan tersebut setiap kegiatan kerja tidak memiliki waktu operasi yangsama dan tidak terdapat standar waktu untuk setiap proses operasinya. Akibatnya seringterjadi keterlambatan pengiriman yang disebabkan oleh beban kerja yang tidak seimbang padasetiap stasiun kerja. Hal ini apabila berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan lintasanproduksi yang tidak efisien. Penentuan output produksi yang tidak direncanakan dengan baikdan hanya berdasarkan coba-coba turut juga menentukan rendahnya efisiensi lintasan. Suatuprograma matematis binary integer programming akan dimanfaatkan untuk menentukanpenempatan kegiatan-kegiatan pada masing-masing stasiun kerja dan untuk menentukanoutput produksi optimal yang mampu meningkatkan efisiensi lintasan. Teknik ini akandiaplikasikan dengan mengambil sebuah contoh produk dari perusahaan yang diteliti. Denganpenempatan kegiatan-kegiatan kerja yang tepat pada masing-masing stasiun kerja danpenentuan output optimal menggunakan metode binary integer programming, bisa diperolehsuatu pengaturan proses produksi yang mampu meningkatkan efisiensi lintasan. Dari hasilpenelitian diperoleh efisiensi lintasan terbesar adalah 79,58%, yaitu pada jumlah produksi 130unit/minggu dengan waktu siklus 1.107,6 detik/unit dan jumlah workstation sebanyak 21buah. Sedangkan efisiensi lintasan terendah adalah 70,69%, yaitu pada jumlah produksi 110unit/minggu dengan waktu siklus 1.309,2 detik/unit dan jumlah workstation sebanyak 20buah.

Kata kunci: Keseimbangan Lintasan, Efisiensi Lintasan, Proses Produksi, Waktu Baku,Binary Integer Programming

PENDAHULUAN

PT. Indojaya Prima Semesta merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industrifurniture yang berorientasi ekspor. Perusahaan menerima pesanan dalam bentuk job order,dimana waktu pengiriman dan jumlah produk sudah ditentukan. Hal ini membuat perusahaanharus menetapkan perkiraan waktu selesai produk.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kelancaran proses produksi adalah masalahkeseimbangan lintasan. Proses produksi yang memiliki keseimbangan lintasan yang baik akanmenghasilkan produk secara efektif dan efisien. Penyeimbangan lintasan ini akan menyangkutdua masalah pokok, yaitu: penentuan jumlah operator atau workstation yang paling sedikituntuk suatu siklus waktu tertentu dan penentuan siklus waktu terkecil untuk jumlahworkstation tertentu. Adanya keseimbangan penugasan terhadap operator atau grup operatorpada tempat kerja tertentu, akan meminimalkan waktu yang tidak produktif.

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 1 Februari 2014

ISBN : 978-602-97491-9-9A-3-2

Beban kerja yang tidak seimbang pada tiap stasiun kerja dapat menyebabkan lintasanproduksi yang tidak seimbang. Suatu stasiun yang mempunyai waktu operasi yang lama dapatmengganggu kerja stasiun yang lainnya, karena harus menunggu sampai proses pada stasiunkerja yang mempunyai waktu operasi lama itu selesai. Bila hal ini dibiarkan akan terjadipenghamburan sumber daya, sehingga efisiensi lintasan produksi menjadi rendah.

Pada penelitian ini, pendekatan yang digunakan untuk menganalisa keseimbanganlintasan produk adalah dengan menggunakan metode binary integer programming. Binaryinteger programming adalah sebuah model penyelesaian matematis yang memungkinkanhasil penyelesaian kasus yang berupa bilangan pecahan diubah menjadi bilangan biner (0 dan1), sehingga didapatkan solusi yang optimal. Penggunaan metode binary integerprogramming ini dilakukan karena variabel keputusan pada persoalan ini tidak dapat dinilaidalam bentuk pecahan. Salah satu produk dari perusahaan ini yang akan dijadikan sebagaicontoh dalam permodelan nanti adalah produk jenis retro book shelf cabinet.

Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini Untuk menentukan waktu baku prosesuntuk pembuatan produk jenis retro book shelf cabinet, menentukan jumlah workstationoptimal yang diperlukan untuk pembuatan produk jenis retro book shelf cabinet, danmenentukan jumlah produk yang memaksimalkan efisiensi lintasan.

Gambar 1. Retro Book Shelf Cabinet

METODE

Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu penelitian pendahuluan,pengumpulan data yang dibutuhkan, pengolahan data dan analisa data, pembuatan modelbinary integer programming proses line balancing, serta menghitung efisiensi lintasan danmembandingkan nilai efisiensi lintasan berdasarkan banyaknya produk yang akan diproduksi.

Tahap Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah: Data kegiatan proses produksi untuk furniture jenis retro book shelf cabinet. Data aliran proses produksi . Data waktu proses untuk masing-masing kegiatan proses produksi. Data permintaan dari masing-masing jenis furnitur yang menjadi obyek penelitian. Data waktu jam kerja pada perusahaan.

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 1 Februari 2014

ISBN : 978-602-97491-9-9A-3-3

Tahap Pengolahan Data

1. Uji keseragaman dataUji keseragaman data untuk kegiatan 1 adalah sebagai berikut: Mencari waktu rata-rata= = . + . + . + + . = . Menghitung standar deviasi= ( ) = ( . . ) + ( . . ) + + ( . . ) = . Menentukan BKA dan BKB= += . + ( . )= .= = . ( . )= .Dari perhitungan uji keseragaman data, diperoleh data masih berada diantara BKA danBKB, maka data dianggap telah memenuhi syarat keseragaman data.

2. Uji kecukupan dataUji kecukupan data untuk kegiatan 1 adalah sebagai berikut:N = Z/ Sd X = 1.96 0.70.05 8.3 = 10.8Dimana:Z/ = tingkat keyakinan (100-%), dengan = 5% (maka Z/ bernilai 1,96)d = tingkat ketelitian 5 %

Dari perhitungan di atas, diperoleh N

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 1 Februari 2014

ISBN : 978-602-97491-9-9A-3-4

No Kode KegiatanKegiatan yang

mendahuluiWaktu

baku (detik)

6 6 Edging panel bawah 5 322.2

7 7 Alur laci panel bawah 6 78.7

8 8 Grooving tepi panel bawah 7 40.8

9 9 Potong MDF veneer panel samping p = 1560 mm - 44.8

10 10 Potong MDF veneer panel samping l = 300 9 10.7

11 11 Edging panel samping 10 219.9

12 12 Grooving tepi panel samping 11 38.5

13 13 Bor 10 dalam 12 mm panel samping 12 40.1

14 14 Router tepi bevel 1,5 mm panel samping 13 41.7

15 15 Potong MDF veneer sekat p = 378 mm - 19.8

16 16 Potong MDF veneer sekat l = 300 mm 15 16.7

17 17 Edging sekat 16 65.8

18 18 Router tepi bevel 1,5 mm sekat 17 20.4

19 19 Grooving sekat dengan mesin table saw 18 87.0

20 20 Potong MDF veneer shelf atas p = 770 mm - 19.5

21 21 Potong MDF veneer shelf atas l = 300 mm 20 10.3

22 22 Edging shelf atas 21 99.2

23 23 Router tepi bevel 1,5 mm shelf atas 22 20.7

24 24 Potong MDF veneer shelf atas-bawah p = 770 mm - 10.6

25 25 Potong MDF veneer shelf atas-bawah l = 300 mm 24 5.3

26 26 Edging shelf atas-bawah 25 92.7

27 27 Alur laci shelf atas-bawah 26 86.6

28 28 Grooving tepi shelf atas-bawah 27 42.1

29 29 Router tepi bevel 1,5 mm shelf atas-bawah 28 20.5

30 30 Potong MDF veneer panel belakang p = 770 mm - 32.8

31 31 Potong MDF veneer panel belakang l = 100 30 9.0

32 32 Edging panel belakang 31 70.7

33 33 Router tepi bevel 1,5 mm panel belakang 32 20.4

34 34 Potong MDF veneer panel belakang bawah - 9.7

35 35 Potong MDF veneer panel belakang bawah 34 6.7

36 36 Potong MDF veneer list belakang atas/bawah - 6.0

37 37 Potong MDF veneer list belakang atas/bawah 36 18.7

38 38 Potong MDF veneer list belakang samping - 7.3

39 39 Potong MDF veneer list belakang samping 38 9.9

40 40 Potong MDF veneer shelf bawah p = 766 mm - 9.1

41 41 Potong MDF veneer shelf bawah l = 250 mm 40 6.1

42 42 Edging shelf bawah 41 244.9

43 43 Potong MDF veneer daun pintu p = 390 mm - 12.9

44 44 Potong MDF veneer daun pintu l = 372 mm 43 11.1

45 45 Edging daun pintu 44 197.7

46 46 Router handle daun pintu 45 29.5

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 1 Februari 2014

ISBN : 978-602-97491-9-9A-3-5

No Kode KegiatanKegiatan yang

mendahuluiWaktu

baku (detik)

47 47 Bor 35 dalam 10 mm daun pintu 46 58.6

48 48 Meratakan kayu mahoni klam bawah l = 372 mm - 131.8

49 49 Potong kayu mahoni klam bawah p = 390 mm 48 9.4

50 50 Bor 10 dalam 35 mm Klam Bawah 49 13.8

51 51 Grooving klam bawah 50 74.5

52 52 Meratakan kayu mahoni support bawah l = 40 mm - 124.4

53 53 Potong kayu mahoni support bawah p = 100 mm 52 9.1

54 54 Bor 10 dalam 18 mm support bawah 53 13.3

55 55 Meratakan kayu mahoni kaki tengah - 18.3

56 56 Laminating kayu mahoni kaki tengah 55 1529.4

57 57 Meratakan kayu mahoni kaki tengah l = 40 mm 56 113.8

58 58 Potong kayu mahoni kaki tengah p = 120 57 8.4

59 59 Bubut kaki tengah sesuai ukuran 58 64.4

60 60 Bor 4 dalam 25 mm kaki tengah 59 13.6

61 61 Meratakan kayu mahoni kaki - 17.8

Recommended

View more >