Aneka Ragam Makalah

Download Aneka Ragam Makalah

Post on 29-Jun-2015

78 views

Category:

Education

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Makalah Hakikat Alam Semesta Oleh: Ibrahim Lubis, M.Pd.I www.anekamakalah.com

TRANSCRIPT

  • 1. Makalah Hakikat Alam SemestaOleh: Ibrahim Lubis M.Pd.Iwww.anekamakalah.comA. PendahuluanAlam semesta merupakan realitas yang dihadapi oleh manusia, yangsampai kini baru sebagian kecil saja yang dapat diketahui dan diungkap olehmanusia. Bagi seorang ilmuwan akan menyadari bahwa manusia diciptakanbukanlah untuk menaklukkan seluruh alam semesta, akan tetapi menjadikannyasebagai fasilitas dan sarana ilmu pengetahuan yang dapat dikembangkan daripotensi manusia yang sudah ada saat ajali.Proses pendidikan yang berlangsung di dalam interaksi yang pruralistis (antarasubjek dengan lingkungan alamiah, sosial dan cultural) amat ditentukan olehaspek manusianya. Sebab kedudukan manusia sebagai subyek didalammasyarakat, bahkan didalam alam semesta, memberikan konsekuensi tanggungjawab yang besar bagi diri manusia. Manusia mengemban amanat untukmembimbing masyarakat, memelihara alam lingkungan hidup bersama. bahkanmanusia terutama bertanggung jawab atas martabat kemanusiaannya (humandignity).Di dalam perspektif Islam, alam semesta merupakan sesuatu selain AllahSwt. Oleh sebab itu, alam semesta bukan hanya langit dan bumi, namun meliputiseluruh yang ada dan berada di antara keduanya. Bukan hanya itu, di dalamperspektif Islam alam semesta tidak saja mencakup hal-hal yang konkrit yangdapat diamati melalui panca indera manusia, tetapi alam semesta juga merupakansegala sesuatu yang keberadaaannya tidak dapat diamati oleh panca inderamanusia.alam semesta merupakan ciptaaan Allah Swt yang diperuntukkan kepadamanusia yang kemudian diamanahkan sebagai khalifah untuk menjaga danmemeliharaan alam semesta ini, selain itu alam semesta juga merupakan mediasibagi manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang terproses melaluipendidikan. Dari itulah pemakalah khusus membahas tentang Esensi AlamSemesta menurut Persfektif Filsafat Pendidikan Islam yang terdiri dari pengertian,

2. proses penciptaan Alam Semesta, tujuan dan fungsi penciptaan Alam Semesta danimplikasi Alam Semesta terhadap pendidikan islamB. Pembahasan1. Alam Semesta dalam perspektif Falsafah Pendidikan IslamAlam dalam pandangan Filsafat Pendidikan Islam dapat dijelaskan sebagaiberikut. Kata alam berasal dari bahasa Arab alam ( ) yang seakar dengan ilmu) , pengetahuan) dan alamat ( , pertanda). Ketiga istilah tersebutmempunyai korelasi makna. Alam sebagai ciptaan Tuhan merupakan identitasyang penuh hikmah. Dengan memahami alam, seseorang akan memperolehpengetahuan. Dengan pengetahuan itu, orang akan mengetahui tanda-tanda ataualamat akan adanya Tuhan.1 Dalam bahasa Yunani, alam disebut dengan istilahcosmos yang berarti serasi, harmonis. Karena alam itu diciptakan dalam keadaanteratur dan tidak kacau. Alam atau cosmos disebut sebagai salah satu buktikeberadaaan Tuhan, yang tertuang dalam keterangan Al-qur`an sebagai sumberpokok dan menjadi sumber pelajaran dan ajaran bagi manusia.2Istilah alam dalam alquran datang dalam bentuk jamak (alamiina), disebutsebanyak 73 kali yang termaktub dalam 30 surat. 15 Pemahaman kata alamin,merupakan bentuk jamak dari keterangan al-quran yang mengandung berbagaiinterpretasi pemikiran bagi manusia.3Menurut Al-Rasyidin, dalam bukunya Falsafah pendidikan Islam bahwa kata`alamin merupakan bentuk prulal yang mengindikasikan bahwa alam semesta inibanyak dan beraneka ragam. Pemaknaan tersebut konsisten dengan konsepsiIslam bahwa hanya Allah Swt yang Ahad, Maha Tunggal dan tidak bisa dibagi-bagi.Kemudian beliau menuturkan kembali bahwa konsep islam megenai alamsemesta merupakan penegasan bahwa alam semesta adalah sesuatu selain AllahSwt.41 Nurcholish Madjid, Islam Doktrin dan Peradaban, (Jakarta: Yayasan WakafParamadina, 1992), cet. Ke-1, hal. 2892 ibid3 Sirajuddin Zar, Konsep penciptaan alam dalam pemikiran Islam, Sains dan AlQuran(Jakarta: RajaGrafindo Perkasa, 1999), hal. 194 Al Rasyidin, Falsafah Pendidikan Islam, Membangun Kerangka Ontologi, Epistimologi,dan Axiologi Praktik Pendidikan (Bandung: Citapustaka Media Perintis, 2008), hal. 3 3. Dari satu sisi alam semesta dapat didefenisikan sebagai kumpulan jauhar yangtersusun dari maddah (materi) dan shurah (bentuk), yang dapat diklasifikasikanke dalam wujud konkrit (syahadah) dan wujud Abstrak (ghaib). Kemudian, darisisi lain, alam semesta bisa juga dibagi ke dalam beberapa jenis seperti benda-bendapadat (jamadat), tumbuh-tumbuhan (nabatat), hewan (hayyawanat), danmanusia.5Menurut Prof. Dr. Omar Mohammad Al-Toumy al-Syaibany dalam bukunyaFalsafah Pendidikan Islam menyatakan bahwa alam semesta atau alam jagat ialahselain dari Allah swt yaitu cakrawala, langit, bumi, bintang, gunung dan dataran,sungai dan lembah, tumbuh-tumbuhan, binatang, insan, benda dan sifat benda,serta makhluk benda dan yang bukan benda. Beliau juga menuturkan bahwasebahagian ulama Islam mutaakhir membagi alam ini kepada empat bahagianyaitu ruh, benda, tempat dan waktu. Sedangkan manusia menjadi salah satu unsuralam semesta sebagai makhluk baharu dengan fungsi untuk memakmurkan alamsemesta serta meneruskan kemajuaannya.6Menurut Shihab sebagaimana yang dikutip oleh Al-rasyidin dalam bukunyafalsafah pendidikan Islam menerangkan bahwa semua yang maujud selain AllahSwt baik yang telah diketahui maupun yang belum diketahui manusia disebutalam. Kata `alam terambil dari akar kata yang sama dengan `ilm dan `alamah,yaitu sesuatu yang menjelaskan sesuatu selainnya. Oleh karena itu dalam konteksini, alam semesta adalah alamat, alat atau sarana yang sangat jelas untukmengetahui wujud tuhan, pencipta yang Maha Esa, Maha Kuasa, dan MahaMengetahui. Dari sisi ini dapat dipahami bahwa keberadaaan alam semestamerupakan tanda-tanda yang menjadi alat atau sarana bagi manusia untukmengetahui wujud dan membuktikan keberadaan serta kemahakuasaan AllahSwt.7Di dalam Al Qur'an pengertian alam semesta dalam arti jagat raya dapatdipahami dengan istilah "assamaawaat wa al-ardh wa maa baynahumaa"8.5 Al-Rasyidin, Ibid., h. 46 Omar Mohammad Al-Toumy al-Syaibany terj Hasan Langulung, Falsafah PendidikanIslam (Jakarta: Bulan Bintang, 1979), h. 587 M.Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah kutipan Al-Rasyidin, Op Cit., h. 4-58 Al-Rasyidin, Ibid. 4. Istilah ini ditemui didalam beberapa surat Al Qur'an yaitu: Dalam surat maryamayat 64 dan 65 Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada dibelakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmulupa (64). Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya, Maka sembahlah dia dan berteguh hatilah dalam beribadatkepada-Nya. apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan dia (yangpatut disembah)?(65)Dalam surat ar-rum ayat 22 Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumidan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yangdemikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yangMengetahui.Dalam surat al-anbiya ayat 16 Dan tidaklah kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dengan bermain-main.Dapat ditarik kesimpulan bahwa alam semesta bermakna sesuatu selainAllah Swt, maka apa-apa yang terdapat di dalamnya baik dalam bentuk konkrit(nyata) maupun dalam bentuk abstrak (ghaib) merupakan bahagian dari alamsemesta yang berkaitan satu dengan lainnya. 5. Untuk dapat Memahami dan meneliti alam yang kemudian menghasilkanscience yang benar, haruslah melalui pendidikan yang benar dan berkualitas. Olehkarena itu, Islam mempunyai ajaran yang sangat penting dalam pendidikan, dalamrangka menghasilkan para scientist, ilmuwan atau ulama, yang kemudian akanmemelihara dan memakmurkan alam ini.2. Proses penciptaan alam semestaAl Quran telah menjelaskan bahwa sebenarnya seluruh kejadian di alamsemesta ini, sudah terjadi dan kejadiannya mengikuti segala rencana dan konsepyang sudah tertera di dalamnya. Gambaran jelasnya, bahwa semua proses alamsemesta ini mengikuti dan merujuk pada segala yang tertuang dalam Al Quran,apakah diketahui atau tidak tabir rahasianya oleh manusia.Dengan kata lain, kejadian dunia ini adalah sebagai cermin manifestasidan kenyataan lahir dari rencana Allah yang sebenarnya sudah diberitahukankepada manusia lewat Al Quran, sebelum kejadian tersebut terjadi, dengan tidakada tekanan apakah manusia mau atau tidak memahaminya guna mendapatkantakwil isyarat-Nya.9Mengenai proses penciptaan alam semesta, Al-Qur'an telah menyebutkansecara gamblang mengenai hal tersebut, dan dapat dipahami bahwa prosespenciptaan alam semesta menurut al-Qur`an adalah secara bertahap. Hal ini dapatdiketahui melalui firman Allah Swt dalam Surat Al Anbiya ayat 30: "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langitdan bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu, kemudian Kamipisahkan antara keduanya. Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yanghidup. Maka mengapakah mereka tiada juga yang beriman?"9 Hasan Langgulung, Asas-Asas Pendidikan Islam (Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1987), h.185 6. Apabila dikaitkan dengan sejumlah teori seputar terjadinya kosmosmenurut sains modern, maka konsep penciptaan semesta yang tertera dalam Al-Qur'an tidak dapat disangkal lagi kebenarannya.Adanya kumpulan kabut gas dan terjadinya pemisahan-pemisahankabut gas tersebut atau dikenal dengan proses evolusi terbentuknya alam semesta,sudah dipaparkan secara jelas oleh Al-Qur'an jauh sebelum sains modernmengemukakannya10. Berkenaan Ayat tentang asal mula alam semesta darikabut/nebula terdapat dalam surat fushilat ayat 9 sampai 12 yaitu: Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakanbumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (yang bersifat)demikian itu adalah Rabb semesta alam".(9) Dan dia menciptakan di bumi itugunung-gunung yang kokoh di atasnya. dia memberkahinya dan dia menentukanpadanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa.(Penjelasan itu sebagai ja