aneka kerajinan

Download Aneka Kerajinan

Post on 25-Jul-2015

818 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Menyulap Limbah Kok menjadi Asesoris Cantik Liputan6.com, Malang: Keberadaan limbah di sekitar kita seringkali luput dari perhatian. Tapi tidak demikian halnya dengan Abdullah. Warga Karang Ploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini justru melihat limbah adalah tantangan sebagai peluang usaha. Dia mengolah limbah kok untuk dijadikan pernak-pernik berbentuk kupu-kupu, capung, dan burung merak. Proses pembuatan pernak-pernik tak terlalu rumit. Produksi dimulai dengan memilih bulubulu kok lantaran masih tercampur dengan sampah. Kok yang diambil adalah berukuran besar. Selanjutnya masuk pada tahap pewarnaan. Air dididihkan lalu diberi zat pewarna. Setelah itu bulu yang telah dipilih direbus selama 20 menit. Kemudian ditiriskan dan dijemur sekitar satu jam. Begitu tahap ini selesai, maka bulu-bulu itu siap diolah. Abdullah menyediakan berbagai ukuran untuk produk-produknya. Di antaranya small (S), medium (M), large (L), extra large (XL), dan jumbo. Adapun ukuran yang banyak diminati adalah M. Menurut Abdullah, produk buatannya punya kelebihan yakni berwarna mencolok dan tak luntur. Dia juga menekankan agar tidak perlu khawatir dengan asesoris buatannya karena aman untuk kesehatan.(YNI/Julianus Kriswantoro) Abdullah - 081555622871 Jl. Prenjak Takeran Ngijo, Karang Ploso Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Lilin Cantik Penghias Ruangan Liputan6.com, Bekasi: Sejumlah ornamen dekoratif bisa dipilih untuk memeriahkan suasana Natal dan Tahun Baru. Salah satunya dengan memanfaatkan hiasan yang terbuat dari lilin. Tanpa diduga, selain sebagai penerang, lilin kini bisa menjadi pemanis ruangan. Usaha itulah yang ditekuni Listyani S. Sidik. Bahan baku yang dipilih Listyani dalam pembuatan lilin sebagai unsur dekorasi adalah stearin. Ini merupakan produk turunan dari kelapa sawit. "Lilin sebelumnya terbuat dari parafin. Lilin jenis ini memiliki kelemahan cepat habis," kata Listyani, belum lama berselang. Menurut Listyani, keunggulan lilin stearin adalah menggunakan produk alami karena terbuat dari tumbuh-tumbuhan. Terlebih, Indonesia merupakan salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di Asia Tenggara. "Proses pembakaran lilin stearin juga lebih sempurna sehingga tak mengeluarkan asap hitam. Baunya pun netral," ujar Listyani. Listyani menjelaskan, ada dua jenis lilin yang dibuat. Pertama, lilin yang digunakan untuk keperluan sehari-hari atau daily used. "Untuk jenis yang ini, kita mencetak langsung agar pembuatannya cepat dan bisa dijual murah karena bersaing dengan negara lain," tutur wanita berusia paruh baya itu. Kegunaan yang kedua, lanjut Listyani, adalah unsur dekorasi. Lilin jenis ini dibuat melalui beberapa tahap. "Awalnya lilin dicairkan baru kemudian dicetak sesuai bentuk yang diinginkan," ucap Listyani seraya menutup perbincangan.(RMA/Julianus Kriswantoro) Listyani S. Sidik - 0812.9592.585 Jalan Cempaka, Jatimulya, Tambun Bekasi Timur, Jawa Barat

Tas Semen Produk Paguyuban Mawas Diri Liputan6.com, Jakarta: Bagi sebagian orang bekas kantong semen mungkin hanya sekadar limbah biasa. Namun tidak demikian bagi ibu-ibu yang tergabung dalam Paguyuban Mawas Diri di Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka mampu berinovasi dengan memanfaatkan limbah kantong semen untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Sebenarnya saat memulai usaha ini bahan baku yang digunakan adalah eceng gondok, bukan kantong semen. Namun suatu ketika sang pembina paguyuban menemukan selembar kertas semen yang tidak robek saat dipacul. Ide pun terbesit untuk mencoba membuat simpul tali dari kertas semen. Tanpa diduga, kekuatan tali dari kantong semen ternyata lebih bagus ketimbang eceng gondok. Tas, tempat telepon genggam, tatakan gelas, hiasan dinding, sandal, dompet tempat koin, atau topi adalah sebagian kecil dari produk yang dihasilkan usaha yang bermarkas di Jalan Muara Baru, Gang Pabrik Baja, Penjaringan ini. Warna dan model yang dihasilkan pun bervariasi tergantung minat pembeli. Namun ada satu hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan bahan baku kantong semen terutama pada tahap pengeringan. Pada tahap ini kertas hendaknya tidak dijemur pada terik matahari karena akan membuat kaku. Bagi para pembeli, jangan khawatir apabila produk berbahan baku kantong semen ini kotor. Tidak menjadi masalah bila barang tersebut dibersihkan menggunakan air. Asalkan tidak direndam, maka barang tersebut aman dari kerusakan. Apalagi bila semakin tersentuh air, maka produk yang dibeli semakin kuat.(

Batu Kerik, Hanya Butuh Ide dan Keterampilan Liputan6.com, Jakarta: Batu yang sehari-harinya begitu banyak ada di lingkungan sekitar ternyata bisa dibentuk menjadi suatu kerajinan yang unik. Hanya dengan peralatan sederhana dipadu keterampilan tangan, sebuah karya seni dapat tercipta. Adalah usaha batu kerik milik Dino. Kerajinan ini pertama kali dikenalkan oleh seseorang sekitar tahun 1991 atau 1992. Setelah mencoba, lama-kelamaan Dino tertarik dan berniat untuk menjadikan batu kerik sebagai lahan usaha. Apalagi ketika itu ada seseorang yang memintanya untuk dibuatkan souvenir pernikahan. Sejak itu, Dino dan kawan-kawannya semakin bertekad untuk menjalankan usaha ini. Seperti namanya, bahan baku utama dalam kerajinan ini tentu saja batu. Batu-batu tersebut diperoleh dari sungai di Jawa Tengah. Batu yang sudah dipilih kemudian dites tingkat kekerasannya menggunakan cutter. Bila terlalu keras, maka batu itu tidak dapat digunakan. Selain cutter, peralatan yang digunakan Dino dan kawan-kawannya adalah obeng kecil dan bor. Alat-alat tersebut berguna untuk memahat dan melubangi batu. Berbagai bentuk dan ukuran dari batu bisa disulap menjadi berbagai karya hanya dengan mengeriknya. Misalnya saja, batu kecil biasanya digunakan untuk bandul kalung atau gantungan kunci. Sedangkan batu yang lebih besar dimanfaatkan untuk patung-patung kecil. Sementara batu yang lebih besar lagi diproyeksikan untuk dijadikan patung. Lebih jauh Dino mengatakan, dalam menjalankan usahanya, dia berprinsip memaksimalkan bahan baku. Sekecil apa pun batu yang tersisa akan diupayakan agar memiliki kegunaan. Adapun batu-batu tersebut sebenarnya memiliki tiga warna dominan, yaitu hitam, kecokelatan, dan keabu-abuan. Namun warna-warna itu baru bisa diketahui setelah batu bersih dari debu-debu yang melekat. Usaha batu kerik yang berada di Jalan Keuangan II Nomor 74, Cilandak Barat, Jakarta Selatan ini selain memaksimalkan bahan baku, tentunya memaksimalkan pula tenaga masyarakat sekitar. Rupiah bisa dikantongi, masalah pengangguran pun tertanggulangi.(

Kerajinan Miniatur dari Pyrex Liputan6.com, Sidoarjo: Pyrex dikenal sebagai kaca yang tahan pada suhu panas tinggi. Kekuatannya melebihi kaca lainnya. Berbekal keterampilan dan imajinasi tinggi, pyrex bisa dibentuk menjadi kerajinan menarik. Usaha inilah yang digeluti Puji di Sidoarjo, Jawa Timur. Puji mengawali usahanya dengan belajar di Kualalumpur, Malaysia, selama tiga tahun. "Kita diajari bagaimana caranya membuat kerajinan dari kaca pyrex," ucap Puji kepada SCTV, baru-baru ini. Saat kembali ke Indonesia, Puji langsung membuka usahanya. Bahan baku kaca pyrex diimpor langsung dari Jepang. Namun, belakangan ini Puji kerap membeli kaca antipanas di Indonesia. "Karena di Indonesia sudah ada distributornya," tutur wanita berjilbab ini. Pyrex, katanya, biasanya dipakai di laboratorium sebagai alat pengaduk. Menurut Puji, ada tiga jenis pyrex yang digunakan. "Kaca berdiameter 15 milimeter, 7 milimeter dan 11 milimeter," ucap Puji. Alat bantu membuat kerajinan ini, antara lain pinset untuk menjepit pyrex yang tengah diproses. Ada pula klem yang mempunyai fungsi serupa dan matras. Proses pembuatannya ialah kaca dipanaskan dengan suhu 750 derajat Celcius menggunakan oksigen dan elpiji untuk mengeluarkan api. Usai kaca lumer, pyrex baru bisa dibentuk. Nantinya, bentuk kerajinan akan disesuaikan dengan imajinasi si pembuat. Beragam bentuk bisa dihasilkan dari pembuatan ini. Antara lain, gedung pencakar langit yang berukuran cukup besar. Adapula hiasan-hiasan kecil untuk pajangan di rumah, seperti bentuk kaligrafi dan miniatur manusia. Semua dibentuk sedemikian rupa agar terlihat menarik dan unik. Harga yang ditawarkan Puji untuk setiap kerajinannya cukup bervariatif. "Kisaran harga paling murah ada Rp 10 ribu," tutur wanita yang bisnisnya pernah terkena dampak lumpur Lapindo ini. Sedangkan yang termahal, kata puji, harganya bisa mencapai Rp 1 juta.(REN)

Puji: 0888-312-8882 Perumahan Magersari Permai Blok BA-16, Sidoarjo, Jawa timur

Air Mancur Bola, Alternatif Penghias Rumah Liputan6.com, Jakarta: Kehadiran air mancur yang asri dan segar dalam rumah Anda tentu dapat menenangkan suasana. Terlebih, gemericik air mancur dapat menciptakan irama yang seolah-olah mampu menghilangkan sejenak kepenatan pikiran. Namun, lahan sempit dan harga yang mahal sering menjadi kendala membuat air mancur dalam rumah. Untuk mengatasi masalah ini, Anda sebaiknya mencoba air mancur bola. Dengan ukuran 40 centimeter persegi, air mancur bola sudah bisa menghias taman maupun rumah Anda. Untuk mendapatkan air mancur bola, Anda cukup membelinya seharga Rp 350 ribu hingga Rp 450 ribu. Ini jauh lebih murah ketimbang air mancur yang dijual di pusat-pusat perbelanjaan yang harganya mencapai Rp 1 juta. Menurut sang pengrajin Yono, air mancur bola ini dijual murah karena bukan terbuat dari batu alam asli. "Saya hanya membuatnya dari campuran semen," tutur Yono kepada SCTV, baru-baru ini. Tak semudah membalik telapak tangan Yono menemukan formula tepat untuk menghasilkan air mancur bola. Apalagi ia harus memeras otak merancang putaran bola yang disesuaikan dengan aliran air serta mengatur kekuatan pondasi air mancur. Beruntung, usahanya tidak sia-sia. Hasil karya Yono laris manis di pasaran Yono: 0812 189 5911 Jalan Arteri Seberang Kompas-Gramedia, Senayan, Jakarta Pusat

Benda-Benda Rohani Asal Ganjuran Tak Kalah Saing Liputan6.com, Ganjuran: Apakah Anda masih mencari patung bayi Yesus bersama keluarga Kudus untuk menghiasi dekorasi rumah menjelang Natal i