analisa animasi 2d simulasi induced breeding .this study aims to create 2d animations and...

Download ANALISA ANIMASI 2D SIMULASI INDUCED BREEDING .This study aims to create 2D animations and simulations

Post on 07-Mar-2019

215 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ANALISA ANIMASI 2D SIMULASI INDUCED BREEDING PEMIJAHAN IKAN LELE SANGKURIANG PADA UPT

PENGEMBANGAN BUDIDAYA DAN PEMASARAN PERIKANAN PAKEMBINANGUN SLEMAN

YOGYAKARTA

NASKAH PUBLIKASI

diajukan oleh

Muhammar Agung Saputra

10.11.3955

Kepada

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA

YOGYAKARTA 2014

1

ANALYSIS OF 2D ANIMATION SIMULATION OF SANGKURIANG CATFISH SPAWNING INDUCED BREEDING IN UPT AQUACULTURE

DEVELOPMENT AND FISHERIES MARKETING PAKEMBINANGUN SLEMAN YOGYAKARTA

ANALISA ANIMASI 2D SIMULASI INDUCED BREEDING PEMIJAHAN IKAN LELE SANGKURIANG PADA UPT PENGEMBANGAN BUDIDAYA DAN PEMASARAN

PERIKANAN PAKEMBINANGUN SLEMAN YOGYAKARTA

Muhammar Agung Saputra Dhani Ariatmanto

Jurusan Teknik Informatika STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

ABSTRACT

This study aims to create 2D animations and simulations describe spawning catfish sangkuriang in UPT(Technical implementation Unit) Fisheries Aquaculture Development and Marketing Pakembinangun Sleman Yogyakarta. The benefits of this research are expected to grow knowledge and as a medium for readers, especially for the unit and the community.

The subject of this study is sangkuriang catfish that was in UPT(Technical implementation Unit). This study will be conducted in November 2013 to January 2014. Data collection methods used are observation, library research, interviews, and documentation.

The results of this study indicate that: (1) Process spawning catfish sangkuriang there are 4 stages namely parent selection, hormone injections, streeping and fertilization and hatching eggs. (2) Preparation of 2D animation application using Adobe Audition, Adobe Flash CS 3

Keywords : 2D animation, simulation, spawning, catfish sangkuriang, induced breeding.

2

1. Pendahuluan

Pemijahan ikan sebagai sarana permintaan produk perikanan terus mengalami

peningkatan, hal ini dilihat dari tingginya permintaan pasar dalam negeri, sehingga untuk

memenuhi permintaan tersebut secara terus-menerus dibutuhkan produksi melalui usaha

budidaya, baik ikan tambak, ikan laut, ikan hias, maupun ikan tawar. Salah satunya

adalah ikan air tawar yaitu ikan lele sangkuriang. UPT (Unit Pelaksana Teknis)

Pengembangan Budidaya dan Pemasaran Perikanan Pakembinangun Sleman

Yogyakarta sebagai sub bidang pelayanan masyarakat dari Dinas Perikanan Sleman

yang mempunyai tugas untuk mensosialisaikan informasi kepada masyarakat tentang

proses pemijahan ikan salah satunya ikan lele sangkuriang. Permasalahan yang dihadapi

oleh UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pengembangan Budidaya dan Pemasaran Perikanan

Pakembinangun Sleman Yogyakarta dalam proses sosialisasi kepada masyarakat masih

menggunakan informasi yang berupa gambar dimana konsep tersebut ingin

dikembangkan dalam bentuk simulasi animasi 2D. Melihat permasalahan tersebut

penelitan ini melihat adanya peluang untuk pengembangan sosialisasi dalam bentuk

simulasi animasi 2D.

Simulasi animasi 2D tersebut dibuat dengan memanfaatkan software-software

aplikasi komputer. Pembuatan animasi 2D ini diharapkan dapat membantu dan

mempermudah pihak UPT dalam mensosialisasikan kepada masyarakat umum salah

satunya dengan pembuatan animasi 2D simulasi dari pemijahan ikan lele sangkuriang.

Oleh sebab itu simulasi dengan animasi 2D ini sangat didukung oleh pihak UPT tersebut.

Berdasarkan uraian di atas maka berpeluang untuk diadakan penelitian untuk

mengetahui bagaimana proses pembuatan animasi 2D simulasi induced breeding

pemijahan ikan lele sangkuriang.

Dengan permasalahan-permasalahan tersebut, maka skripsi ini mengambil judul

Analisa animasi 2D simulasi induced breeding pemijahan ikan lele sangkuriang

pada UPT Pengembangan Budidaya Dan Pemasaran Perikanan Pakembinangun

Sleman Yogyakarta.

2. Landasan teori

2.1. Definisi Animasi

Kata animasi berasal dari kata animation yang berasal dari kata dasar to anime di

dalam kamus Indonesia inggris berarti menghidupkan. Secara umum animasi merupakan

suatu kegiatan menghidupkan,menggerakkan benda mati. Suatu benda mati diberi

3

dorongan, kekuatan, semangat dan emosi untuk menjadi hidup atau hanya berkesan

hidup.

Animasi adalah penggunaan karakter kartun, boneka, atau demonstrasi karakter

yang bukan animasi ke dalam kehidupan pada multimedia komersial (Suyanto, 2004, h

210). Teknik animasi tradisional terdiri dari animasi teks, animasi kartun, animasi gambar

diam, animasi gambar bergerak dan animasi video.

2.2. Perkembangan Animasi

Perkembangan animasi Indonesia sudah sangat bagus, tetapi kalau dilihat dari

perkembanganya memang masih sangat kurang. Ini karena animasi Indonesia dari segi

gambar atau pengolahan gambar menjadi gerak memang masih kelihatan kaku. Alasan

lain adalah kurangnya pendidikan formal animasi yang dapat mendukung peran mereka

sebagai animator. Selain itu masalah kemampuan bahasa juga mempengaruhi

perkembangan animasi tersebut, yang mana di Indonesia sendiri penguasaan akan

bahasa asing khususnya bahasa Inggris sangat terbatas sehingga kebanyakan animation

house mancanegara kurang berminat mendirikan studi animasinya di Indonesia.

2.3. Prinsip Animasi

Menurut Suyanto dan Yuniawan (2006, h. 67), prinsip drawing merupakan salah

satu proses yang menentukan apakah hasil animasi menjadi bagus atau tidak. Ada 12

prinsip animasi yang harus menjadi acuan seorang animator, yaitu:

2.3.1. Squash dan Stretch

Gerakan dari sebuah karakter tentunya masih dibagi-bagi berdasarkan fisik

bendanya. Contohnya pada benda hidup yang berkulit lunak/berdaging yang dibuat lentur

sehingga terlihat nyata.

2.3.2. Anticipation

Persiapan gerakan sebelum gerakan dilakukan. Hal itu berguna agar tampak real

bahwa sebelum melakukan gerakan, terlebih dulu terdapat gambar antisipasi/ancang-

ancang.

2.3.3. Staging

Keseluruhan gerakan dalam sebuah adegan dengan jelas dan detail direncanakan

terlebih dahulu yang akan digambarkan sebagaimana sebuah shot, yaitu mencakup

tentang angles, framing, dan scene length (durasi).

4

2.3.4. Straight Ahead Action and Pose to Pose

Perencanaan gambar untuk gerakan yang berulang-ulang dibuat dengan sirkulasi

runtut agar dapat terus dilanjutkan mulai saat awal gerakan hingga akhir gerakan.

2.3.5. Follow Through and Overlapping Action

Antisipasi sebuah gerakan yang kompleks pada karakter mengikuti hokum alam.

Gerakan dengan banyak anggota badan tentu tidak bergerak secara bersamaan tetapi

bergantian. Seperti halnya pada orang yang beralan, ketika kaki kanan melangkah dan

tangan kanan juga yang kedepan, maka animasi menjadi terlihat lucu.

2.3.6. Slow In and Slow Out

Sebuah gerakan tentu akan mengalami proses dari lambat ke cepat, dan

sebaliknya gerakan dari cepat ke lambat tentu tidak secara tiba-tiba berhenti. Biasanya di

awal dan di akhir gerakan, gambar dibuat lebih banyak dari pada ditengah. Pada bagian

tengah diperlihatkan gerakan utuh dengan lebih sedikit gambar.

2.3.7. Arcs

Arcs diartikan sebagai sebuah gerakan natural. Gerakan disesuaikan dengan

circular (melingkar) dari melingkarnya sendi-sendi yang bekerja pada makhluk hidup.

2.3.8. Secondary Action

Gerakan-gerakan pendukung gerakan utama. Misalnya, pada gerakan berjalan

seorang karakter, kepalanya sambil bergerak geleng-geleng hanya berfungsi sebagai

pelengkap gerakan (secondary action).

2.3.9. Timing

Pernakah anda melihat gerakan animasi yang terasa sangat kaku atau bahkan

sangat lambat? Hal tersebut terjadi ketika seorang animator tidak menguasai teknik

timing. Keahlian timing harus diasah melalui proses latihan terus menerus. Ketika

seseorang telah ahli dalam menerapkan timing, maka animasi yang dibuatnya akan

terlihat sangat hidup, seperti kapan dia terasa berat, merasa gembira, sedih, marah, dan

sebagainya.

2.3.10. Exaggeration

Membuat gerakan pengembangan dari gerakan normal. Namun, gerakan itu

sebaiknya tetap berpaduan pada gerakan natural yang dilebih-lebihkan. Biasanya,

5

gerakan-gerakan itu digunakan untuk memberikan kesan menyangatkan atau

mendukung sebuah kelucuan.

2.3.11. Solid Drawing

Merupakan sense (rasa) tentang cara pandang tiga dimensi terhadap penokohan

seorang karakter berkaitan dengan goresan garis, shading, dan warna.

2.3.12. Appeal

Membuat nilai perssonaliti pada karakter yang dibuat. Seorang animator yang baik

harus bisa memperlihatkan bahwa tokoh/karakter memiliki jiwa/nilai kepribadian tertentu

tanpa harus didukung oleh sound effect. Jika hal tersebut berhasil, maka penambahan

sound effect akan semakin menampakan dan memperjelas kepribadian tersebut.

2.4. Jenis Jenis Animasi

Animasi telah berkembang pesat menjadi beberapa jenis, yaitu animasi 2D,

animasi 3D, dan animasi Stop motion.

2.4.1. Animasi 2D

Animasi 2 Dimensi adalah jenis animasi yang memiliki sifat flat secara visual. Bila

dilihat dari teknis pembuatannya terdapat dua cara, yaitu manual dan komputer. Teknik

animasi manual atau yang bi