akustik lingkungan

Download Akustik Lingkungan

Post on 16-Jan-2016

243 views

Category:

Documents

52 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pengertian mengenai akustik, macam-macam sumber kebisingan, alat-alat penyerap kebisingan pada ruangan

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangManusia memiliki panca indra untuk membantu merasakan lingkungan sekitarnya dengan cara melihat, mencium, mendengar, merasakan, dan meraba. Indra pendengaran merupakan indra yang memiliki hubungan erat dalam arsitektur yaitu pada hubungan akustik ruang karena pendengaran juga dapat menjadi salah satu factor pendukung agar penghuni atau pengguna bangunan merasa nyaman dan tenang berada di dalam gedung tersebut. Prinsip dalam akustik ruang adalah mengarahkan dan memperkuat bunyi yang dapat berguna serta menjauhkan dan menghilangkan bunyi yang tidak berguna atau dapat menganggu indra pendengaran. Untuk memanjakan indra pendengaran dan menciptakan kenyamanan bagi penghuni maka harus memperhatikan prinsip utama pada akustik ruang. Setiap gedung memiliki karakter akustik ruangnya masing-masing tergantung dari lokasi pembangunan gedung tersebut karena kebisingan lokasi di desa dan di kota sangat berbeda jauh, slain lokasi juga dilihat dari fungsi bangunan tersebut contohnya seperti gedung bioskop, gedung rapat, gedung sekolah, villa, rumah pribadi, dan banyak fungsi gedung lainnya pasti memiliki karaker akustik yang berbeda selain itu perbedaan civitas dan kegiatan yang berlangsung dalam gedung juga dapat berpengaruh.1.2 Rumusan Masalah1. Apakah pengertian akustik dan noise dalam arsitektur?2. Apa saja faktor yang mempengaruhi akustik dan noise?3. Bagaimana cara merancang menurut prinsip akustik dan noise?1.3 Tujuan1. Mengetahui pengertian dari akustik dan noise dalam arsitektur2. Mengetahui faktor yang mempengaruhi akustik dan noise3. Mengetahui cara merancang menurut prinsip akustik dan noise

BAB IIPEMBAHASAN2.1 NOISE (KEBISINGAN)Kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki, mengacaukan, mengganggu atau berbahaya bagi kegiatan sehari-hari. Setiap suara yang mengganggu pendengar dapat dikatagorikan sebagai kebisingan, bahkan suara musik dan suara orang yang berbicara dapat disebut kebisingan jika suara tersebut tidak dikehendaki oleh pendengar. Badan kesehatan dunia (WHO) melaporkan, tahun 1988 terdapat 8-12% penduduk dunia menderita dampak kebisingan dalam berbagai bentuk. Angka itu diperkirakan akan terus meningkat. Tidak diragukan lagi, kebisingan dapat mempengaruhi kesehatan terutama kesehatan pendengaran, baik yang sifatnya sementara ataupun permanen. Hal ini sangat dipengaruhi oleh intensitas dan lamanya pendengaran. Kebisingan sering kali mengganggu aktivitas, apalagi jika kebisingan itu bernada tinggi. Pengaruh kebisingan terputus-putus atau datang secara tiba-tiba dan tak terduga, sangat terasa. Lebih-lebih bila sumber kebisingan itu tidak diketahui.Kebisingan merupakan hal yang sering diabaikan oleh manusia, namun belum banyak yang menyadari adanya kebisingan dapat berpegaruh terhadap kesehatan manusia padahal kebisingan masuk dalam salah satu pencemaran udara. Di kota-kota besar, penanganan akan kebisingan sangatlah kecil padahal efek dari kebisingan tersebut sangatlah mengganggu. Kebisingan bisa mempengaruhi kesehatan manusia seperti menyebabkan hipertensi, mengganggu tidur dan bisa menghambat kemampuan kognitif pada anak-anak. Bahkan yang paling parah bisa menyebabkan ganguan pada memori atau gangguan kejiwaaan. Masalah ini suadah tersebar hampir di seluruh dunia salah satu contoh India. Di India masalah ini sudah menyebar luas. Beberapa studi melaporkan tingkat kebisingan di kota metropolitan sudah melebihi batas standar yang mengakibatkan para penduduk menjadi tuli dan studi yang dilakukan oleh Sigh dan Mahajan di Kalkuta dan Dehli menemukan tingkat kebisingan di kota itu mencapai 95dB padahal ambang batas hanya 45dB. Kebisingan dengan frekuensi > 70 dB = menimbulkan kegugupan, kurang enak badan kelelahan pendengaran, pencernaan dan aliran darah. Frekuensi > 85 dB menyebabkan kemunduran kondisi umum kesehatan seseorang dan bila berlangsung lama, kehilangan pendengaran sementara ataupun permanen dapat terjadi. Frekuensi > 150 dB dapat menyebabkan sensasi dering yang disebut Tinnitus dan dapat merusak pendengaran secara permanen.Mereka yang tinggal di dekat jalan yang sibuk tidak bisa mendengar satu sama lain dan dengan demikian tidak dapat menghubungi untuk propagasi (Deutche Presse-Agentur, 2003). Kita bisa memvisualisasikan bahwa kebisingan dapat mengganggu komunikasi, mengganggu tidur dan mengurangi efisiensi individu. Mayoritas responden sampel terkena terjadinya laporan polusi suara dari jengkel dan gangguan pendengaran. Sebanyak 35% melaporkan tuli dan hampir sebanyak itu juga melaporkan gangguan mental.Berikut adalah tabel Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48/MenLH/11/1997 mengenai tingkat kebisingan :Tabel 1 : Peruntukan kawasan dengan tingkat kebisingan.

Sumber : https://alifis.wordpress.com/2009/06/11/metode-pengukuran-kebisingan/

Faktor diinginkan tau tidaknya suatu suara tergantung pada volume suara, frekuensi, kontinuitas, waktu terjadinya, isi informasi dan juga aspek aspek subjektif seperti asal suara, keadaan jiwa dan tempramen penerimanya.A. Kebisingan lingkunganKebisingan lingkungan merupakan suara yang tidak diinginkan dan menggangu segala sesuatu yang ada pada suatu lingkungan di sekitar daerah yang didiami. Kebisingan tersebut dapat terjadi karena suatu sumber tunggal maupun beberapa sumber, misalnya suara kebisingan lalu lintas, industri, pasar, dan lain sebagainya.Berdasarkan sifat-sifatnya, kebisingan dapat dikelompokan menjadi beberapa jenis (Sumamur, 2009), yaitu :a. Kebisingan kontinyu, dengan spektrum frekuensi yang luas (steady state, wide band noise). Bising inirelatif tetap dalam batas kurang lebih 5 dB untuk periode 0,5 detik berturutturut.Contohnya kebisingan yang berasal dari mesin-mesin, kipas angin, dan lain-lain.b. Kebisingan Kontinyu dengan spektrum frekuensi yang sempit (steady state, narrow band noise). Bising inijuga relatiftetap,akantetapiiahanya mempunyaifrekuensi tertentusaja(pada frekuensi 500, 1000, dan 4000 hz). Contohnya kebisingan yang berasal dari gergaji sirkuler, katup gas, dan lain-lain.c. Kebisingan terputus-putus (Intermittent ). Bising ini tidak terjadi secara terusmenerus, melainkan ada periode relatif tenang. Contohnya kebisingan yang berasal dari lalu lintas, suara pesawat terbang, dan lain-lain.d. Kebisingan impulsive (impact or impulsive noise). Bisingjenis ini memiliki perubahan tekanan suara melebihi 40 dBdalam waktu sangat cepat dan biasanya mengejutkan pendengarnya. Contohnya tembakan, suara ledakan mercon, meriam.e. Kebisingan impulsive berulang. Bising ini terjadi dalam waktu yang sangat cepat, mengejutkan dan berlangsung berulang kali. Contohnya mesin tempa di perusahaan.

B. Sumber kebisingan lingkungana) Lalu lintas kendaraan bermotor1. Kebisingan kendaraan penumpang2. Kebisingan truk/ bus3. Kebisingan sepeda motorb) Kebisingan dari kegiatan industry1. Kebisingan yang ditimbulkan oleh aktivitas mesin.2. Vibrasi Kebisingan yang dittimbulkan oleh akibat getaran yang ditimbulkan akibat gesekan, benturan,atau ketidakseimbangan gerakanbagian mesin. Terjadipada roda gigi, roda gila, batang torsi, piston,fan, bearing, dan lain-lain.3. Pergerakan udara, gas dan cairan. Kebisingan ini ditimbulkan akibat pergerakan udara, gas, dan cairan dalamkegiatan proses kerja industri misalnya pada pipa penyalur cairan gas,outlet pipa, gas buang, jet. Flare boom, dan lain-lain.c) Kebisingan dari kegiatan perumahan.d) Kebisingan dari kegiatan konstruksi.1. Kebisingan dari pemakaian alat berat.2. Pemakaian alat potong listrik.

C. Aspek fisik suara dalam kebisingan 1. Gelombang bunyiGelombang bunyi dihasilkan oleh getaran suatu sumber bunyi. Frekuensi adalag banyaknya gelombang bunyi yang terjadi dalam 1 detik. Interval frekuensi yang dapat didengar oleh manusia adalah 20 20000 Hz. 2. Tingkat tekanan suara dan skala decibel (dBA)Desibel (Lambang Internasional = dB) adalah satuan untuk mengukur intensitas suara. Satu desibel ekuvalen dengan sepersepuluh Bel. Huruf "B" pada dB ditulis dengan huruf besar karena merupakan bagian dari nama penemunya, yaitu Bell.Propagasi dam intensitas bunyi3. Pengaruh atmosfer pada propagasi bisinga) Pengaruh angin dan turbulensib) Gradasi temperature permukaan tanahc) Gradasi angind) Kriteria kebisingan

D. Pengukuran kebisinganAda tiga cara atau metode yang digunakan dalam pengukuran akibat kebisingan dilingkungan kerja.1. Pengukuran dengan titik samplingPengukuran ini dilakukan bila kebisingan diduga melebihi batas hanya pada satu atau beberapa lokasi saja. Pengukuran ini juga dapat dilakukan untuk dapat mengevaluasi kebisingan yang disebabkan oleh suatu peralatan sederhana misalnya kompresor/generator. Jarak pengukuran dari sumber harus dicantumkan misalnya 3 meter dari ketinggian 1 meter. Selain itu juga harus diperhatikan arah mikrofon alat ukur yang digunakan.Contoh penggunaan : Posisikan sound level meter pada kedudukan yang merepresentasikan tingkat intensitas kebisingan pada tempat tersebut. Aktifkan pengukur dengan saklar geser pada kedudukan Lo atau Hi. Untuk Lo, intensity berada pada skala 40-80dB, sedangkan Hi berada pada skala 80-120 dB. Pencatatan pada satu kedudukan akan terkait dengan pembacaan skala minimum dan skala maksimum. Titik kedudukan dapat diambil sebanyak yang diperlukan. Waktu pengukuran adalah 10 menit dalam 1 jam. Untuk pencuplikan data adalah setiap 5 detik dengan ketinggian microphone 1,2 meter dari muka tanah.

Gambar 1. Pola tingkat kebisingan dibeberapa kawasan.Sumber : https://alifis.wordpress.com/2009/06/11/metode-pengukuran-kebisingan/

Gambar 2. Diagram hasil pengambilan sampel di 3 titik yang berbeda.Sumber : https://alifis.wordpress.com/2009/06/11/metode-pengukuran-kebisingan/

2. Pengukuran dengan peta konturPengukuran dengan membuat peta kontur sangat bermanfaat dalam mengukur kebisingan, karena peta tersebut dapat menetukan gambar tentang kondisi kebisingan dalam cakupan area. Pengukuran ini dilakukan dengan membuat gambar isoplet pada kertas berskal