Aceh Magazine - February 2007

Download Aceh Magazine - February 2007

Post on 14-Jul-2015

438 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>ACEH MAGAZINELugas Memaknai Realitas</p> <p>Irwandi Yusuf</p> <p>HUBUNGAN SAYA DENGAN SWEDIA SUSAHwww.acehmagazine.com</p> <p>TUTUP BUKURp 5.000</p> <p>GAM</p> <p>FEBRUARI 2007</p> <p>Jln. T Hasan Dek No. 47 Simpang Surabaya - Banda Aceh Prov. Nanggroe Aceh Darussalam - Indonesia Telp: (0651) 25665 - 638282- 7408282 - 7409292 Fax: (0651) 29371, SMS: 08126988899, 08126989988</p> <p>Layanan ReseRvasi 24 jam</p> <p>4 x Sehari: 10.25 WIB 13.00 WIB 17.25 WIB 19.50 WIB Booking Via SMS: 0812 698 1589/0812 698 9988 GARUDA Ketik: GA </p> <p>1 x Sehari: 11.15 WIB Booking Via SMS: 0812 698 1589/0812 698 9988 ADAM AIR Ketik: KI </p> <p>&gt;&gt;</p> <p>2 x Sehari: 10.40 WIB 18.00 WIB Booking Via SMS: 0812 698 1589/0812 698 9988 LION AIR Ketik: JT </p> <p>1 x Sehari: 13.50 WIB Booking Via SMS: 0812 698 1589/0812 698 9988 Sriwijaya air Ketik: SJ </p> <p>Mungkin Anda Berjodoh dengan Kami. Kami mencari: - Desainer/layouter - editor - Tenaga marketingTertarik? Call Bagian Usaha ACEH MAGAZINE Jl. Prada Utama # 111 Kampung Pineung, Banda Aceh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Telepon/Fax (0651) 7410400, 7551558 e-mail: surat@acehmagazine.com LaMaraN PaLiNG TELaT DiTEriMa 28 FEBrUari 2006</p> <p>Elita A. SamsunanDIrektur Utama</p> <p>Kontak: EKa rUry NOFiKa Hotline [06517410400, 085260557879, 06517438134)]</p> <p>!</p> <p>MAGAZINELugas Memaknai realitasPenerbit: Aceh Recovery Forum Akte Nomor 21 Notaris Nasrullah SH Terbit sejak Oktober 2005 Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Fairus M Nur Ibrahim Redaktur Senior Murizal Hamzah Redaktur Eksekutif Fakhrurradzie Redaktur Husni Arifin, Renny Wahyuni Sidang Redaksi Ahmad Humam Hamid Jeliteng Pribadi, Miksalmina Misran Nirto, Saifuddin Bantasyam Sekretaris Redaksi Eka Rury Nofika Wartawan Evirosita, Idrus Saputra, Jamaluddin Muhammad Ali, Nizwar, Rizky Fachrizal Fotografer/Visual Yudi Sutrisna Koresponden Luar Negeri Irwansyah Yahya (India) Jarjani Usman (Amerika Serikat) Saiful Akmal (Inggris) Teuku Amri S (Mesir) Desain Grafis/Desain Visual Hery, Supri Ady Kartunis/Ilustrator Yoedi Teknologi Informasi Amir Hamzah Analisa Data Catur Wibowo, Desy Wury Handayani Lisa Novianti Litbang/Dokumentasi Aidil Azhar Konsultan Media Yarmen Dinamika Manajer Produksi Dewi A Lestari Manajer Iklan dan Pariwara Muhammad Ridha Siregar Manajer Distribusi dan Marketing Meflin Agusta Staf Distribusi dan Tata Usaha Abdul Manaf, Kamaruddin Nasrul, Tarmizi Keuangan Ricky Firmansyah Alamat Redaksi/Sirkulasi/Pemasaran Jalan Prada Utama # 111 Kampung Pineung Banda Aceh. Telepon/fax (0651) 7551558 e-mail: surat@acehmagazine.com Biro Iklan/Pemasaran Medan Mhd. Martua Lubis, Jl. Bromo. Gg. Adil. No. 17 Medan. Telepon 08192173941 Bank Bank Mandiri KKP Darussalam Nomor Rekening 105-0004651919 An. Aceh Recovery Forum Redaksi menerima kontribusi naskah dan foto. Syarat: lampirkan fotokopi/scaning identitas diri (KTP/SIM). Panjang naskah maksimal 1.500 kata. Tulisan atau foto kiriman yang dimuat akan diberikan honorarium. www.acehmagazine.com Desember 2006 OKTOBER-NOPEMBER 2006</p> <p>ACEH</p> <p>LAPORAN UTAMA Isu pembubaran GAM, muncul lagi. Gubernur Aceh terpilih, Irwandi Yusuf, memberi sinyal ke arah itu. Tapi ini tak mudah. Ada syarat agar GAM tutup buku. Apa kata arus bawah? Benarkah mereka telah ditinggalkan?rEPOrTaSE</p> <p>1238</p> <p>Tiga pekan Aceh Magazine berada di Gwangju, Korea Selatan, mengikuti seluk-beluk demokratisasi dan penegakan HAM yang terjadi di sana. Sebuah oleh-oleh menarik dari negeri ginseng.L E P a S 34</p> <p>38</p> <p>GAM merelakan senjata-senjata yang dimilikinya digergaji. Tetapi, dapatkah kerelaan ini menjadi indikasi berkurangnya persenjataan di dunia? Tidak juga, tak pasti. Yang ada hanyalah pergeseran kekuatan pemasok senjata.42</p> <p>LEPaS-MONiTOriNG</p> <p>Program rehabilitasi dan rekonstruksi yang dicanangkan dua tahun lalu tidak berjalan sebagaimana harapan. Ada proyek yang terbengkalai, ada pula yang tak disukai para korban. Layu sebelum berkembang.</p> <p>ACEH MAGAZINELugas Memaknai Realitas</p> <p>Irwandi Yusuf</p> <p>HUBUNGAN SAYA DENGAN SWEDIA SUSAHwww.acehmagazine.com</p> <p>TUTUP BUKURp 5.000</p> <p>GAM</p> <p>FEBRUARI 2007</p> <p>Design Cover: Hery</p> <p>Penerbitan ini didukung oleh:</p> <p>DANIDA| ACEH MAGAZINE 3 aCEH MaGaZiNE</p> <p>CERITA rEDaKSi</p> <p>www.acehmagazine.commi. Mengambil tempat di ruang redaksi, kami lalu berdiskusi tentang banyak hal. Tak dapat dipungkiri, kemajuan teknologi komu nikasilah yang telah mempercepat pertemuan kami dengan berbagai kolega asing, seperti Marquireth, yang berdomisili di luar negeri itu. Mereka mengeta hui dan___katakanlah___jatuh cinta pada Aceh Magazi ne melalui perantara dunia maya alias situs. Dari si tus inilah mereka mengaku membaca berbagai hal ikhwal yang kami laporankan. Para pembaca asing ini pun kemudian mengirimkan kabar, tulisan, dan argumentasinya kepada kami melalui situs ini. Selain dari Perancis, kami mendapatkan kontak pula dari Jerman, Inggris, Swiss, Norwegia, Arab, dan India. Begitulah, pembaca budiman. Dalam rangka menjangkau para pembaca di berbagai sudut, sejak Michael Bak dari United Stated for Affair Internatioal Development (USAID) beberapa waktu lalu kami menguji coba menghadir saat berkunjung ke kantor redaksi Aceh Magazine. kan Aceh Magazine di dunia maya. Ditangani sepenuhnya oleh Kusnandar Zainuddin dan Amir embaca budiman. Awal Juli 2006 seorang wanita can Hamzah di bagian Teknologi Informasi, kami berhasil me tik berkebangsaan Perancis, Marquireth, berkirim ka luncurkan situs www.acehmagazine.com. Dan, seperti dise bar kepada Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Fairus M but di atas, dampak yang kami peroleh benarbenar di luar Nur Ibrahim. Sebulan kemudian ia pun menepati janji ber dugaan. Dengan hadirnya situs ini, berarti kini Aceh Magazine kunjung ke kantor redaksi di bilangan Prada Utama # 111, Kampung Pineung, Banda Aceh. Banyak hal yang ia tanya dapat diakses dalam dua format, yakni format cetak dan for kan, disamping tak sedikit pula informasi menarik kami pe mat online. Bagi Anda yang berada di daerah, disamping roleh dari peneliti wanita yang fasih berbahasa Inggris dan versi cetak, coba pulalah sekalikali menklik versi onlinenya. Versi yang disebut terakhir telah memperdekat jarak kami Arab, ini. Marquireth tidak sendiri. Beberapa ekspatriat, peneliti dengan para pembaca di luar negeri. Pembaca budiman. Begitulah sekelumit cerita dari ba bidang media, hukum, politik, dan sosial kemanusiaan kerap lik bilik redaksi kali ini. Kini kami persilahkan Anda mem bertandang ke kantor ka baca sajian edisi ini.n</p> <p>P</p> <p>Psikologikah cita-citanya sejak kecil? Tidak. Desi pernah bercita-cita menjadi Polwan alias polisi wanita. Tapi itu dulu, waktu kecil, dara manis ini berucap dan tersenyum penuh arti.</p> <p>534aCEH MaGaZiNE</p> <p>|</p> <p>Desember 2006</p> <p>DOEN CABAK</p> <p>Desember 2006</p> <p>|</p> <p>aCEH MaGaZiNE</p> <p>5</p> <p>a SURAT.. .</p> <p>.</p> <p>kutipan</p> <p>UNTUK REDAKSI: KECEWA BUKU SALIBRedaksi Aceh Magazine, saya membaca resensi buku Gerilya Salib di Serambi Mekkah yang dimuat dalam majalah Anda (Aceh Magazine edisi VII Agustus-September 2006, halaman 49). Agak sedih juga bahwa Anda memuat resensi buku semacam itu dalam majalah Anda. Kalau Anda memuatnya, dalam pengertian saya, Anda mendukungnya. Atau saya salah mengerti? Menurut saya, dalam konteks Indonesia, kita perlulah lebih hati-hati dalam memberikan penilaian terutama jika hal itu berkaitan dengan hal-hal tentang agama. Saya sangat berharap bahwa penulis buku Gerilya Salib di Serambi Mekkah dapat melakukan audiensi langsung kepada kalangan Kristen yang turut serta mendukung rekonstruksi dan rehabilitasi di Aceh. Jangan hanya mencomot apa kata media di sana sini. Media tidak selalu merepresentasikan apa yang sesungguhnya terjadi. Menurut saya... Saya kira alangkah baiknya kalau saudara-saudari saya yang muslim lebih banyak lagi melakukan konfirmasi terhadap kalangan Kristen. Janganlah buru-buru mengambil kesimpulan hanya melalui kertas-kertas yang ditemukan berseliweran di Aceh. Pengalaman mengajarkan bahwa selalu penting untuk melakukan konfirmasi. Apa yang dilakukan oleh penulis buku di atas, dalam pandangan saya justru kontra produktif dan kurang berguna bagi komunitas entah itu muslim atau Kristen atau keduanya. Saya merindukan komunitas muslim yang kuat dan berkarakter di Indonesia. Saya merindukan komunitas muslim Indonesia dapat menjadi salah satu teladan di lingkup global dan saya yakin hal itu dapat dicapai dengan demikian, kecurigaan terhadap khususnya Kristen dapat lebih mudah diatasi. Kita memerlukan lebih banyak lagi interaksi untuk mengurangi berbagai macam kecurigaan yang tidak perlu___kecurigaan yang hanya membuang-buang waktu dan energi dan membuat jiwa dan spiritualitas tidak sehat. Kebetulan saya sedang berada di Jerman dan saya ingin menyampaikan sekilas apa yang saya temukan di sini berkaitan dengan relasi antara Kristen dan muslim. Di Indonesia, dari segi jumlah, Kristen adalah minoritas dan sebaliknya di Eropa, Jerman misalnya, muslim adalah minoritas. Kristen di Indonesia bukan imigran, sementara muslim di Eropa pada umumnya adalah imigran dari negara-negara berpenduduk mayoritas mus-</p> <p>Kamaruzzaman, mantan juru runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM), mengenai kondisi kondusif dan suasana damai yang sedang berlangsung di Aceh saat ini.</p> <p>Rasa saling percaya bisa diwujudkan dengan tindakan, sikap dan prilaku yang saling menghormati, menghargai perbedaan, memahami karakter, serta memperlakukan segala sesuatu secara adil Teuku</p> <p>l l l l l l l</p> <p>lim seperti Turki. Saya kira kita harus sungguh belajar untuk lebih banyak berinteraksi dan melangkah lebih maju mengatasi berbagai kecurigaan dan pikiran sempit dan berbesar hati untuk membangun komunitas manusia yang lebih sehat dan beradab, menghargai kelompok minoritas tidak hanya dalam hal agama. Di mana pun ada kelompok minoritas dan mayoritas. Kedua belah pihak perlulah belajar untuk lebih banyak berinteraksi secara positif. Dalam proses interaksi itu, saya yakin, akan banyak kekagetan bahwa apa yang dipikirkan sebelumnya tentang kelompok lain tidak benar atau tidak sepenuhnya benar. Itulah mengapa saya agak sedih dengan munculnya buku seperti Gerilya Sa lib di Serambi Mekkah itu. Kalaupun ada kalangan Kristen yang punya pikiran untuk mengkristenkan orang lain yang bukan Kristen, jumlah mereka hanya sedikit. Kalangan muslim perlu tahulah bahwa kalangan Kristen telah banyak berubah. Mereka telah mengubah konsep mereka berkaitan dengan misi. Kebijakan gereja secara garis besar dalam hal misi bukanlah untuk mengkristenkan orang lain yang sudah beragama tetapi bagaimana membangun komunitas manusia yang satu menjadi lebih baik dan beradab. Gereja secara umum juga melakukan kritik internal terhadap apa yang mereka lakukan sepanjang sejarahnya. Saya merindukan komunikasi dan interaksi positif yang lebih banyak dan sehat antara Kristen dan muslim, khususnya dalam konteks kita di Indonesia. Limantina Sihaloho Mantan fellow di Interfaith Service House Council of Parliament of the Worlds Religions Chicago, Amerika Serikat</p> <p>PELAYANAN PUBLIK KAPAL PENUMPANG JOROKSalam sejahtera untuk Aceh Magazine. Terima kasih sekali Aceh Magazine mau memuat surat saya ini ke dalam surat pembaca. Saya sering melakukan perjalanan dari Banda Aceh menuju Sabang atau sebaliknya dari Sabang ke Banda Aceh. Sehubungan dengan perjalanan saya itu, saya ingin menyampaikan buruknya pelayanan pemerintah terhadap masyarakat, khususnya yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang mengelola masalah perhubungan kapal laut. Saya melihat dinas ini sangat minim memperhatikan masalah keselamatan penumpang dan kebersihan. Betapa tidak, dalam pulang</p> <p>Seluruh aparat TNI yang bertugas di Aceh, darimana pun asalnya, secara modal bertanggungjawab mendorong agar perdamaian ini tetap terjaga dan terpelihara.Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda, Mayjen Supiadi AS, menanggapi proses perdamaian yang sedang berlangsung di Aceh. 6aCEH MaGaZiNE</p> <p>|</p> <p>Desember 2006</p> <p>a SURATpergi Sabang-Banda Aceh, di dalam kapal, suasananya sangat jorok sekali. Tentang keselamatan penumpang kapal, tentu kita masih ingat di benak kita tentang karamnya kapal Gurita. Banyak penumpang yang tidak bisa diselamatkan dikarenakan minimnya alat keselamatan. Saya berharap tidak terjadinya kembali kapal Gurita ke-2. Kepada Dinas Perhubungan agar dapat menindaklanjuti permasalahan ini sehingga tak terkesan para pejabat, kepala, dan pegawai di instansi ini cuma makan gaji doang. Terus-terang saya tak rela Anda memakan gaji dari pajak yang kami bayar bila perhatian Anda terhadap penumpang kapal sangat tidak sebanding dengan gaji yang Anda dapat. Kalau perlu kepada Aceh Magazine menurunkan tim investigasinya dan meliput khusus soal ini. Ini tak cuma soal kemanusiaan, tapi soal nyawa yang menghidupkan kemanusiaan itu. Terima kasih atas perhatiannya. amir Balohan Sabang</p> <p>FILE: FEBRUARI</p> <p>Pada masa perang melawan penjajahan Belanda, pejuang Aceh yang tertangkap dan berhasil ditawan disekap dalam kerangkeng berbentuk kandang sapi. Kerangkeng model ini tersebar di berbagai tempat di Aceh, salah satunya di Buloh Blang Ara, Aceh Utara (Sumber: Badan Arsip NAD). ra baik dengan pemerintah pusat supaya hubungan harmonis dan saling percaya dapat terwujud tanpa kepalsuan. Tentu, kemenangan Irwandi, pemerintah pusat, dan seluruh bangsa Indonesia ini tak bakal memiliki makna apa pun bila nasib, harapan, dan kesejahteraan masyarakat di Aceh tidak berubah ke arah yang lebih baik. Hasanuddin Hasan Jl. Dr. Mansyur No. 31 Medan, Sumatera Utara Banda Aceh. Saya melihat di sekitar kota banyak pembangunan jalan. Padahal jalan tersebut sudah bagus. Oleh karena itu dari pada pemerintah sibuk membuat proyek jalan aspal yang sebenarnya sudah sangat licin, hanya karena ingin menghabiskan APBD tetap dipelicin, apa salahnya jika sedikit melirik Langeun untuk dibuatkan aliran air. Bukankah Lageun dan Banda Aceh masih dalam satu kawasan Nanggroe Aceh Darussalam? Bukankah APBD itu seharusnya dinikmati juga masyarakat pelosok ini?. Kepada Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) saya berharap BRR jangan sibuk membuat seminar-seminar. Bagi mereka yang sudah berkecukupan mungkin melalui seminar mereka dapat mengisi lagi kantung mereka yang sebenarnya tidak kering. Tetapi bagi kami yang masih kekurangan ini masih butuh penerangan. Apakah BRR dengan staf yang sebahagian besar telah sarjana tidak bisa memikirkan sejenak bagaimana cara agar listrik kembali normal di Lageun? Kalau memang tidak bisa, mari datang ke Lageun dan kita pikirkan bersama di sini. Terakhir saya ingin ucapkan terima kasih, kepada siapa saja yang telah membaca keluhan ini seraya memohon doa agar persoalan-persoalan di desa saya tidak hanya dibaca namun ditindaklanjuti. rijaldi Lageun, Kecamatan Setia Bakti, Calang</p> <p>IRWANDI MENANG SEMUA MENANGBanyak yang menilai, hasil pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkadasung) di Nanggroe Aceh Darussalam alias NAD, yang dimenangkan oleh pasangan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar, merupakan kekalahan telak pemerintah pusat dan partai politik. Saya kira, sebagai komponen bangsa yang kerap mengampanyekan k...</p>