A a a a a a a a a A

Download A a a a a a a a a A

Post on 10-Jul-2015

518 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>Pertanyaan Diskusi 1. Bagaimanakah seorang auditor mengevaluasi materialitas suatu hal dalam perikatan audit yang spesifik? Dalam mengevaluasi materialitas suatu hal dalam perikatan audit, auditor terlebih dahulu harus menentukan sifat, saat, atau luasnya prosedur; penugasan staf; atau perlunya tingkat supervisi yang semestinya. Pemegang tanggung jawab dalam evaluasai materialitas harus sesuai dengan tingkat resiko dari audit itu sendiri yaitu meliputi ketrampilan dan kemampuan pemegang tanggung jawab tersebut. Evaluasi materialitas juga harus mempertimbangkan lokasi auditnya yang meliputi : a. c. sifat dan jumlah aktiva dan transaksi yang dilaksanakan di lokasi atau komponen tersebut efektivitas lingkungan pengendalian</p> <p>b. tingkat sentralisasi catatan atau pengolahan informasi d. frekuensi, saat, dan lingkup pemantauan aktivitas oleh entitas atau orang lain di lokasi atau komponen e. pertimbangan tentang materialitas lokasi atau komponen tersebut.</p> <p>Singkatnya ke lima pertimbangan tersebut adalah bagaimana seorang auditor melakukan observasi ke lapangan dan melihat langsung bagaimana sistem pengendalian perusahaan. Secara teori hal ini diasumsikan bahwa akan terus terjadi semenjak seorang auditor melakukan perencanaan audit, namun dalam prakteknya hal ini akan sulit terjadi. Faktor faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan adalah karena : a. b. keadaan-keadaan yang melingkupi mungkin berubah tambahan informasi mengenai masalah akan selalu ada selama periode audit.</p> <p>Apakah nilai dari bangunan toko keenam PT Maju Makmur berdampak material pada posisi Laporan Keuangan PT Maju Makmur? Pada umumnya tingkat materialitas pada perusahaan akan dihitung berpengaruh bila presentasenya adalah diatas 5%. Dan yang terjadi pada PT Maju Makmur, kerugian materialitas yang terjadi adalah di atas 10%. Maka menurut saya, dapat dikatakan bahwa PT Maju Makmur mengalami kerugian yang cukup material. 2. Jika Langgeng Santoso tidak memberikan izin kepada Adi Susilo untuk diskusi</p> <p>dengan auditor terdahulu, apa yang harus dilakukan?</p> <p>Seperti yang telah ditulis dalam Etika Kompartemen Akuntan Publik, akuntan dilarang mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh dalam pelaksanaan perikatan profesionalnya tanpa seizin kliennya. Oleh karena itu, pada waktu akuntan pengganti memutuskan untuk berkomunikasi dengan akuntan pendahulu, ia harus meminta kepada klien (a) untuk mengizinkan ia melakukan permintaan keterangan kepada akuntan pendahulu, dan (b) mengizinkan akuntan pendahulu untuk memberikan tanggapan sepenuhnya terhadap permintaan keterangan tersebut. Jika klien menolak untuk memenuhi seluruh permintaan ini, akuntan pengganti harus mempertimbangkan alasan tentang, dan implikasinya terhadap, penolakan tersebut dalam kaitannya dengan penerimaan perikatan tersebut. Dan yang terjadi bila klien tidak memberi izin kepada Adi Susilo maka hak aksek atau ruang lingkup seorang auditor di sini menjadi terbatas. 3. Jika Langgeng Santoso dan staff kurang memiliki integritas, tindakan apa yang</p> <p>seharusnya dilakukan dan alasan mengapa tindakan tersebut dilakukan? Seperti yang telah dipaparkan dalam kasus PT Maju Makmur yang dimiliki Langgeng Santoso, masalah yang terjadi adalah terkait kejujuran Langgeng Santoso dan juga seluruh staffnya. Maka hal pertama yang harus dilakukan oleh auditor adalah mendeteksi PT Maju Makmur dalam hal ini Langgeng Santoso dan seluruh staffnya terkait tingkat kejujuran dalam perusahaan, lalu Sistem Pengendalian Internal perusahaan, kemudian dilakukan penyelidikan secara substantif terkait kecurangan di dalam perusahaan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. 4. Apa tujuan dilakukannya peer review?</p> <p>Tujuan program review mutu IAI adalah untuk meningkatkan mutu kinerja anggota IAI dalam perikatan audit, atestasi, akuntansi dan review, konsultansi. Tujuan program ini dicapai melalui tindakan pendidikan dan perbaikan, serta tindakan koreksi. Tujuan tersebut digunakan untuk melayani kepentingan masyarakat umum dan sekaligus untuk meningkatkan arti pentingnya keanggotaan IAI. Mengapa peer review penting untuk dilakukan? SPM Seksi 100 [PSPM No. 01] Sistem Pengendalian Mutu KantorAkuntan Publik mensyaratkan setiap kantor akuntan publik (KAP), tanpa memandang ukurannya, untuk memiliki sistem pengendalian mute atas praktik akuntansi dan auditnya. Seksi tersebut mengidentifikasi sembilan unsur pengendalian mutu dan menyatakan bahwa IKAP harus mempertimbangkan setiap unsur tersebut, sejauh dimungkinkan penerapannya dalam praktiknya, dalam menetapkan kebijakan dan prosedur pengendalian mutunya. Sehubungan dengan itu, Seksi itu mengatur bahwa jenis dan lingkup kebijakan serta prosedur pengendalian mutu KAP tergantung pada beberapa faktor,</p> <p>seperti ukuran, tingkat otonomi operasional yang diberikan bagi personel dan kantor cabangnya, jenis praktiknya, organisasinya dan pertimbangan biaya dan manfaat yang semestinya. Apa yang diperiksa oleh tim pe-review? Yang diperiksa oleh tim pe-review: KAP yang melakukan audit atas laporan keuangan historis atau prospektif (audit atas laporan keuangan prospektif dimaksudkan sebagai pemeriksaan sesuai dengan standar profesional yang berlaku) memiliki on-site quality review, On-site quality review dimaksudkan untuk menyediakan dasar memadai bagi pelaksana review untuk menyatakan pendapat apakah selama tahun yang di-review: Sistem pengendalian mutu untuk praktik akuntansi dan audit KAP yang di-review telah Kebijakan dan prosedur pengendalian mutu KAP yang di-review telah dipatuhi, sehingga</p> <p>memenuhi tujuan standar pengendalian mutu yang ditetapkan oleh IAI memberikan keyakinan memadai bagi KAP bahwa kebijakan dan prosedur tersebut telah sesuai dengan standar profesional. 5. KAP yang di-review telah mematuhi persyaratan keanggotaan IAI Apa tujuan dari dokumentasi audit dan apa yang harus ada pada a. berkas permanen</p> <p>dan b. berkas tahun berjalan? Tujuan dari dokumentasi audit adalah sebagai bukti dan sumber data dari hasil audit yang akan dibuat. Yang harus ada pada a. berkas permanen dan b. berkas tahun berjalan adalah : a. Berkas permanen</p> <p>Bukti yang harus dibuat dan bisa digunakan diluar tahun berjalan atau tahun tahun selanjutnya. Contohnya adalah hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) b. Berkas tahun berjalan</p> <p>Bukti yang perlu dibuat tetapi tidak harus dibuat. Contohnya yaitu program audit seperti neraca, kertas kerja, yang dapat diterapkan. 6. Kewajiban apa yang dimiliki oleh KAP AS&amp;R untuk memastikan kliennya memahami</p> <p>fungsi audit?</p> <p>Auditor harus membangun pemahaman dengan klien tentang jasa yang akan dilaksanakan untuk setiap perikatan. Pemahaman tersebut mengurangi risiko terjadinya salah interpretasi kebutuhan atau harapan pihak lain, baik di pihak auditor maupun klien. Pemahaman tersebut akan mengurangi risiko bahwa klien dapat secara tidak semestinya mempercayai auditor untuk melindungi entitas dari risiko tertentu atau untuk melaksanakan fungsi tertentu yang merupakan tanggung jawab klien. Pemahaman tersebut harus mencakup tujuan perikatan, tanggung jawab manajemen, tanggungjawab auditor, dan batasan perikatan. Auditor harus mendokumentasikan pemahaman tersebut dalam kertas kerjanya, lebih baik dalam bentuk komunikasi tertulis dengan klien. Jika auditor yakin bahwa pemahaman dengan klien belum terbentuk, ia harus menolak untuk menerima atau menolak untuk melaksanakan perikatan. Pemahaman dengan klien tentang audit atas laporan keuangan umumnya mencakup hal-hal berikut ini: a. b. c. d. e. f. g. Tujuan audit adalah untuk menyatakan suatu pendapat atas laporan keuangan. Manajemen bertanggung jawab untuk membangun dan mempertahankan pengendalian Manajemen bertangung jawab untuk mengidentifikasi dan menjamin bahwa entitas Manajemen bertanggung jawab untuk membuat semua catatan keuangan dan informasi Pada akhir perikatan, manajemen akan menyediakan suatu surat bagi auditor yang Auditor bertanggung jawab untuk melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang Suatu audit mencakup pemerolehan pemahaman atas pengendalian intern yang cukup</p> <p>intern yang efektif terhadap pelaporan keuangan. mematuhi peraturan perundangan yang berlaku terhadap aktivitasnya. yang berkaitan tersedia bagi auditor. menegaskan representasi tertentu yang dibuat selama audit berlangsung. ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. untuk merencanakan audit dan untuk menentukan sifat, saat, dan luasnya prosedur audit yang harus dilaksanakan. Pemahaman dengan klien juga mencakup hal-hal lain seperti berikut ini: a. Pengaturan mengenai pelaksanaan perikatan (sebagai contoh, waktu, bantuan klien b. Pengaturan tentang keikutsertaan spesialis atau auditor intern, jika diperlukan. c. d. e. f. Pengaturan tentang keikutsertaan auditor pendahulu Pengaturan tentang fee dan penagihan. Adanya pembatasan atau pengaturan lain tentang kewajiban auditor atau klien. Kondisi yang memungkinkan pihak lain diperbolehkan untuk melakukan akses ke kertas</p> <p>berkaitan dengan pembuatan skedul, dan penyediaan dokumen).</p> <p>kerja auditor.</p> <p>g. Jasa tambahan yang disediakan oleh auditor berkaitan dengan pemenuhan persyaratan badan pengatur. h. Pengaturan tentang jasa lain yang harus disediakan oleh auditor dalam hubungannya dengan perikatan. Prosedur audit tambahan PT Maju Makmur menjadi perusahaan publik Prosedur yang harus dilaksanakan oleh PT Maju Makmur antara lain adalah lebih mendalami kembali Sistem Pengendalian Internal (SPI) perusahaan, lebih memperluas lagi cakupan program audit perusahaannya. Memperluas lagi Standar Operating Procedure (SOP) perusahaan. 7. Haruskah Adi Susilo melakukan review atas laporan keuangan saja dibanding mengaudit laporan keuangan PT Maju Makmur? Menurut saya , Adi Susilo sebaiknya melakukan review laporan keuangan dulu karena kegiatan ini adalah bertujuan untuk menentukan tingkat fee. Namun bila nantinya fee yang diperoleh ternyata tidak sesuai maka lebih baik Adi Susilo lebih baik hanya melakukan review saja. Apa perbedaan review atas laporan keuangan dengan audit? a. Review atas laporan keuangan adalah pelaksanaan prosedur permintaan keterangan dari</p> <p>manajemen entitas serta analisis komparatif yang menghasilkan dasar memadai bagi akuntan untuk memberikan keyakinan terbatas bahwa tidak terdapat modifikasi material yang harus dilakukan atas laporan keuangan agar laporan tersebut sesuai dengan PABU. Tujuan review adalah untuk memberikan keyakinan negatif sebagai lawan dari pernyataan positif pada suatu audit. b. Review tidak memberikan dasar untuk menyatakan pendapat karena: Review tidak mencakup pemerolehan pemahaman pengendalian intern. Review tidak mencakup penetapan risiko pengendalian. Review tidak mencakup pemerolehan bahan bukti yang menguatkan seperti inspeksi,</p> <p>pengamatan, dan konfirmasi. c. Review dapat menjadikan perhatian akuntan tertuju kepada hal-hal penting yang</p> <p>mempengaruhi laporan keuangan, namun tidak memberikan keyakinan bahwa akuntan akan mengetahui semua hal penting yang akan terungkap melalui suatu audit. d. Audit laporan keuangan adalah upaya memperoleh dan mengevaluasi bukti yang mendasari laporan keuangan historis yang memuat asersi yang dibuat manajemen entitas dengan maksud agar dapat memberikan pendapat apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai PABU.</p> <p>Apakah yang menjadi dampak finansial dari audit yang dilakukan pada PT Maju Makmur jika berubah menjadi perusahaan publik? Dampak finansial yang akan terjadi bila PT Maju Makmur berubah menjadi perusahaan publik secara langsung adalah fee atau biaya itu sendiri. Karena seiring dengan berubahnya perusahaan menjadi perusahaan publik maka tanggung jawab yang akan diemban dan didapat pun akan semakin besar. 8. Jika saudara dimisalkan sebagai Adi Susilo dan Rekan, apa yang akan saudara rekomendasikan? Permasalahan di toko cabang Sidoarjo yang masih menjadi permasalahan utama. Yaitu terkait Menetapkan besar nilai materialitas dan risiko audit dari PT Maju Makmur. Penentuan ruang lingkup audit dan penentuan jasa yang akan diberikan karena pemilik Melakukan pengujian Sistem Pengendalian Internal (SPI ) perusahaan dan observasi langsung</p> <p>masalah revaluasi aset dan juga keberlangsungan dari perusahaan itu sendiri. </p> <p>keberatan dengan fee. ke lapangan terkait maslaah inventaris perusahaan. Latihan 1. Lampiran</p> <p>Lampiran 2.a</p> <p>KAP ADI SUSILO DAN REKAN ANALISIS KEWAJIBAN HUKUM POTENSIAL</p> <p>Klien potensial : PT. Maju Makmur Tipe perikatan Formulir diisi oleh : perikatan audit : Arief Effendi partner in charge tanggal : 20 Juni 2010</p> <p>1)</p> <p>Apakah klien potensial merupakan perusahaan pribadi atau perusahaan publik?</p> <p>Klien potensial merupakan perusahaan pribadi. 2) Evaluasi kewajiban potensial pada klien sebagai konsekuensi yang timbul jika perikatan</p> <p>diterima oleh KAP AS&amp;R? KAP wajib mengevaluasi laporan laporan yang harus dibuat perusahaan berdasarkan peraturan peraturan hukum yang berlaku di Indonesua dan harus ditaati oleh klien. 3) Buatlah daftar pihak ketiga yang saat ini memiliki hubungan finansial dengan klien potensial</p> <p>yang laporan keuangannya diharapkan dapat dilihat. Pihak tersebut disebut primary and foreseen beneficiaries. Pihak ketiga yang berhubungan dengan PT Maju Makmur antara lain dua Bank sebagai tempat mengatur keuangan yakni Bank BNI dan juga Bank Mandiri lalu ada produk yang saat ini mereka jual yaitu Samsang dan juga pemegang saham perusahaan yang terdiri dari tujuh orang. 4) Diskusikan kemungkinan pihak ketiga lain terlibat mereka dapat mengakses laporan</p> <p>keuangan klien potensial. Kemungkinan pihak ketiga lain yang yang dapat mengakses laporan keuangan adalah PT Samsang yang saat ini produknya sedang didistribusikan oleh PT Maju Makmur.</p> <p>5)</p> <p>Evaluasi kewajiban hukum yang timbul berkaitan dengan pihak ketiga ketika KAP Adi</p> <p>Susilo menerima perikatan audit. KAP wajib melakukan evaluasi kewajiban hukum agar kedepannya tidak timbul permasalahan dalam perikatan audit. Pemberian kewenangan secara tegas ataupun tersirat dianggap sebagai kewenangan yang sebenarnya atau sesungguhnya. Dalam situasi dimana tidak ada kewenangan yang diberikan baik secara tegas ataupun tersirat, seorang agen tetap dapat mengikat prinsipal. Dalam hal ini, agen dikatakan memiliki kewenangan yang terlihat. Hukum keagenan tidak dapat terbatas pada kasus-kasus dimana agen memiliki kewenangan yang sesungguhnya, baik yang diberikan secara tegas ataupun tersirat.</p> <p>Lampiran 2.b KAP ADI SUSILO &amp; REKAN INFORMASI DARI AUDITOR PENDAHULUAN</p> <p>Klien potensial : PT. Maju Makmur Formulir diisi oleh Auditor pendahulu Tanggal wawancara 1) : KAP Adi Susilo dan Rekan : KAP Umar dan Rekan :15 juni 2010</p> <p>Diskusikan evaluasi auditor pendahulu mengenai integritas manajemen klien potensial</p> <p>Menurut auditor pendahulu, Langgeng Santoso dan seluruh staffnya masih kurang memiliki integritas. Hal ini bisa dilihat dari penolakan dia atas hasil dari laporan keuangan terdahulu yang akan diungkapkan. Hal ini dikarenakan kekhawatiran Langgeng Santoso kepada pemegang sahamnya. Langgeng takut bila...</p>

Recommended

View more >