3,4,5.brain and mind,ppt

Download 3,4,5.Brain and Mind,Ppt

Post on 18-Jun-2015

498 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Brain and mind M.Azhari

Mekanik mekanik bangun, tidur dan aktifitas listrik dari 1.

otak.

Formasio reticularis ( reticular formasio )dan sistem aktifasi retikuler ( reticular aktivating system ) : - bagian tengah ventral dari batang otak ditempati neuron neuron kecil ( sel sel reticularis ) banyak sekali. - sebagai pusat pusat respirasi, jantung, vasomotor, dll. - berperan dlm fasilitasi / inhibisi reflex regang . - berhubungan dgn keadaan sadar, bangun dan tidur. a. sistem aktifasi reticuler yg menaik ( SAR ) : - polysinaps. - menerima colaterals dr sistem specific ( sistem antero lateral, sistim lemniscus, sistem audition,sistem vision, sistem olfaction, dan sistem pengecapan ).

Akibatnya aktifitas sistem aktifasi reticuler tdk specifik. b. Sistem aktifasi reticuler : sebagian langsung menuju cerebral cortex ( tdk melalui thalamus ) secara diffus. sebagian melalui thalamus ( kelompok nukleus medialis nonspesifik ) menuju cerebral cortex secara diffus. c. Aktifitas sistem aktifasi reticuler berhubungan erat dgn aktifitas listrik dari cerebral cortex. Ini bisa dilihat pada Gbr berikut.

2.

Thalamus.

Thalamus terdiri dari : - epithalamus. - thalamus dorsalis. - thalamus ventralis. Epithalamus mempunyai hubungan dgn sistem penciuman. Thalamus ventralis blm diketahui hubungannya. Thalamus dorsalis tediri dari : I. Nukleus nukleus proyeksi nonspecific, proyeksi diffus ke seluruh neocortex. 1. nukleus mid line dan 2. nukleus intralaminaris, menerima ma sukan dari aktifasi retikuler, mengirim impuls impuls yg bertang gung jawab untuk diffuse secondary response dan pengaruh waspada dari sistem aktifasi retikuler.

II. Nukleus nukleus rilei sensori specifik ( Gbr.11.4 ).3. Corpus geniculatum medialis ( medial geniculate body ) untuk pende ngaran dan radiasi ke area 41 ( gyrus temporalis superior ). 4.Corpus geniculatum lateralis ( lateral geniculate body ) untuk penglihatan dan radiasi ke area 17 ( fissura calcarina ). 5.Kelompok nukleus nukleus ventro basal (nukleus ventralis postero lateralis, nukleus ventralis posteromedialis ) untuk somestesia dan radiasi gyrus postcentralis = area 3 1 2 = S I. III. Nukleus nukleus yg berhubungan dgn mekanisme kontrol efferen ( motorik ). 6. Kelompok nukleus nukleus anterior dan ventral lateral, menerima masukan dari ganglia basalis ( basal ganglia ) dan dari cerebellum dan proyeksi ke area 6 dan 4 ( premotor dan motor area ).

Gbr.11.4.

Aspek medial dari cerebrum.

Thalamus ( Thalamus dorsalis ).

Nucleus nucleus proyeksi nonspesifik, proyeksi secara diffus ke seluruh neocortex. 1. nucleus midline. 2. nucleus intralaminaris. 1 & 2 menerima masukan dari sistem aktifasi retikuler. impuls im puls yg bertanggung jawab untuk : - diffuse secondary response - pengaruh waspada dari sistem aktifasi retikuler.

7. Kelompok nukleus nukleus anterior. menerima masukan dari corpus mammilari dan gyrus cingulum.Proyeksi ke gyrus cingulum ( sistem limbik ) untuk memori memori Jangka pendek dan emosi. IV. Kelompok nukleus nukleus yg berhubungan dgn fungsi fungsi integrasi komplex. Dijumpai hubungan timbal balik antara thalamus dan cerebral cortex : 8. Pulviner. berhubungan secara dua arah dgn lobus parietalis, lobus tempo ralis dan lobus occipitalis, associasi pendengaran, penglihatan, somatik dan visceral. 9. kelompok nukleus nukleus dorsal lateral. berhubungan secara dua arah dgn area associasi 5 7, 24 dan 18 19, fungsi bahasa.

Organisasi Neocortex. 6 lapisan neuron neuron ( I s/d VI ). - axon memberikan collateral recurrent dan mengadakan sinaps pd dendrit. - serabut afferen yg diterima berasal dari thalamus ( kelompok nukleus spesifik ) berakhir terutama pd lapisan IV. Afferen yg berasaldari nukleus nonspesifik thalamus berakhir pd lapisan I s/d IV. ini bisa dilihat pada gbr. 11.2 dan gbr. 11.3 yg berikut ini.

Gbr 11.2.

Gbr 11.3.

4. Potensial potensial yang timbul pada cerebral cortex (evoked cortical potentials ). Stimulasi receptor ( organ sensorik ) akan menimbulkan potensial pd area penerima primer ( primary receiving area ) di cerebral cortex . Hal ini dapat dilihat pada gbr 11.4. berikut.

Gbr.11.4.

Potensial potensial yang dapat dicatat terdiri dari: a. Primary evoked potensial :- elektroda pencatat pd lapisan II s/d VI yg dihubungkan dengan elektroda indifferen pd tempat lain. - positive negative potensial. - masa laten 5 12 ms ( millisecond ). - lokasi spesifik pada area penerima primer . b. Diffuse secondary response. - lokasi tidak spesifik. - masa laten sama 20 80 ms. - disebabkan aktifitas SAR ( sistem aktifasi retikuler )

5. Electroencephalogram ( EEG ).-

-

Elektroda pd permukaan kepala ( batok kepala tidak dibuka akan memberikan electroencephalogram ( EEG ).kalau elektroda diatas piamater ( batok kepala dibuka ) akan memberikan electrocorticogram. Pencatatan secara unipolar atau bipolar.

a) Manusia dewasa, istirahat/tidur terlentang, ngelamun, mata ditutup (ruangannya tidak ada suara, nyaman = tdk ada stimulasi sensorik ) pencatatan EEG memberikan : Ritme Alpha : - frekuensi gelombang 8-12 per second - amplitudo 50 V - reguler - lokasi : daerah parieto occipital - kegiatan sinkron pada Gbr.11.5.

Gbr.11.5.

b) Alpha block.JIka orang tadi membuka matanya (stimulasi sensorik spesifik) maka Ritme alfa akan digantikan oleh aktifitas voltase rendah, tidak teratur dan cepat disebut Alpha block (desinchronisasi) Lihat Gbr. 11.6. yang berikut.

Gbr.11.6.

c) Mekhanisme terjadinya EEG. Dipole berganti (shifting dipole) yang ditunjukkan pada Gbr.11.8. yang berikut ini.

Gbr. 11.8.

d) Mekhanisme-mekhanisme sinkronisasi (Syncrhonizing mechanisms)

- Satuan dendrite yang aktif mempengaruhi satuan dendrite yang di dekatnya dan ini menghasilkan sinkronisasi. - Letupan ritmis impuls-impuls dari Thalamus memberikan sinkronisasi. Jika nukleus Thalamus distimulasi 8 kali/second maka akan timbul respons 8 kali/second pada Cerebral cortex (ispilateral) dan ini disebut Recruting response. - Ritme alpha (sinkronisasi) juga dijumpai pada keadaan tidur. EEG keadaan tidur dijumpai pada stimulasi : * diencephalic sleep zone di Hypothalamus posterior berdekatan dengan nukleus-nukleus Intralaminaris dan Anterior dari Thalamus. Frequensi stimulasi 8 kali/second. Kalau stimulasi cepat akan menimbulkan arousal (bangun).

* Medullary synchronizing zone* Basal forebrain sleep zone (preoptic area, diagonal band of Broca = Sistem limbik).

e) Mekanisme-mekanisme desinchronisasi (desynchronizing mechanisms) - Aktifasi Sistem Aktfasi Reticuler (SAR) akan memberikan EEGdesinchronisasi (bangun) - Kerusakan Sistem Aktifasi Reticuler (SAR) akan menimbulkan koma (tidak sadar) - Stimulasi SAR (Sistem Aktifasi Reticuler) menyebabkan bangun, waspada (arousal, alert).

Aktivasi otak : - waspada. - tidur. - listrik otak. Impuls dari berbagai sensorik cortex cerebri. brain stem melalui colateral reticular actvating system persepsi. lokalisasi. Sadar dan waspada daya tangkap ( persepsi )

Formasio reticularis dan reticular activating system. genetis : sudah berusia tua. lokalisasi : midventralis : - medulla oblongata. - mid brain. RAS dan reticular component : sadar. tidur. Dipengaruhi oleh :- pendengaran. - penglihatan. - penciuman. Proyeksi thalamus cortex aktivitas listrik otak. Thalamus : - epithalamus sistim penciuman. - thalamus dorsalis neocortex , limbic system. - thalamus ventralis. Thalamus menerima masukan dari RAS proyeksi ke: - Corpus geniculatm lat / med : pendengaran, penglihatan.

perangsangan mesensefalon aktivitas seluruh otak keadaan waspada normal pd otak.Kerusakan mesensefalon bisa disebabkan oleh: tumor. perdarahan. ensefalitis letargika penyakit tidur koma tdk peka pd rangsangan normal.

Fungsi luhur fungsi yang memungkinkan manusia hidup didunia penuh

dengan kebutuhan, bahaya, tantangan, kesenangan - learning and memory, bahasa dll. .

1.Metoda. - PET ( positron emission tomography scanning ) - FMRI ( functional magnetig resonance imaging ) Kedua metoda / teknik ini dipergunakan untuk : - menentukan aktivitas berbagai bagian otak pada manusia sehat dan sakit, seperti :- bagaimana gambaran otak pd manusia yg sehat. - bagaimana gambaran otak pd manusia yg sakit. Dipergunakan untuk mempelajari : learning and memory. perception. Hal ini bisa dilihat pd gbr.11.9 berikut.

GBR.11.9.

PET scans dari cerebral hemisfer sebelah kiri area area aktivitas neuron pd berbagai keadaan, spt : a) Melihat pd perkataan perkataan activitas area 17, 18 dan 19. b) Mendengarkan perkataan activitas daerah perbatasan area temporal dan cortex parietalis. c) Mengucapkan perkataan activitas area Broca dan lobus frontalis yg ber dekatan. d) Memikirkan perkataan activitas sebagian besar cortex,termasuk sebagian besar lobus frontalis.

2. Belajar dan Ingatan ( Learning and memory ). Belajar : pengalaman perilaku berobah, memperoleh informasi perobahan perilaku. Ingatan ( memory ) : retensi dan penyimpanan informasi belajar dan ingatan sangat dekat satu sama lain dan berkaitan. Ingatan dibagi atas bentuk : explicit dan implicit. a) Bentuk ingatan explicit ( declarative = recognition memory ) - consciousness disadari. - untuk retensi diperlukan Hypocampus dan lobus temporalis bgn medial. terdiri atas: 1. ingatan tentang kejadian ( episodic memory ). 2. ingatan tentang perkataan, peraturan dan bahasa ( semantic memory )

b. Bentuk ingatan Implicit. - nondeclarative / reflexive. - tidak memerlukan kesadaran. - retensi / storage tidak melibatkan hypocampus, terdiri atas : 1. keterampilan ( skills ) 2. kebiasaan ( habits ) 3. reflex bersyarat ( conditioned reflex ) Ingatan explicit diperlukan pd mulanya utk kegiatan belajar mengendarai se peda dan dapat berobah